Lampung Selatan
DPRD Lampung Selatan Dukung Penuh Kesiapsiagaan Bencana Musim Penghujan
Alteripost Lampung Selatan – Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Merik Hafiz, menghadiri apel kesiapan tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana pada musim penghujan, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Apel yang dipusatkan di Lapangan Polres Lampung Selatan itu diikuti oleh jajaran Forkopimda, BPBD, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Damkar, relawan, hingga berbagai unsur masyarakat. Acara ini sekaligus menjadi wujud sinergitas seluruh elemen dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Lampung Selatan.
Dalam sambutannya, Merik yang hadir mewakili Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusnelly, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam apel kesiapsiagaan tersebut.
“Kesiapan seperti ini sangat penting agar kita tidak gagap ketika bencana datang. Sinergi semua unsur, baik pemerintah, TNI-Polri, relawan, maupun masyarakat, adalah kunci meminimalisir dampak bencana,” ujar Merik.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kebencanaan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Kami di DPRD akan terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam penguatan mitigasi bencana, termasuk melalui kebijakan anggaran dan pengawasan program. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.
Dengan digelarnya apel tersebut, Merik berharap seluruh pihak semakin siap dan sigap dalam merespons setiap potensi bencana di Kabupaten Lampung Selatan.(*)
Lampung Selatan
Program Bedah Rumah Punya Aturan, Pemkab Jelaskan Kasus Nenek Asnah
Alteripost Kalianda – Kasus Nenek Asnah (64), warga Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung yang sempat viral di media sosial karena dianggap luput dari perhatian pemerintah, justru membuka pemahaman baru bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan bahwa bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah memiliki mekanisme dan syarat ketat agar benar-benar tepat sasaran.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lampung Selatan, Aflah Efendi, menjelaskan bahwa tidak semua rumah tidak layak huni otomatis bisa mendapatkan bantuan perbaikan. Program RTLH dirancang dengan regulasi yang jelas untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
Menurut Aflah, kasus yang dialami Nenek Asnah bukan karena pemerintah abai. Faktanya, Asnah telah menerima sejumlah bantuan sosial, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan lainnya dari Kementerian Sosial.
“Bantuan bedah rumah itu ada aturannya. Bukan berarti pemerintah tidak peduli, tapi harus sesuai ketentuan agar tidak salah sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rumah milik Nenek Asnah belum dapat diperbaiki melalui program tersebut karena berdiri di kawasan register hutan. Secara regulasi, lokasi tersebut tidak diperbolehkan untuk pembangunan atau renovasi menggunakan dana bantuan pemerintah.
Aflah kemudian mengedukasi masyarakat terkait syarat penerima bantuan RTLH. Di antaranya, lahan harus milik pribadi yang dibuktikan dengan sertifikat atau dokumen sah, rumah dalam kondisi tidak layak huni dan telah ditempati minimal satu tahun serta pemohon merupakan warga Lampung Selatan yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga.
Selain itu, calon penerima harus terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 5, belum pernah menerima bantuan serupa, serta memiliki surat pengantar dari desa yang diketahui camat. Syarat lainnya yang kerap terlewat adalah adanya swadaya dari penerima, meskipun dalam jumlah terbatas.
Di sisi lain, jumlah RTLH di Lampung Selatan masih cukup tinggi. Berdasarkan data, terdapat sekitar 8.400 unit rumah tidak layak huni yang membutuhkan penanganan bertahap.
“Karena jumlahnya banyak, tidak bisa diselesaikan sekaligus. Kami terus berupaya menambah kuota bantuan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi, DPR RI, hingga pihak swasta melalui CSR,” jelas Aflah.
Untuk tahun 2026, Pemkab Lampung Selatan telah mendapatkan alokasi sementara sebanyak 544 unit dari APBN melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sementara dari APBD, dialokasikan 123 unit melalui Program Rumah Layak Huni (RULANI), dengan kemungkinan penambahan kuota.
Aflah pun mengimbau masyarakat agar bersabar apabila usulan bantuan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menekankan pentingnya akses informasi yang akurat guna mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjadikan Dinas Kominfo sebagai pintu utama dalam memperoleh informasi terkait kebijakan pemerintah daerah.
“Kominfo siap membantu masyarakat mendapatkan informasi yang benar, sehingga tidak perlu bingung atau terburu-buru menyimpulkan tanpa klarifikasi,” ujar Hendry.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dengan menyaring informasi sebelum dibagikan ke publik.
“Pastikan informasi yang beredar itu benar. Jika ragu, masyarakat dapat langsung mengonfirmasi melalui Kominfo agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya.
Dengan penjelasan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami bahwa program bantuan, termasuk bedah rumah, dijalankan berdasarkan aturan yang ketat demi keadilan dan ketepatan sasaran.(*)

