Bandar Lampung
Pemkot Bandar Lampung Bangun Dapur Makanan Bergizi Gratis di Tiga Kecamatan Percontohan
Alteripost Bandar Lampung – Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, meninjau langsung titik pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kecamatan Labuhan Ratu, dan Kecamatan Rajabasa, pada Senin (15/9/2025).
Ketiga kecamatan tersebut menjadi lokasi percontohan pembangunan SPPG dengan didirikannya Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan bentuk implementasi dari Program Makan Bergizi Gratis yang akan dipantau secara khusus oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung, melalui camat dan lurah setempat, mulai dari tahap pembangunan, penyediaan makanan sesuai standar kelayakan, hingga pendistribusian kepada masyarakat.
Walikota Eva Dwiana menjelaskan, program ini diharapkan mampu memastikan pemenuhan gizi anak berjalan optimal dan tepat sasaran. “Kami ingin memastikan anak-anak kita mendapat asupan gizi yang cukup. Pemerintah Kota akan mengawasi penuh agar program ini berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Dalam pengelolaannya, Pemkot Bandar Lampung akan bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Operasional dapur bergizi ini akan dijalankan oleh pegawai Pemkot dengan pendampingan langsung dari BGN.
Ke depan, Dapur Makanan Bergizi Gratis ditargetkan mampu melayani hingga 3.000 porsi makanan bergizi setiap harinya. Setelah berjalan optimal di tiga kecamatan percontohan, program ini akan diperluas ke kecamatan-kecamatan lain di Kota Bandar Lampung.(*)
Bandar Lampung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran
Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).
Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.
Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.
“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.
Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

