Lampung
Menjaga Peninggalan Sejarah, Gerakan Senyap RMD Care di Rumah DASWATI
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dengan beberapa instrumentnya serta dibantu oleh peran Relawan membersihkan rumah Daerah Swatantra Tingkat I (DASWATI) yang merupakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) sejak tahun 2018.
Bedasarkan keprihatinan dan bentuk kepedulian secara langsung relawan RMD Care ini memilih bergerak senyap dengan berupaya keras membersihkan rumah yang menjadi cikal bakal provinsi Lampung itu.
“Ya, dasar hukum kita UU No 11 tahun 2010 tentang cagar budayadan peraturan pemerintah No 1 Tahun 2022 tentang register nasional pelestarian cagar budaya, jadi warga masyarakat dengan niat baik untuk pelestarian boleh berpartisipasi dengan cara merawat dan menjaganya,” kata Firman Ketua RMD Care, Senin (19/01/2026).
Firman menyebut rumah DASWATI kini kondisinya memprihatinkan, pohon-pohon tinggi menutupi, atap genteng sudah ambruk tembok juga demikian.
“Sehingga dengan niat baik atas arahan Gubernur Lampung kita berupaya setidaknya terlihat rapi dan bersih,” ujarnya.
Ia menyebut sejauh ini kegiatan pembersihan yang dilakukan relawan berjalan dengan baik berkat suport pemprov melalui Biro Umum.
“Kita bersama para relawan sudah melakukan pembersihan, khususnya area luar atau halaman, ini berjalan berkat suport biro umum Provinsi Lampung yang menyediakan peralatan lori dan sebagainya untuk mendukung pekerjaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Firman berharap semoga akan ada keberlanjutan dari Pemprov Lampung untuk menjaga rumah DASWATI yang merupakan bagian dari sejarah.
“Karena ini jadi harapan masyarakat Lampung, dari beberapa Gubernur belum terealisasi, semoga di kepemimpinan bapak Rahmat Mirzani Djausal ini diambil alih dan bibeli oleh pemprov pada individu yang memiliki saat ini,” harapnya.
Sekelumit soal rumah DASWATI banyak pihak berkomentar miring tapi hanya mampu berkomentar tanpa solusi tanpa saran apalagi gerakan, soal rumah ini bukan lagi rahasia umum bahwa kini posisinya berada ditangan pribadi sehingga menyulitkan pemerintah Provinsi merawat aset.
“Cerita dari jaman dulu ini sudah mau diambil alih Pemprov, tapi harga yang luar biasa jadi halangan karena tidak sesuai, objek cagar budaya tak boleh dirubah jadi individu ini hanya menguasai tanah, seharusnya ada kelapangan hati utuk negeri bukan hanya berpikir bisnis,” lajutnya.
Ia juga Optimis bahwa dibawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela minpi lama masyarakat Lampung bisa terealisasi, bahwa rumah daswati harus kembali menjadi aset Pemprov Lampung.
“Gubernur kita sangat visioner kami yakin beliau bisa menuntaskan dan mewujudkan harapan masyarakat Lampung, ini bisa jadi museum, tempatnya strategis, ada nilai historis dan ekonomis, bagi masyarakat nantinya” demikian Firman.
Diketahui, DASWATI adalah singkatan dari “Daerah Swatantra Tingkat I”, sebutan wilayah administratif sebelum menjadi provinsi mandiri.
Rumah ini menjadi saksi perumusan dan penetapan Lampung sebagai provinsi pada 18 Maret 1964, saat serah terima dari Sumatera Selatan.
Rumah Daswati adalah bangunan bersejarah di Bandar Lampung yang menjadi saksi kelahiran Provinsi Lampung, tempat serah terima pemerintahan tahun 1964.
Saat ini rumah Daswatu berstatus Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang kondisinya memprihatinkan, terletak di Jalan Tulang Bawang No. 11, dan butuh perhatian untuk pelestarian sebagai cagar budaya. (*)
Lampung
Berbekal Persiapan Matang, Wira Optimis Cabor Tenis Bakal Mendulang Emas di Porwanas
Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah hadir Langsung memberi motivasi untuk Cabang Olahraga Tenis Lamangan SIWO PWI Lampung dalam mempersiapkan atlet untuk pelaksanaan suksesi pekan olahraga wartawan Nasional (Porwanas) pada April 2027 mendatang.
Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah mengatakan, dirinya sangat optimis untuk mendulang medali emas dari cabor tenis lapangan.
“Saya menyaksikan langsung tenis lapangan ini selalu masuk semifinal dan final tiap PORWANAS jadi saya sangat optimis karena tau bagaimana SDM tenis lapangan ini,” katanya, di Lapangan Tenis Pemprov Lampung, Jumat (21/8/2026).
Dirinya juga yakin dengan atlet yang sudah memiliki banyak pengalaman, akan membawa tenis Lapangan di puncak prestasi.
“kuncinya disiplin, latihan yang keras agar mencapai apa yang kita harapkan. Bisa-bisa tadi harapanya satu emas bersyukur bisa dua,” harapnya.
Selain itu, Wira juga optimis kontingen PWI Lampung dari Cabor lain juga bakal maksimal dalam mendulang medali emas di rumah sendiri. Mengingat Provinsi Lampung kali ini menjadi tuan rumah HPN – Porwanas.
Ia juga menyampaikan dan mengajak seluruh anggota PWI Lampung untuk hadir pada 29 November, dalam rangka kick off HPN dengan PWI Running di Lapangan saburai.
“Itu sebagai gong perhelatan besar HPN dan PORWANAS, ketua MPR dan Menko pangan maupun pimpinan daerah siap hadir,” demikian Wirahadikusumah.
Sementara itu manager tenis Lapangan Lampung bapak Yudi Alfandri mengatakan, PORWANAS terakhir Lampung meraih 1 perak dan 2 perunggu ssmoga kedepan bisa ditiingkatkan.
“Kita berharap masih bisa meningkatkan perolehan medali, kita menaruh harapan besar,” ujarnya.
Yudi menjelaskan, dirinya selalu mengikuti Tenis Lapangan SIWO PWI Lampung.
“Saya tau kemampuan teman-teman ini, sering mendengar dan mengikuti, artinya sangat bagus, kita akan maksimalkan latihan untuk target-target yang menjadi harapan bersama,” jelasnya.
Sebagai penutup dia mengajak semua pihak bekerjasama untuk mewujudkan suksesi Tenis Lapangan di PORWANAS.
“Dengan bersama-sama saya yakin kita bisa,” tutupnya.
Menambahkan keduanya, satu nasehat juga hadir dari ketua Harian PORWANAS SIWO PWI Lampung, Supriyadi Alfian menitipkan amanah.
“Pertama saya izin menyampaikan pada ketua PWI bahwa ini manager adalah pilihan yang memang beliau hobi Tenis dan memiliki kapasitas,” ujarnya.
Sebagai tua rumah kata dia, kita harus menguasai Lapangan, mengusulkan nomor lomba, namun semua kembali pada kemampuan.
“Tapi dari semua itu skil jadi hal utama, maksimalkanlah, sudah lama tidak dapat emas terakhir tahun 2008 di Kalimantan Timur,” pesannya. (Rls)

