Lampung
Pemprov Lampung Dukung Reforma Agraria
Alteripost.co Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Akhir, Penyelenggaraan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2025, dengan tema “Reforma Agraria yang Berkelanjutan dan Berdampak melalui Sinergi Multistakeholder,” di Aula Kantor BPN Provinsi Lampung, Kamis (18/9/2025).
Dalam sambutannya, Sekdaprov Marindo Kurniawan membacakan pesan tertulis Gubernur Mirza yang menegaskan bahwa reforma agraria merupakan agenda strategis nasional untuk mewujudkan keadilan sosial. Program ini dijalankan melalui penataan penguasaan, pemilikan, dan pemanfaatan tanah, legalisasi aset, penguatan kelembagaan, penyelesaian konflik, serta pemberdayaan masyarakat sesuai Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023.
“Cita-cita besar reforma agraria tidak akan tercapai tanpa kerja nyata, komitmen kuat, dan kolaborasi lintas sektor. Skema ini harus dilaksanakan secara utuh, melalui integrasi pemberian aset dan pembukaan akses, agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ucap Sekdaprov Marindo.
Menurutnya, pelaksanaan reforma agraria tidak hanya sebatas dokumen atau data, tetapi harus menjadi transformasi sosial yang nyata. Pemprov Lampung berharap koordinasi lintas sektor dapat memperkuat sinergi antara pusat, daerah, hingga pemangku kepentingan desa.
Sementara, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Lampung sekaligus Ketua Pelaksana Harian GTRA, Hasan Basri Natamenggala, menyampaikan capaian terbaru dalam pelaksanaan program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Ia menyebut tim GTRA berhasil mengidentifikasi potensi objek reforma agraria seluas 1.207 hektare di Kabupaten Lampung Timur dengan subjek sebanyak 3.881 jiwa.
“Data yang dihasilkan sangat lengkap, baik objek maupun subjeknya. Potensi ini akan segera ditindaklanjuti melalui penataan aset. Kami berharap hasil ini bisa mempercepat realisasi reforma agraria di daerah,” ujar Hasan.
Hasan menjelaskan, lahan yang masuk dalam program di Lampung Timur berasal dari eks-penempatan kolonial Belanda yang kemudian berubah menjadi kawasan transmigrasi pada masa kemerdekaan. Status tanah tersebut dinilai clean and clear sehingga layak untuk ditindaklanjuti dalam program reforma agraria.
Meski demikian, Hasan menekankan reforma agraria tidak boleh berhenti pada penerbitan sertifikat tanah. Pemerintah juga harus memastikan akses masyarakat terhadap permodalan, pendampingan usaha, dan sarana produksi agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan.
“Profil usaha di lokasi tersebut masih sederhana. Karena itu, akses permodalan dan pendampingan sangat penting. Hal ini sejalan dengan tiga cita pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan ekosistem ekonomi berbasis desa,” tambahnya.
Hasan juga mengapresiasi kerja tim GTRA provinsi maupun kabupaten/kota yang telah menunjukkan dedikasi tinggi meski menghadapi banyak hambatan. Ia menekankan pentingnya membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa agar masyarakat tidak perlu bergantung pada lapangan pekerjaan di perkotaan.

Dalam kesempatan itu, Sekdaprov Marindo Kurniawan juga menyerahkan secara simbolis hasil kerja tim GTRA Provinsi Lampung kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Timur untuk segera ditindaklanjuti. Proses selanjutnya akan ditentukan apakah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau redistribusi tanah. (Rls)
Lampung
Pemprov Lampung Dukung Inovasi Kampus Dalam Penguatan UMKM
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku usaha untuk mengembangkan inovasi teknologi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, saat menghadiri puncak Dies Natalis ke-47 Fakultas Teknik Universitas Lampung (FT Unila) di area Fakultas Teknik Unila, Sabtu (17/10/2026).
Marindo secara resmi melepas peserta jalan sehat yang diikuti mahasiswa, alumni beserta keluarga, serta jajaran pimpinan dan staf Fakultas Teknik Unila.
Kemudian ia meninjau stan pameran inovasi dan rekayasa teknologi hasil karya sivitas
akademika. Peninjauan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemprov Lampung terhadap pengembangan teknologi di perguruan tinggi agar hasil penelitian tidak hanya menjadi karya akademis, tetapi juga dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.
Marindo juga mengunjungi stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan kegiatan. Keterlibatan pelaku UMKM membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung dan memperluas pasar.
Pemprov Lampung juga mendorong sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha agar inovasi kampus dapat berkembang, UMKM semakin berdaya saing, serta perekonomian daerah tumbuh secara inklusif.

Kegiatan ditutup dengan pengundian hadiah atau doorprize. Marindo turut melakukan pengundian dan menyerahkan hadiah kepada peserta jalan sehat yang beruntung.
Melalui momentum ini, Pemprov Lampung berharap kolaborasi dunia pendidikan dan sektor usaha dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan dan kemajuan ekonomi daerah. (Rls)

