Lampung
Safari Ramadhan di Lampung Timur, Wagub Jihan Tegaskan Komitmen Pembangunan
Grahapost Lampung Timur – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi bersama santri dan masyarakat, di Pondok Pesantren As Sya’roniah, Desa Teluk Dalem, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, didampingi Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Wakil Bupati Lampung Timur Azwarhadi, Jajaran Pondok Pesantren As Sya’roniah, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Safari Ramadhan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat langsung.
Dalam sambutannya, Wagub Jihan menyampaikan bahwa Safari Ramadhan tahun ini juga bertepatan dengan satu tahun perjalanan kepemimpinan Kepala Daerah, Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.
“Perjalanan satu tahun bukanlah waktu yang singkat untuk dilewati begitu saja, tetapi harus dimanfaatkan untuk belajar, melakukan evaluasi, dan bermuhasabah sebagai bagian dari pemerintah, apakah sudah berada pada jalur visi dan misi yang dicanangkan sejak awal,” ujar Wagub Jihan.
Ia menambahkan, pembangunan di berbagai sektor seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan tetap berjalan meski dihadapkan pada tantangan fiskal, termasuk efisiensi dan defisit anggaran.
“Alhamdulillah, hingga hari ini kami masih membersamai masyarakat serta cita-cita dan mimpi pembangunan di Lampung, khususnya di Kabupaten Lampung Timur,” ujarnya.
Sebelum menghadiri kegiatan Safari Ramadhan, Wagub Jihan meninjau pembangunan infrastruktur yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Lampung untuk Kabupaten Lampung Timur, yakni ruas jalan Jabung–Simpang Labuhan Maringgai. Pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk rekonstruksi jalan tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Way Bungur telah mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan dijadwalkan dibangun pada 2026.
“Keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi dan kerja keras bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ujarnya.
Lebih dari itu, berbagai pembangunan, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi desa, akan terus diupayakan secara maksimal meski terdapat keterbatasan anggaran. Pemerintah, jelasnya, tetap berkomitmen menjalankan program-program prioritas.
“Mohon doa agar kami diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin daerah, serta dapat terus melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyalurkan sejumlah bantuan, antara lain dana hibah sebesar Rp30 juta untuk masjid serta santunan kepada anak yatim piatu yang diserahkan secara simbolis.
Rangkaian Safari Ramadhan diawali dengan pembukaan bazar pasar murah dan penyaluran bantuan kepada masyarakat. Program ini merupakan upaya pemerintah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga selama Ramadhan.
Melalui bazar yang dilaksanakan bekerja sama dengan Bulog, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan telur ayam.
Komoditas yang disediakan meliputi telur ayam Rp25.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, tepung terigu Rp9.000 per kilogram, serta beras SPHP Rp57.500 per 5 kilogram. (*)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

