Lampung
Sinergi OJK, BI dan Pemprov Lampung Perkuat Keuangan Syariah
Alteripost Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Lampung, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), MUI Lampung, Dewan Dakwah Provinsi Lampung, serta Dompet Dhuafa Lampung dan pelaku industri jasa keuangan syariah menyelenggarakan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) Tahun 2026 pada 27–28 Februari dan 1 Maret 2026 di Mall Boemi Kedaton, Bandar Lampung.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat kolaborasi pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.
Pada pembukaan 27 Februari 2026, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menegaskan bahwa penguatan ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan sinergi solid antar pemangku kepentingan. Fokus diarahkan pada pengembangan ekosistem produk halal, perluasan akses pembiayaan melalui business matching, serta penguatan literasi ekonomi syariah. Ia menekankan bahwa keuangan syariah bukan sekadar transaksi perbankan, melainkan instrumen penting pemberdayaan ekonomi umat.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Lampung, Ir. Bani Ispriyanto, M.M., mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan GERAK Syariah sebagai gerakan nyata memperkuat pondasi ekonomi syariah daerah. Dengan potensi UMKM yang besar dan karakter masyarakat yang religius, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis ekonomi syariah dapat menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Ragam Kegiatan Edukatif dan Sosial
Selama tiga hari, GERAK Syariah 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, inspiratif, dan sosial, antara lain:
Launching SIGAJAHKU Lampung (Sistem Informasi Gerakan Ajak Pilah Sampah Lingkungan Lampung), inovasi kolaborasi OJK dengan Rumah Inspirasi Sahabat Gajah berupa transformasi digital pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan pencatatan keuangan.
Talkshow keuangan syariah dan sosialisasi sertifikasi halal.
Business matching pembiayaan syariah bagi UMKM.
Layanan pembukaan rekening saham dan asuransi syariah.
Penggalangan wakaf produktif serta santunan bagi anak yatim dan dhuafa.
Kegiatan juga dimeriahkan dengan lomba Seni Hadrah, FinDa’i Cilik, Lomba Cerdas Cermat Islami, serta Lomba Video Reels Instagram bertema keuangan syariah guna mendorong literasi digital dan partisipasi generasi muda.
Rangkaian Pre-Event
Sebelum pembukaan, OJK Lampung telah menggelar sejumlah kegiatan pre-event, meliputi:
Training of Trainers (ToT) Penyuluh Agama.
Podcast Keuangan Syariah.
Pencanangan dua Program EPIKS (Ekosistem Pusat Inklusif Keuangan Syariah) di Ponpes Abu Dzar Al Ghifari Lampung Timur dan Ponpes Al-Muhsin Metro.
Harapan Keberlanjutan
Pada penutupan 1 Maret 2026, kegiatan dihadiri Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung Ir. August Riko, S.A., S.T., M.U.M., selaku perwakilan Gubernur Lampung, Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy, serta perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung.
Otto Fitriandy berharap sinergi yang terbangun melalui GERAK Syariah 2026 dapat terus diperkuat dan berkelanjutan guna meningkatkan inklusi keuangan syariah, memperluas pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan syariah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan.
Melalui penyelenggaraan GERAK Syariah 2026, OJK Provinsi Lampung optimistis ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Lampung semakin kokoh, adaptif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.(*)
Lampung
Pemprov Lampung Klaim Penanganan Kebakaran Terkendali dan Berhasil Cegah Api Masuk TN Way Kambas
Alteripost.co, Lampung Timur-
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung penanganan kebakaran yang terjadi di Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (23/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur bersama Kepala Balai TN Way Kambas, Bupati Lampung Timur, unsur TNI-Polri, BPBD, Forkopimda, serta jajaran terkait memantau kondisi di lapangan sekaligus memastikan upaya pemadaman dan mitigasi terus dilakukan.
Kebakaran diketahui terjadi sejak Jumat (21/8). Satu titik api sebelumnya telah berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8) malam. Namun, pada Minggu kembali terpantau muncul titik api di area ladang alang-alang yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Gubernur Mirza mengatakan, saat ini seluruh unsur terkait bergerak bersama untuk memastikan titik api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas menuju kawasan hutan TN Way Kambas.
“Alhamdulillah, tadi malam satu titik sudah berhasil dipadamkan oleh rekan-rekan di lapangan. Namun tadi siang muncul satu titik baru di area ladang alang-alang. Kita sedang melakukan mitigasi agar tidak terbawa ke hutan secara meluas,” ujar Gubernur Mirza.
Menurut Gubernur Mirza, kondisi titik api yang berada di area alang-alang dan dekat dengan sumber air membuat proses mitigasi relatif lebih mudah dilakukan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali meluas.
Gubernur Mirza mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam penanganan kebakaran, mulai dari TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, pengelola TN Way Kambas hingga unsur terkait lainnya.
“Kita bersatu padu menanggulangi kebakaran ini. Yang paling penting sekarang adalah memastikan api tidak meluas dan kondisi segera terkendali,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur Mirza memastikan kondisi satwa di TN Way Kambas juga terus dipantau. Sebelas kelompok gajah liar yang terpantau berada pada jarak terdekat sekitar 25 kilometer dari titik kebakaran, sementara gajah yang berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) dalam kondisi aman dan tidak terdampak.
“Gajah-gajah yang ada di TNWK terus dimonitor. Untuk kelompok gajah liar, jarak terdekat sekitar 25 kilometer dari titik ini, sementara yang ada di PLG insyaallah aman dan tidak terdampak,” ujar Gubernur Mirza.
Selain penanganan di lapangan, pemerintah juga terus mendorong langkah mitigasi jangka panjang melalui perlindungan kawasan, penataan kawasan, dan konservasi TN Way Kambas secara masif. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko kebakaran yang terjadi setiap tahun.
Gubernur Mirza menegaskan, pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan memastikan penanganan kebakaran berjalan hingga kondisi benar-benar aman.
“Kita terus melakukan mitigasi. Kita berdoa dan bekerja bersama agar kebakaran ini tidak meluas,” pungkasnya. (Rls)

