Connect with us

Lampung

HPN dan PORWANAS 2027 Digelar di Lampung, Ini Komitmen Gubernur

Published

on

Alteripost Banten – Gubernur Lampung Rachmat Mirzani Djausal menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang menetapkan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS) tahun 2027.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung siap memberikan dukungan penuh agar Lampung dapat menjadi tuan rumah yang baik dan sukses.

“Saya sebagai Gubernur Lampung mewakili pemerintah provinsi sangat bersemangat dan bersenang hati karena diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah HPN dan PORWANAS 2027,” ujar Gubernur usai menghadiri puncak peringatan HPN di halaman Masjid Albantani, Kompleks Pemerintah Provinsi Banten, Senin (9/2/2026).

Gubernur juga mengapresiasi pelaksanaan HPN di Banten yang dinilainya berlangsung sangat baik dengan nuansa kekeluargaan. Menurutnya, hal tersebut menjadi wujud dukungan pemerintah dalam memperkuat pers Indonesia.

Sebagai provinsi yang dikenal sebagai pintu gerbang Sumatera, Lampung, kata dia, siap menyambut insan pers dari seluruh Indonesia.

Rachmat Mirzani Djausal turut mengucapkan selamat kepada Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis atas diraihnya Anugerah Kebudayaan PWI. Ia juga menyampaikan kebanggaan atas tampilnya budaya Lampung melalui tarian Bedayo Abung Siwo Mego pada pentas kebudayaan HPN di Banten.

“Kita sangat senang karena Provinsi Lampung sedang gencar memperkuat budaya daerah. Alhamdulillah diakui oleh PWI Pusat bahwa Lampung merupakan provinsi yang bersemangat dalam melestarikan adat dan budaya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir mengapresiasi komitmen Pemprov Lampung dalam mendukung penyelenggaraan HPN dan PORWANAS 2027.

“Surat dukungan Gubernur Lampung sudah dibahas di Rakernas SIWO dan Konferensi Kerja Nasional. Dari dua agenda besar itu langsung diputuskan Lampung sebagai tuan rumah HPN dan PORWANAS 2027,” jelas Munir.

Ia menambahkan, PWI Pusat akan segera menindaklanjuti surat dukungan tersebut serta membahas berbagai aspek kebijakan dan teknis guna menyukseskan HPN dan PORWANAS di Lampung.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading