Ruwajurai
Ziarah Dan Upacara Tabur Bunga Hari Pengayoman ke-80, Kemenkum Lampung Hormati Jasa Para Pahlawan
Alteripost Lampung – Dalam rangka memperingati Hari Pengayoman ke-80 Tahun 2025, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung melaksanakan upacara tabur bunga dan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung Karang. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara. Kamis (24/07/2025).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Benny Daryono, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Seluruh peserta tampak mengikuti prosesi dengan penuh hormat, diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan doa dan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pejuang.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Laila Yunara dan sejumlah pejabat struktural Kanwil Kemenkum Lampung antara lain Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Sari Mesfriati, Kepala Bidang Pelayanan AHU, Arlisa Noviriantono, serta Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Yanvaldi Yanuar. Seluruh pegawai Kanwili juga mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan.
Upacara diawali dengan penghormatan dan doa untuk para pahlawan yang telah gugur. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti momen mengheningkan cipta yang dipimpin inspektur upacara. Setelah rangkaian upacara selesai, acara dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh jajaran pimpinan dan pegawai di monumen utama Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung Karang. Kemudian, kegiatan diakhiri dengan tabur bunga secara simbolis di pusara para pahlawan, sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Ziarah ini merupakan wujud nyata penghargaan dan penghormatan atas dedikasi, pengorbanan, dan jasa-jasa luhur para pejuang yang telah memberikan kontribusi besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta membangun fondasi bangsa. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat dan teladan bagi generasi penerus akan semangat juang yang tak pernah padam.
Dengan semangat “Menjaga Warisan Bangsa, Mewujudkan Reformasi Hukum untuk Menyongsong Masa Depan”, Kanwil Kemenkum Lampung berharap agar peringatan Hari Pengayoman ke-80 ini dapat menjadi momentum untuk terus menjaga nilai-nilai pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*)
Ekonomi dan Bisnis
HIPMI Lampung Dorong Sinergi Pengusaha, Pemerintah dan OJK Lewat FORBISDA 2026
Ampunnews Bandar Lampung – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Lampung menggelar kegiatan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) Tahun 2026 di Hotel Emersia, Senin (11/05/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang penguatan jejaring usaha, peningkatan literasi keuangan, serta kolaborasi strategis antar pelaku usaha muda di Provinsi Lampung.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Lampung periode 2025–2028, Gilang Ramadhan beserta jajaran pengurus HIPMI Lampung. Turut hadir mewakili Gubernur Lampung dari unsur Bappeda Provinsi Lampung, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dari OJK hadir Dwi Krisna Yudi Pramono yang turut memberikan sambutan sekaligus pemaparan terkait pentingnya literasi dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Kegiatan FORBISDA ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Arienaldo Rahman yang menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis bagi para pengusaha muda untuk memperkuat konektivitas bisnis, memperluas wawasan usaha, serta membangun kolaborasi lintas sektor di Lampung.
“FORBISDA bukan hanya forum diskusi bisnis, tetapi juga wadah mempertemukan ide, inovasi, dan peluang kolaborasi antar pengusaha muda daerah. Kami ingin HIPMI Lampung menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Arienaldo dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan pentingnya sinergi antara pengusaha, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga jasa keuangan dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini menuntut para pelaku usaha muda untuk lebih inovatif, cerdas dalam pengelolaan keuangan, serta memahami regulasi dan perlindungan konsumen di era digitalisasi ekonomi.
“Kami ingin pengusaha muda Lampung tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap tata kelola usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan,” kata Gilang.
Dalam kesempatan tersebut, OJK menjadi salah satu fokus utama pembahasan seminar. Dwi Krisna Yudi Pramono menekankan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan terpercaya.
Ia menjelaskan bahwa OJK terus mendorong edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar semakin memahami produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.
“OJK hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dan pelaku usaha dalam menciptakan sektor jasa keuangan yang aman, sehat, dan inklusif. Pengusaha muda harus memahami pentingnya perlindungan konsumen dan pengelolaan keuangan yang bijak agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan,” ujar Dwi Krisna Yudi Pramono.
Selain memberikan edukasi terkait perlindungan konsumen dan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), OJK juga membuka ruang diskusi interaktif bersama peserta seminar terkait akses pembiayaan UMKM, digitalisasi layanan keuangan, hingga tantangan pengusaha muda dalam memperoleh permodalan usaha.
Kehadiran Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu turut memperkuat pesan pentingnya stabilitas keamanan dan kondusivitas daerah sebagai faktor pendukung pertumbuhan investasi dan dunia usaha di Lampung.
Forum bisnis ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, mulai dari pengusaha muda, pelaku UMKM, komunitas bisnis, hingga unsur organisasi kepemudaan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi seminar, diskusi, dan networking bisnis yang berlangsung sepanjang kegiatan.
Melalui FORBISDA 2026, HIPMI Lampung berharap tercipta kolaborasi nyata antara pengusaha muda, pemerintah, dan lembaga strategis seperti OJK dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. (Gus)

