Bandar Lampung
20 Kecamatan di Bandar Lampung Gelar Doa Bersama Untuk Keutuhan Indonesia
Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggelar Istighosah dan Doa Bersama Untuk Keselamatan bangsa serentak di 20 Kecamatan sekota Bandar Lampung, Minggu 31 Agustus 2025.
Acara ini digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT, agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, serta keberkahan.
Kegiatan istighosah diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan dzikir, shalawat, serta doa bersama yang dipimpin oleh para Ulama dan Tokoh Agama. Dengan penuh khusyuk, jamaah mengangkat tangan, menundukkan hati, dan memohon ampunan atas segala dosa serta memohon perlindungan dari segala bentuk bencana, perpecahan, maupun ancaman yang dapat mengganggu keutuhan bangsa.
“Gejolak dan dinamika yang terjadi di berbagai daerah akhir-akhir ini tentu menjadi perhatian kita. Kita tak bisa mengandalkan upaya lahiriah semata, untuk itu sore ini kita berdoa dan satukan hati,” dikutip dari sambutan resmi Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Selain dimaknai sebagai ritual keagamaan, istighosah juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan antarwarga. Melalui doa bersama, terjalin semangat persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian sosial untuk menjaga persatuan bangsa.
“Kamtibmas adalah tanggung jawab kita. Mari kita menjaga negara kita, Provinsi kita dan kota Bandar Lampung agar selaku kondusif. Jangan mudah terprovokasi mari mengedepankan persatuan, dialog dan musyawarah. Mari kita menolak segala bentuk kekerasan dan anarkis yang justru merugikan,” tulis sambutan Walikota Eva Dwiana.(*)
Bandar Lampung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran
Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).
Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.
Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.
“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.
Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

