Connect with us

Lampung Tengah

Bupati Lampung Tengah Meriahkan Jalan Sehat HUT ke-80 RI Bersama Kemenag

Published

on

Alteripost Lampung Tengah – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, turut serta dalam kegiatan jalan sehat sejauh 2 km yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Tengah, bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Acara yang berlangsung pada Jum’at pagi (15/8/2025) ini dimulai dari halaman Kantor Kemenag Lampung Tengah, Gunung Sugih, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat, ASN, serta pegawai instansi pemerintah daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Kantor Kemenag Lampung Tengah, Maryan Hasan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Lampung Tengah, serta peserta jalan sehat yang juga mengikuti sesi senam bersama usai kegiatan.

Bupati Ardito Wijaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang tidak hanya memperingati kemerdekaan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarinstansi dan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya bentuk rasa syukur kita atas kemerdekaan Indonesia yang ke-80, tetapi juga momentum penting untuk menjaga semangat kebersamaan, kebugaran, dan kolaborasi antar lembaga serta masyarakat. Terima kasih kepada Kemenag, BRI, dan BSI atas inisiasinya,” ujar Bupati.

Beliau juga berharap, semangat kemerdekaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh elemen di Lampung Tengah untuk terus bekerja sama dalam membangun daerah yang lebih maju, sehat, dan harmonis.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Gubernur Mirza-Bupati Ardito Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Published

on

Alteripost Lampung Tengah – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berupaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program kolaboratif, termasuk bersama Kejaksaan dan pemerintah daerah.

Hal ini disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Panen Raya dan Tanam Padi Musim Tanam Ketiga di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (14/8/2025).

Kegiatan yang digelar di lahan binaan Kejaksaan Negeri Lampung Tengah ini dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi H. Yandri Susanto, Jaksa Agung Muda Intelijen Prof. Dr. Reda Mantovani, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo, Bupati Lampung Tengah dr. H. Ardito Wijaya, unsur Forkopimda, serta ratusan petani.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa 67 persen masyarakat Lampung menggantungkan hidup dari sektor pertanian, terutama komoditas padi, jagung, dan singkong. Namun selama puluhan tahun, petani belum merasakan pendapatan maksimal akibat harga jual rendah, sulitnya akses pupuk, serta keterbatasan modal dan teknologi.

“Kebijakan Presiden Prabowo menetapkan harga gabah minimal Rp6.500 per kilogram menjadi angin segar bagi petani. Kenaikan harga ini mampu meningkatkan pendapatan hingga di atas Upah Minimum Regional, sehingga anak petani bisa sekolah, membeli pupuk, dan memperbaiki taraf hidup,” kata Gubernur Mirza.

Pemprov Lampung, lanjutnya, mendukung penuh kebijakan ini dengan mengawal proses dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit, pendampingan modal, hingga penyerapan hasil panen. Gubernur Mirza menilai, kolaborasi dengan Kejaksaan melalui program Petani Mitra Adhyaksa sangat efektif mengurangi kemiskinan dan kriminalitas berbasis ekonomi di pedesaan.

Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya melaporkan, panen musim kedua tahun ini mencakup lebih dari 4.000 hektare lahan dengan produksi sekitar 28,68 ton. Usai panen, 2.000 hektare lahan akan segera ditanami kembali. Program ini juga dibarengi bantuan alat dan sarana pertanian, seperti traktor, combine harvester, pompa air, dan 50 ton benih padi.

Jaksa Agung Muda Intelijen Prof. Reda Mantovani menambahkan, Kejaksaan memiliki tiga fokus utama dalam mendukung petani: pendampingan hukum untuk melindungi dari mafia pupuk dan sengketa lahan, penguatan akses teknologi dan pemasaran digital, serta pembangunan ekosistem pertanian berkelanjutan berbasis kemitraan.

“Kami ingin memastikan manfaat program langsung dirasakan petani, bukan hanya tertulis di atas kertas. Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa, dan petani adalah pahlawan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan panen bersama oleh Menteri Desa, Gubernur Lampung, dan Jaksa Agung Muda Intelijen, menandai komitmen bersama untuk menjadikan Lampung sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional. Program ini juga disertai dengan bantuan alat dan sarana pertanian, seperti traktor, combine harvester, pompa air, dan 50 ton benih padi.

Salah seorang Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Kabupaten Lampung Tengah Agus (45 tahun) menerangkan bahwa rata-rata hasil gabah kering panen sebanyak 8 Ton, jumlah tersebut berkurang 15 persen setelah diolah menjadi gabah kering giling, dan hasil akhir menjadi beras sekitar 5,5 Ton.

“Pupuk dan bibit di dapat dengan mudah, penjualan hasil panen juga mudah, harga gabah saat ini menguntungkan petani,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading