Connect with us

Lampung

Komitmen Pendidikan Berkelanjutan, PLN UID Lampung Terima Penghargaan CSR Pemprov Lampung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Komitmen PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali mendapat apresiasi. Pemerintah Provinsi Lampung menganugerahkan Piagam Penghargaan CSR kepada PLN UID Lampung atas kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi aktif PLN dalam menjalankan program CSR yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Lampung.

Pemerintah Provinsi Lampung mencatat prestasi membanggakan dengan meraih predikat kualitas tertinggi tanpa maladministrasi dalam Penilaian Opini Pelayanan Publik Tahun 2025. Capaian ini menjadikan Lampung sebagai satu-satunya pemerintah provinsi di Indonesia yang masuk kategori tertinggi.

Gubernur Lampung menegaskan, penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan standar minimum yang harus terus dijaga melalui percepatan layanan, digitalisasi, inovasi, serta penguatan integritas aparatur.

Komitmen tersebut menjadi langkah nyata Pemprov Lampung dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Komitmen PLN UID Lampung dalam mendukung dunia pendidikan diwujudkan secara konsisten dari tahun ke tahun, termasuk menjangkau masyarakat kepulauan sebagai upaya mendorong kesetaraan akses pendidikan antara wilayah pulau dan daratan.

Dalam dua tahun terakhir, PLN UID Lampung telah merealisasikan pembangunan laboratorium komputer sekaligus program peningkatan kapasitas (upskilling) tenaga pengajar di Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan pada 2023. Program ini memperkuat literasi digital dan membuka akses pembelajaran berbasis teknologi bagi siswa dan guru di wilayah dengan keterbatasan sarana pendidikan.

Program tersebut berlanjut pada 2024 melalui pembangunan laboratorium komputer di Pulau Legundi, Kabupaten Pesawaran. Selain penyediaan fasilitas, PLN UID Lampung juga menggandeng perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi guru di bidang teknologi informasi dan pembelajaran digital, sehingga sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Memasuki 2025, kontribusi PLN UID Lampung di bidang pendidikan semakin luas melalui berbagai program TJSL, antara lain pembangunan Asrama Pondok Pesantren Nurul Muhajirin di Lampung Utara, program Inspiring Srikandi dan Srikandi Goes to School di SLBN Sukamaju Lampung Utara, bantuan pengadaan komputer untuk sekolah menengah, serta pelatihan keterampilan berbasis teknologi melalui program konversi motor listrik sebagai bagian dari edukasi ekosistem energi hijau.

Seluruh program tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, guna mendorong akses pendidikan yang setara, inklusif, dan berkelanjutan.

General Manager PT PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menyampaikan apresiasi atas penghargaan dari Pemprov Lampung. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kontribusi sosial yang berkelanjutan.
“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi PLN untuk terus memperkuat komitmen dalam menjalankan program TJSL, khususnya di bidang pendidikan. Kami percaya investasi pada pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menegaskan, program TJSL PLN dirancang selaras dengan SDGs, dengan fokus pada peningkatan akses pendidikan yang setara, inklusif, dan berbasis teknologi. “Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, perguruan tinggi, dan masyarakat, PLN berkomitmen untuk terus hadir memberikan manfaat nyata, tidak hanya melalui layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga kontribusi aktif dalam pembangunan sosial dan peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung,” tutup Rizky.

Penghargaan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadirkan program TJSL yang berdampak luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading