Connect with us

Lampung Selatan

Wabup Syaiful Buka Job Fair 2025: Pemerintah Hadir Buka Peluang Kerja untuk Masyarakat

Published

on

Alteripost Kalianda – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan resmi membuka Job Fair 2025, yang digelar di Gedung Olahraga Way Handak (GWH) Kalianda, Kamis (6/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-69 Kabupaten Lampung Selatan dan disambut antusias ratusan pencari kerja sejak pagi.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, mewakili Bupati Radityo Egi Pratama. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta perwakilan perusahaan.

Dalam sambutannya, Wabup Syaiful menegaskan bahwa job fair bukan sekadar agenda tahunan, tetapi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperluas akses kerja dan menekan angka pengangguran terbuka.

“Job fair ini bukan sekadar acara rutinitas. Ini gerakan bersama untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha secara cepat, transparan, dan efektif,” ujarnya.

Tahun ini, sebanyak 45 perusahaan dari sektor industri, perbankan, ritel, manufaktur, perhotelan, hingga jasa turut berpartisipasi, dengan total 1.825 lowongan bagi lulusan SMA/SMK, diploma, sarjana, hingga tenaga kerja berpengalaman.

Wabup Syaiful juga mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin.

“Di balik angka pengangguran, terdapat harapan-harapan yang tertunda. Karena itu pemerintah harus hadir sebagai fasilitator untuk membuka peluang kerja yang lebih luas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti tantangan ketenagakerjaan di era digital, seperti perubahan pola kerja akibat otomatisasi dan pentingnya literasi teknologi. Ia menekankan perlunya peningkatan kompetensi SDM lokal agar mampu bersaing di pasar kerja modern.

“Tantangan dunia kerja ke depan adalah digital skills, critical thinking, dan kesiapan menghadapi otomatisasi. Kita harus mempersiapkan SDM lokal untuk bersaing,” tegasnya.

Selain itu, Syaiful mengingatkan agar perusahaan membuka kesempatan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.

Ia juga meminta perusahaan memberi prioritas bagi tenaga kerja asal Lampung Selatan dan melaporkan hasil rekrutmen ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat untuk mendukung akurasi data ketenagakerjaan.

Gelaran Job Fair 2025 Lampung Selatan akan berlangsung selama dua hari, 6-7 November, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, di GWH Kalianda. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading