Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

HUT ke-60 Bank Lampung, Apresiasi Purnabakti dan Siap Melaju Lebih Kuat

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Hari ini, Sabtu (31/1/2026) Bank Lampung menggelar upacara bendera Peringatan hari jadinya yang Ke-60 Tahun bertempat di kantor pusat Bank Lampung.

Dalam sambutannya Pjs Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana mengungkapkan, 60 Tahun perjalanan Bank Lampung merupakan bukti komitmen dan dedikasi dalam melayani serta mendukung pembangunan ekonomi Provinsi Lampung.

“Pada momentum bersejarah ini , Bank Lampung meneguhkan langkah dengan semangat Greatest One, untuk terus bertumbuh menjadi bank yang unggul, terpercaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman” ujar Indra Merviana,.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi Bank Lampung yaitu menjadi bank terunggul pilihan utama masyarakat. Bank Lampung berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kinerja, serta menghadirkan inovasi perbankan yang memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan semangat Greatest One, Bank Lampung melangkah bersama masyarakat, tumbuh lebih kuat, dan menjadi pilihan utama untuk masa depan yang lebih baik.

Dalam upacara yang dihadiri oleh Komisaris Utama Bank Lampung, Direksi Bank Lampung, Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf, Purnabakti Pengurus dan Karyawan Bank Lampung, Vice President, Assistant Vice President UKK Bank Lampung, Branch Manager, Sub-Branch Manager Bank Lampung dan Sipilian Bank Lampung serta dilakukan penyerahan secara simbolis cindera mata kepada 17 purnabakti Bank Lampung dan 24 sipilian Bank Lampung dengan masa kerja 25 dan 30 Tahun.

Indra Merviana mengakui keberhasilan dalam pertumbuhan usaha Bank Lampung tentunya tidak lepas dari peran pendahulu yang telah merintis dan berjuang untuk Bank Lampung serta kerja keras seluruh Sipilian Bank Lampung.

Untuk itu ia menyampaikan penghargaan yang tinggi atas dukungan dan support yang telah diberikan dan telah melaksanakan tugas dengan baik untuk mencapai prestasi dan kinerja Bank Lampung yang unggul. “Kami juga mengajak seluruh Sipilian Bank Lampung untuk saling bahu membahu membangun Bank Lampung tercinta ini melalui tata nilai budaya Bank Lampung, SIPIL : Sinergi, Integritas, Profesional, Inovatif dan Loyal” katanya.

Sementara itu, usai pelaksanakan upacara bendera masih bertempat di kantor pusat Bank Lampung digelar acara pelepasan Direktur Utama Bank Lampung sebelumnya Mahdi Yusuf yang kini menjabat sebagai Direktur Legal & Compliance BRI.

Acara pelepasan mantan orang nomor satu di Bank Lampung tersebut berlangsung penuh haru. Dalam kesempatan ini Pjs Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama Bank Lampung sebelumnya Mahdi Yusuf atas dedikasi dan pengorbanan beliau sehingga bisa membawa langkah Bank Lampung pada hari ini.

Rangkaian kegiatan HUT Ke-60 Bank Lampung sendiri belum usai. Pasalnya Puncak peringatan HUT Ke-60 Bank Lampung akan dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2026 mendatang. Dimana, Bank Lampung menggelar event akbar Bank Lampung Run 2026 berlokasi di bunderan Gajah Enggal yang akan diikuti oleh sekitar lima ribuan peserta.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

BI Lampung Ungkap Ekonomi Tetap Tumbuh, Hilirisasi Jadi Kunci 2026

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Semester I 2026 pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi kebijakan serta meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kondisi dan prospek ekonomi daerah.

Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.

Dalam pemaparan, disampaikan bahwa perekonomian Provinsi Lampung tetap menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,54 persen (year-on-year), sementara secara keseluruhan tahun 2025 mencapai 5,28 persen (cumulative to cumulative). Kinerja ini terutama ditopang oleh sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung.

Mengusung tema “Penguatan Model Bisnis Komoditas Strategis dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung”, kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor unggulan, khususnya pertanian, dengan pendekatan hilirisasi dan integrasi hulu hingga hilir.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyampaikan bahwa capaian tinggi sektor pertanian pada periode sebelumnya menjadi tantangan tersendiri ke depan. Basis pertumbuhan yang sudah tinggi menuntut upaya ekstra untuk mempertahankan kinerja, terlebih di tengah risiko global yang masih membayangi pada 2026.

Ke depan, perekonomian Lampung pada Triwulan I 2026 diprakirakan tetap kuat, didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, serta peningkatan permintaan domestik pada periode long festive season seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026. Secara keseluruhan, ekonomi Lampung sepanjang 2026 diproyeksikan tumbuh solid dengan inflasi yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional.

Penguatan sektor pertanian dinilai perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas, yang didukung oleh penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya hingga pemasaran, melalui kolaborasi lintas sektor.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong program strategis, salah satunya melalui program unggulan Desaku Maju. Program ini mengembangkan ekosistem ekonomi desa secara terintegrasi dengan mengedepankan inovasi, guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan fiskal.

Dari sisi kebijakan nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan produksi dan hilirisasi komoditas hortikultura melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani dan integrasi rantai pasok.

Sementara itu, PT Food Station Tjipinang Jaya menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, termasuk melalui pengembangan sistem informasi komoditas seperti food hub untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga keseimbangan pasokan.

Di sisi lain, EPTILU menekankan pentingnya pengembangan model bisnis pertanian terintegrasi (closed loop), yang menghubungkan proses produksi hingga pemasaran melalui pendampingan dan monitoring. Model ini dinilai mampu menjaga kualitas, kepastian pasar, serta stabilitas harga, sekaligus memperkuat posisi strategis Lampung sebagai simpul perdagangan antara Sumatera dan Jawa.

Diskusi juga mengangkat sejumlah isu strategis, seperti masih tingginya aliran keluar komoditas dalam bentuk bahan mentah, keterbatasan kualitas lahan, serta belum optimalnya nilai tambah sektor pertanian. Selain itu, aspek pembiayaan dinilai belum sepenuhnya mendukung pengembangan usaha secara optimal.

Perbankan pun menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan sektor ini melalui peningkatan konektivitas antara petani dan pelaku pasar, dengan tetap menekankan pentingnya kelembagaan dan model bisnis yang kuat.

Sebagai tindak lanjut, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kelembagaan petani, pengembangan sistem informasi komoditas terintegrasi, percepatan hilirisasi, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi Lampung yang lebih berdaya saing dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading