Connect with us

DPRD

DPRD Lampung: Regulasi Singkong Beri Dampak Positif bagi Ekonomi Daerah

Published

on

Alteripost Lampung – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. Mayoritas penduduk Lampung berprofesi sebagai petani dengan komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, dan kopi.

“Tidak dapat kita pungkiri bahwa salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung berasal dari sektor pertanian,” ujar Mikdar saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, pada masa pemerintahan gubernur saat ini, sejumlah komoditas unggulan Lampung telah memiliki standar Harga Eceran Terendah (HET), yakni padi Rp6.500 per kilogram, jagung Rp5.600 per kilogram, dan singkong Rp1.350 per kilogram dengan potongan rafaksi. Harga tersebut ditegaskan tidak boleh berada di bawah batas yang telah ditetapkan.

Menurut Mikdar, sebelum kebijakan HET diberlakukan, harga hasil panen kerap dimainkan pembeli sehingga petani berada pada posisi tawar yang lemah. Petani sering dihadapkan pada pilihan sulit: menahan hasil panen dengan risiko rusak atau menjualnya dengan harga rendah.

“Dengan adanya standar harga minimal ini, petani kini memiliki kepastian pendapatan yang lebih layak,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan peraturan gubernur dan peraturan daerah terkait komoditas singkong turut memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung.

Mikdar optimistis, dengan kebijakan tersebut, perekonomian Lampung akan terus membaik dan berpotensi menjadi salah satu yang tertinggi di Pulau Sumatera.

Lebih lanjut, Komisi II DPRD Lampung, kata dia, akan terus mendorong pemerintah daerah agar sektor pertanian semakin maju melalui dukungan bibit, pupuk, dan sarana produksi lainnya.

“Meski pupuk subsidi telah tersedia, petani tetap harus menebusnya. Karena itu, kami berharap ada bantuan tambahan dari pemerintah daerah,” tegasnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

DPRD

Naniek Pimpin BGN, DPRD Lampung Siap Perkuat Kolaborasi Program Gizi Nasional

Published

on

Alteripost Bandar Lampung– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, SE. MBA menyatakan dukungan penuh atas pengangkatan Naniek S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana.

Langkah taktis Presiden dalam melakukan penyegaran kepemimpinan ini diyakini sebagai upaya optimalisasi program ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional ke depan. ungkap Giri, Selasa (2/6/2026).

Giri menegaskan bahwa penunjukan ini dipastikan telah melalui proses evaluasi yang sangat matang oleh Presiden.

“Semua komponen bangsa siap merapatkan barisan dan memberikan dukungan total untuk langkah-langkah strategis BGN di bawah komando Ibu Naniek S. Deyang,” ujar Giri.

Sebagai pimpinan legislatif di daerah, Giri menegaskan kesiapan total Provinsi Lampung dalam menyukseskan program nasional ini.

Lampung dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi penyokong utama keberlanjutan program gizi.

Infrastruktur Siap: Fasilitas dan jalur distribusi daerah siap dioptimalkan.
Komitmen Daerah: Penuh mendukung agar program MBG berjalan lebih baik.
Sinergi Pusat-Daerah: Menyelaraskan kebijakan lokal dengan target BGN. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading