Connect with us

Lampung

Taring Lampung Silaturahmi ke Diskominfotik, Teguhkan Sinergi Media dan Pemerintah

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Organisasi Pers Pewarta Dalam Jaringan (Taring) bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung berkomitmen membangun ekosistem jurnalisme yang berkualitas dan berintegritas.

Komitmen tersebut terbangun saat jajaran Taring Lampung bersilaturahmi dengan Kepala Diskominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, di ruang kerjanya, Senin (13/10/2025).

“Kami sangat mendukung kehadiran Taring di Lampung. Semoga dapat mewarnai dunia jurnalisme di daerah ini. Bagus, teman-teman membentuk organisasi seperti ini. Yang terpenting adalah membangun kekompakan,” ujar Ganjar.

Ganjar berharap, keberadaan Taring dengan puluhan jurnalis anggotanya mampu mengedepankan kebenaran, akurasi, independensi, dan objektivitas dalam setiap penyajian informasi kepada publik.

“Semua media itu sama, hanya nasibnya yang berbeda-beda,” ucapnya sambil bergurau. “Yang penting, bagaimana media mampu membangun jurnalisme yang mudah dipahami masyarakat.”

Sementara itu, Ketua Taring Lampung, Yusmart DS, menyampaikan apresiasi kepada Diskominfotik yang dinilai telah berperan aktif membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat, transparan, dan akuntabel.

“Sebagai penghubung antara pemerintah dan media, kami berharap Diskominfotik terus menjamin kebebasan pers bagi pewarta yang menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kadiskominfotik didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik, Muhammad Afrizal Arsyita.

Sedangkan dari pihak Taring, hadir Dewan Pengawas Juanda Hipni, Dewan Kehormatan Wahyudi, Wakil Ketua Slamet Hendri Tjaja, Sekretaris dan Bendahara Asmarani dan Arta Meikty Fora, serta sejumlah kepala bidang lainnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading