Connect with us

Lampung

Jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H, TPID Lampung Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga Pangan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Periode Ramadan dan Idulfitri secara historis kerap diikuti peningkatan konsumsi masyarakat yang berpotensi memicu tekanan harga, terutama pada komoditas pangan strategis. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, digelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Lampung guna menyelaraskan kebijakan lintas sektor agar stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga hingga tingkat konsumen.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung dan para pemangku kepentingan memperkuat koordinasi pengendalian inflasi. Langkah ini difokuskan pada menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga bahan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Gubernur Lampung berharap melalui HLM TPID seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi, memperjelas pembagian tugas, serta meningkatkan respons cepat terhadap potensi gejolak harga. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia memaparkan perkembangan inflasi terkini serta risiko inflasi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang umumnya bersumber dari kelompok volatile food.
“Penguatan sisi hulu perlu diintegrasikan dengan pascapanen, hilirisasi, dan distribusi dalam satu ekosistem sinergi agar pasokan terjaga dan harga lebih stabil,” ujar Bimo.

Pemerintah Provinsi Lampung juga menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui optimalisasi produksi internal daerah, penguatan cadangan pangan, serta peningkatan kelancaran distribusi antardaerah. Upaya tersebut diperkuat melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar di wilayah yang mengalami tekanan harga.

Dari aspek pengamanan, Satgas Pangan bersama aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan rantai distribusi untuk mencegah penimbunan dan spekulasi harga, sekaligus memastikan pangan yang beredar aman dan bermutu.

Perum BULOG menyatakan kesiapan stok cadangan beras pemerintah yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Lampung dan siap disalurkan sesuai kebutuhan. Sementara itu, Pertamina memastikan kesiapan pasokan energi, termasuk BBM dan LPG selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Dinas Perhubungan Provinsi Lampung turut memaparkan kesiapan sarana dan prasarana transportasi guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading