Tulang Bawang
Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemkab Tuba Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
Alteripost Tulang Bawang – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan melakukan monitoring kondisi pangan di Gudang Bulog dan Pasar Unit II, Kecamatan Banjar Agung, Rabu (11/2/2026).
Monitoring dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pangan menjelang Bulan Suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya perwakilan Badan Pangan Nasional, Kodim 0426/TB, Polres, Kejaksaan Negeri, Badan POM, Bulog, Satpol PP, Dinas KPTPHP, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabag Perekonomian dan SDA, Camat Banjar Agung, serta Camat Menggala.
Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Tulang Bawang, Thuhir Alam, mewakili Bupati Tulang Bawang, menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim telah melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Alhamdulillah, hasil di lapangan menunjukkan kondisi stok pangan seperti beras, gula, tepung, telur, dan berbagai sayuran kebutuhan sehari-hari dalam kondisi aman dan tercukupi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, harga jual bahan pangan di tingkat gudang maupun pasar masih relatif stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Contohnya beras di gudang Bulog. Stok yang tersedia sebelumnya mencapai 14 ribu ton, dan hari ini kembali masuk 3 ribu ton. Sehingga dapat dipastikan stok beras ke depan aman,” paparnya.
Menurutnya, monitoring akan terus dilakukan secara berkala, terutama mendekati Idulfitri, guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan di masyarakat.
“Kami berharap harga bahan pangan di gudang maupun pasar tetap stabil tanpa gejolak berarti menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026,” tandasnya. (Can)
Tulang Bawang
Dibuka Bupati Qudrotul Ikhwan, Dinas Pendidikan Tuba Gelar Seminar dan Workshop Great Teacher 2026
Alteripost Tulang Bawang – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang melalui Dinas Pendidikan setempat menggelar Seminar dan Workshop Great Teacher 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Menggala, Kamis, (12/3/ 2026).
Kegiatan yang berlangsung semarak tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tulangbawang, Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M.
Saat sambutannya Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan menuturkan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam perkembangan negara, karena melalui guru tercipta sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
Selain itu, dirinya juga menyadari bahwa sejauh ini masih banyak guru belum mendapatkan penghidupan yang layak. Hal itu berbanding terbalik dengan tugas dan tanggungjawab guru dalam mencerdaskan generasi penerus Bangsa.
“Tanpa guru saya dan mungkin kita semua tidak akan ada disini, artinya posisi strategis guru dalam kehidupan sehari-hari sering dikatakan pahlawan tanpa jasa. Ditengah segala keterbatasan mari kita berkolaborasi membangun dunia pendidikan yang lebih baik di Tulangbawang,” ajaknya.
Ia juga berharap walau ditengah keterbatasan yang ada, dirinya meminta pada guru agar tetap memberikan kontribusi yang maksimal untuk anak didiknya.
Bahkan dirinya mengajak para tenaga pendidik untuk membuka mata terhadap perkembangan digital yang kini tengah dialami di dalam negeri.
Hal senada dikatakan Sekjen PGRI Pusat Dudung Abdul Qodir dalam momen ini dirinya juga mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Tulangbawang dan PGRI Tulangbawang. Menurut dia, Seminar dan Workshop Great Teacher menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan SDM para dewan guru.
“Ini acara luar biasa, satu bukti acara ini luar biasa adalah komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan sinergi. Kalau saja PGRI selalu menerapkan empat hal itu, saya yakin PGRI Tulangbawang akan menjadi lokomotif perubahan di Provinsi Lampung,” terangnya.
Ditempat yang sama, Ketua PGRI Kabupaten Tulangbawang yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, M Ami Iswandi Ismed Balaw menegaskan, peningkatan kompetensi guru merupakan faktor krusial untuk menciptakan proses belajar yang menarik dan efektif.
“Guru harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, kebutuhan belajar siswa dan perubahan metode mengajar dari berbagai karakteristik yang ada saat ini,” ungkap dia. (Can)

