Connect with us

Ruwajurai

Kanwil Kemenkum Lampung Tegaskan Komitmen WBK dan WBBM Tahun 2026

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Lampung melaksanakan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas (ZI) dan Pakta Integritas di Aula Kanwil Kemenkum Lampung, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan reformasi birokrasi serta komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani.
Penandatanganan komitmen bersama tersebut merupakan tindak lanjut arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum terkait pelaksanaan kinerja yang transparan dan akuntabel pada Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pejabat manajerial, nonmanajerial, serta pegawai di lingkungan Kanwil Kemenkum Lampung.
Komitmen ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Lampung Taufiqurrakhman, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Benny Daryono, Kepala Divisi P3H Laila Yunara, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Sari Mesfriati, Kepala Bidang Pelayanan AHU Arlisa Noviriantono, serta Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Yanvaldi Yanuar, dan disaksikan oleh seluruh pegawai.

Kegiatan ini juga menjadi momentum perkenalan Taufiqurrakhman sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Lampung yang baru, menggantikan Benny Daryono yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kakanwil.

Dalam laporan kegiatan, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Benny Daryono menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kakanwil Taufiqurrakhman, sekaligus memaparkan capaian dan prestasi Kanwil Kemenkum Lampung sepanjang Tahun 2025. Ia juga menegaskan kesiapan seluruh jajaran untuk mendukung kepemimpinan Kakanwil yang baru.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Lampung secara resmi menegaskan komitmen pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan menargetkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Tahun 2026, serta mendorong penguatan budaya integritas di seluruh unit kerja.

Kakanwil Kemenkum Lampung Taufiqurrakhman dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata.

“Pada Tahun 2025, Kanwil Kementerian Hukum Lampung telah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Capaian ini harus kita pertahankan melalui kinerja yang konsisten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan, sekaligus menjadi landasan untuk meraih predikat WBBM pada Tahun 2026,” tegasnya.

Ia berharap, penandatanganan komitmen bersama ini mampu menyatukan semangat dan langkah seluruh jajaran dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ruwajurai

Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.

Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.

Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.

Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading