Tulang Bawang
Hari Ketujuh Capai 25 Persen, Program Pemutihan Samsat Tuba Efektif Dongkrak PAD
Alteripost Tulang Bawang – Program pemutihan pajak kendaraan tahun 2025 Samsat Tulangbawang berhasil dan efektif dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.
Pasalnya, dalam memasuki hari ketujuh program pemutihan pajak kendaraan itu, pihaknya sudah mendapatkan pendapatan masuk sebanyak 25 persen dari target sebesar 40,8 miliar.
“Alhamdulillah rogram pemutihan yang dimulai sejak 1 Mei lalu ini sudah memberikan animo masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak. Dan hingga saat ini kenaikannya cukup tinggi,” papar Kepala UPTD XI Samsat Tulangbawang M. Zaimutddin Akbar SP.MSI, Rabu (7/5/2025).
Dirinya menuturkan sesuai data yang ada pendapatan yang sudah masuk hingga kini sudah mencapai sekira Rp 10 miliar atau 25 persen dari target Rp 40,8 miliar.
“Target pendapatan dan sektor pajak di Samsat induk Tulangbawang hingga hari ini sudah tercapai sekitar 10 miliaran, atau sudah mencapai 25 persen. Jadi target kita untuk triwulan pertama ini alhmdulillah sudah mencapai target,” ungkapnya.
Selain itu, terkait pemutihan pajak kendaraan tersebut pihaknya juga menjelaskan terdapat beberapa hal yang harus dipahami secara keseluruhan.
Pertama, pemutihan terkait bebas tunggakan pajak kendaraan bermotor kemudian yang kedua bebas denda tahun-tahun lalu dan tahun berjalan itu dibebaskan pada program pemutihan ini. Namun pajak tahun berjalan itu tetap dibayarkan.
“Nah itu sepanjang tahun berjalannya berbayar, dendanya pun seluruhnya dihilangkan di program pemutihan ini,” jelas dia.
Kemudian kedua dibebaskan biaya balik nama, ketiga bebas pajak progresif, selanjutnya bebas denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
“Dendanya dibebaskan seperti telat 5 tahun, dendanya dibebaskan. Namun pokok tunggakannya tetap berbayar, misalnya SWDKLLJ ini setahunnya dibayarkan di dalam STNK itu kan tertulis Rp 35 ribu setiap tahun. Jadi kalau 5 tahun berarti Rp 175 ribu kurang lebih dan pokok tunggakannya itu harus tetap dibayarkan,” jelas dia.
Kemudian ketika di tahun berjalan misalnya terjadi jatuh tempo pajak itu April, seseorang tersebut tetap dikenakan denda.
Jadi denda tahun berjalan itu tetap dikenakan namun denda di tahun-tahun tunggakan sebelumnya dihilangkan.
ia juga menjelaskan dalam program pemutihan tersebut ternyata masih banyak masyarakat yang belum memahami terkait dengan item sebenarnya pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Dimana item-itemnya itu bukan hanya pajak kendaraan bermotor saja, tetapi ada sebanyak kurang lebih 9 item sebenarnya yang harus dilakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
“Dan 9 komponen ini tergantung dari layanan pajaknya, seperti apakah dia pengesahan yang belum habis masa STNK 5 tahunnya, kemudian perpanjangan, atau ganti plat,” ucapnya.
“Mungkin hal-hal itu tidak tersampaikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat hanya mengetahui bebas pajak satu tahun. Sebenarnya kurang lebih 9 komponen itu tapi berbeda-beda jadi tidak harus bilang itu dibayarkan, tergantung tadi layanannya mau apakah pengesahan apakah perpanjang apakah balik nama ataukah mutasi. Jadi itu harapan saya masyarakat bisa lebih paham dan memahami bahwa item-item dari komponen pembayaran pajak kendaraan ini tidak hanya PKB itu saja, tetapi ada komponen lainnya tersebut,” bebernya.
Selain itu Zaimutddin juga mengungkapkan untuk meningkatkan animo masyarakat dalam membayar pajak pihaknya melakukan sejumlah program seperti membenahi pelayanan Kantor Samsat sebaik mungkin.
Terdapat juga Samsat keliling selama 6 hari pelayanan kerja Senin sampai dengan Sabtu, sesuai tempat dan waktu pelayanan.
“Kemudian ada juga Samsat Desa (Samdes), dimana kita bekerja sama dengan pemerintah Desa melalui bumdesnya. Kami juga melakukan pelayanan bantuan melalui aplikasi yang namanya esalam, nah masyarakat bisa membayar sendiri dari rumah khusus untuk pengesahan saja,” ujarnya.
Ia berharap dengan adanya momen pemutihan pajak kendaraan ini masyarakat bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mengingat program pemutihan ini hanya berlangsung selama 3 bulan kedepan tepatnya hingga 31 Juli 2025.
“Manfaatkan sebaik mungkin, dengan surat-menyuratnya lengkap banyak hal positif yang tentunya kita diperoleh. Salah satunya juga dengan surat lengkap kemanapun pergi aman, dan juga mempengaruhi harga ketika kita akan menjual kendaraan nantinya,” tandasnya.(Can).
Tulang Bawang
Jelang HUT RI ke-81, Pemkab Tuba Gelar Rapat Persiapan Giat Pawai dan Seni Budaya
Alteripost Tulang Bawang – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang menggelar rapat persiapan Pawai dan Seni Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Rapat tersebut digelar di aula rapat lantai II Bupati setempat, Kamis (06/08/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Antoni. Hadir juga pada kesempatan itu, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Sekolah, serta perwakilan komunitas seni se-Kabupaten Tulangbawang.
Dalam pawai budaya tersebut nantinya direncanakan akan menampilkan beragam penampilan, salah satunya lomba Drum band dari Tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-kabupaten Tulangbawang
Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang menyampaikan bahwa salah satu agenda utama adalah pawai dramband yang akan dilaksanakan di Kota Menggala Rute Tangga Raja – Aspol Menggala.
“Untuk peserta dramband kita libatkan total 16 grup. Rinciannya 6 dari SD, 6 dari SMP, dan 4 dari SMA yang memiliki ekstrakurikuler dramband di Kabupaten Tulangbawang,” ungkapnya.
Menurutnya, Kegiatan pawai ini bukan hanya hiburan. Ini bentuk syukur kemerdekaan. Saya harap semua peserta tampil maksimal, tertib, dan menjadi contoh yang baik,” tuturnya.
Selain pawai dramband, rapat juga membahas persiapan pertunjukan seni budaya, penentuan rute, jadwal, serta unsur pengamanan dan ketertiban.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan meminta seluruh OPD, sekolah, dan komunitas terkait untuk berkoordinasi dengan baik.
“Kita ingin HUT RI ke-81 di Tulangbawang ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menampilkan kekayaan budaya daerah yang ada,” terang Antoni. (Can)

