Lampung
Hasil Musprov ke-VIII, Tetapkan Thomas Amirico Nakhodai PDBI Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-VIII Tahun 2025 bertempat di Ruang Sungkai Balai Keratun Kantor Gubernur, Selasa (28/10/2025).
Musyawarah PDBI Provinsi Lampung ke -VIII Tahun 2025 digelar dengan mengusung tema ‘Kolaborasi dan Sinergi Menuju Drumband Meraih Prestasi Tertinggi’ sebagai wujud komitmen PDBI untuk terus mendorong kemajuan dan prestasi drumband di Provinsi Lampung.
Dari hasil musyawarah, menyepakati bahwa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Provinsi Lampung masa bakti 2025-2029. Penetapan ini ditandai dengan penyerahan bendera pataka serta program kerja PDBI Tahun 2025 dari Pengurus Besar (PB) PDBI kepada ketua terpilih.
Ketua terpilih, Thomas Amirico dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan menegaskan komitmennya untuk memajukan olahraga drumband di seluruh tingkatan pendidikan.
“Sudah menjadi tugas kita kedepan bagaimana mendorong eksistensi di level tingkatan satuan pendidikan tapi juga bagaimana mendorong bibit-bibit berpotensi bisa berprestasi ditingkat nasional seperti di PON yang menjadi agenda nasional bergengsi yang bisa membawa nama baik Provinsi Lampung,” tegasnya.
Thomas juga menegaskan bahwa diperlukan semangat kebersamaan dan transparansi dalam menjalankan amanah organisasi.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan. Mudah-mudahan amanah ini bisa dijalankan bersama, karena tidak mungkin ini saya jalani sendiri. Intinya saya dan teman-teman semua ingin fair, semua harus terlibat, transparan, dan karena niat kita adalah membesarkan organisasi, bukan hidup dari organisasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi semangat kolaboratif yang terbangun di tubuh PDBI Lampung.
“Saya berharap sinergi dan kolaborasi ini terus kita tanamkan sebagai upaya kita dalam membangun PDBI kedepan supaya lebih solid. PDBI provinsi Lampung harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat,” tegasnya.
Taufik juga mendorong seluruh pihak terkait untuk terus berkomitmen dalam memperkuat struktur organisasi di tiap tingkatan serta memperbaiki manajemen program pembinaan yang lebih terarah.
“Saya ingin mengajak kita semua membangun sinergi yang baik antara pihak-pihak yang terkait. Kita harus bahu membahu dalam mewujudkan tujuan bersama yaitu mencetak atlet-atlet drumband yang berprestasi serta menjadikan olahraga drumband sebagai bagian dari kebanggaan masyarakat Lampung,” pungkasnya. (Rls)
Lampung
Pemprov Lampung Terus Memperkuat Pengembangan Kawasan Industri
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pengembangan sejumlah kawasan industri strategis sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas penyerapan tenaga kerja, meningkatkan ekspor, serta memperkuat daya saing daerah. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Kawasan Industri Katibung yang diproyeksikan mendukung penguatan industri hilir dan kemandirian energi nasional.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kawasan Industri bertempat di Ruang Pepadun Kantor Gubernur, Jumat (16/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa percepatan pengembangan kawasan industri membutuhkan sinergi seluruh pihak yang tergabung dalam tim percepatan, sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Ia meminta seluruh anggota tim mengawal proses pengembangan secara terpadu, mulai dari pemenuhan persyaratan, koordinasi dengan pemerintah pusat, hingga penjajakan kerja sama dengan calon investor.
“Pada saatnya nanti, ini tidak bisa berjalan secara parsial. Kita harus bersama-sama mengawal proses ini sesuai dengan tugas masing-masing dan terus melaporkan perkembangannya kepada Pak Gubernur,” ujar Marindo.
Marindo juga mendorong agar peluang pengembangan kawasan industri dipromosikan melalui Lampung Forum Investment (FOILA), yang diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pemilik potensi investasi dan calon investor.
Melalui forum tersebut, Pemprov Lampung berharap dapat menarik minat investor yang bersedia menjadi anchor investor atau investor utama untuk mendukung pengembangan kawasan industri. Persiapan promosi, termasuk penyediaan materi informasi dan publikasi, akan dilakukan menjelang pelaksanaan FOILA mendatang.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa investasi menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melengkapi upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian, pengembangan industri hilir, dan penguatan sektor jasa, termasuk pariwisata.
Menurutnya, investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, serta memperkuat struktur ekonomi Lampung yang lebih produktif.
Dalam rapat tersebut, Mulyadi menyampaikan perkembangan sejumlah rencana pengembangan kawasan industri, termasuk kawasan industri Mayapada dan PISEL, yang ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama/ groundbreaking pada Desember 2026.
Ia juga menyoroti pengembangan Kawasan Industri Katibung yang telah ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Lampung dan PT Minamas. Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu penggerak pengembangan industri hilir sekaligus mendukung agenda kemandirian energi nasional.
Mulyadi menjelaskan bahwa penyelesaian studi kelayakan feasibility study/FS menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan rencana pengembangan kawasan tersebut. Kajian itu diharapkan mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga dapat menjadi dasar pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah pusat.
“Kita berharap finalisasi feasibility study ini bisa diselesaikan sebelum Desember, sehingga menjadi bahan bagi Pemprov Lampung untuk melaporkan kesiapan daerah dalam mendukung cita-cita kemandirian energi nasional,” ujarnya.
Dalam rencana pengembangannya, Kawasan Industri Katibung diarahkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan minyak mentah refinery, industri hilir oleokimia, serta industri kimia lainnya. Kawasan ini juga direncanakan memiliki terminal khusus guna mendukung kegiatan logistik dan distribusi.
Pengembangan Katibung juga ditempatkan dalam konteks kebutuhan energi nasional dan dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan serta distribusi bahan bakar. Karena itu, kajian pengembangan kawasan diharapkan dapat memperkuat kesiapan Lampung dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi dan pengembangan industri hilir.
Selain pengembangan kawasan industri, rapat tersebut membahas perkembangan Kawasan Industri Lampung (KAIL) dan rencana pengembangan tahap berikutnya. Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar pengembangan kawasan industri sesuai dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra usaha, Pemprov Lampung mendorong agar setiap tahapan pengembangan kawasan industri dapat berjalan terarah, mulai dari penyelesaian kajian, kesiapan lahan dan infrastruktur, hingga promosi kepada calon investor.
Upaya ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi, memperkuat hilirisasi sumber daya alam, serta menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam penguatan industri dan ketahanan energi nasional. (Red)

