Connect with us

Ruwajurai

PLN UID Lampung Siapkan Peta Jalan Distribusi Listrik 10 Tahun ke Depan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menandatangani kerja sama dengan PT ITS Tekno Sains dalam penyusunan Master Plan Sistem Distribusi Listrik 2025–2034. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus menghadirkan listrik yang andal, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Lampung. Senin (30/6/2025).

Penandatanganan berlangsung pada hari Sabtu, 28 Juni 2025, antara General Manager PLN UID Lampung Rizky Mochamad dan Direktur PT ITS Tekno Sains, Dr. Ir. I Ketut Gunarta, M.T Studi ini akan menjadi fondasi dalam perencanaan sistem distribusi listrik jangka panjang yang adaptif terhadap pertumbuhan beban, perkembangan teknologi, serta peluang pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

“PLN hadir untuk rakyat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa sistem distribusi di Lampung dirancang sebaik mungkin agar mampu melayani kebutuhan energi masyarakat dengan lebih andal dan efisien, baik hari ini maupun di masa mendatang,” ujar Rizky Mochamad.

PT ITS Tekno Sains sebagai mitra pelaksana akan mengedepankan pendekatan riset dan pemodelan sistem distribusi secara komprehensif, sesuai dengan kondisi wilayah dan arah kebijakan transisi energi nasional.

“Kami akan mendukung penuh PLN UID Lampung dalam menghadirkan solusi yang tepat, berbasis data dan teknologi terkini, untuk sistem distribusi yang handal dan berkelanjutan,” ungkap , Dr. Ir. I Ketut Gunarta, M.T : Direktur PT ITS Tekno Sains.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari transformasi The New PLN 4.0 yang mengusung digitalisasi, efisiensi, dan keberpihakan pada energi bersih. Dengan perencanaan yang matang, PLN UID Lampung menegaskan perannya sebagai pelayan rakyat dalam menghadirkan terang hingga ke seluruh pelosok provinsi.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Bandar Lampung

Eva Dwiana Hadiri Konferensi Pers Rakernas APEKSI XVIII, Soroti Mitigasi Banjir Perkotaan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Sumatera Utara. Setibanya di Medan, Eva Dwiana langsung mengikuti konferensi pers bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Wali Kota Solo, dan Wali Kota Ternate di Ruang Rapat Pemerintah Kota Medan, Selasa (30/6/2026).

Dalam konferensi pers tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 diikuti oleh 96 pemerintah kota dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi Kota Medan hingga sekitar Rp17 miliar melalui sektor penyelenggaraan acara, perhotelan, UMKM, kuliner, dan transportasi.

Rakernas APEKSI XVIII menjadi forum strategis bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi, berbagi pengalaman, serta bertukar inovasi dalam pembangunan daerah. Sejumlah agenda turut digelar, di antaranya Indonesia City Expo, forum tematik, Dialog Kota Tangguh, Karnaval Nusantara, hingga bazar UMKM yang melibatkan ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian masyarakat adalah Karnaval Nusantara yang diikuti puluhan delegasi dari berbagai kota di Indonesia. Kegiatan tersebut menampilkan kekayaan seni, budaya, dan tradisi daerah sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menegaskan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Rakernas APEKSI XVIII merupakan wujud komitmen untuk memperkuat kerja sama antardaerah, termasuk membahas strategi mitigasi banjir di kawasan perkotaan.

“Melalui Rakernas APEKSI XVIII ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen memperkuat kolaborasi antardaerah, memperluas jejaring kerja sama, serta mengadopsi berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Eva Dwiana.

Selain itu, Eva menyebut pembahasan mengenai penanganan banjir di wilayah perkotaan menjadi salah satu fokus penting, mengingat persoalan tersebut menjadi tantangan bersama yang dihadapi banyak kota di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarkepala daerah, diharapkan lahir solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi pembangunan perkotaan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading