Lampung
Dihadiri Wakil Gubernur Lampung, Pemkab Tuba Gelar Musrenbang Tahun 2027
Alteripost Tulang Bawang – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027. Kegiatan ini digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Menggala, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan rencana kerja pemerintah daerah Tulangbawang tersebut dibuka langsung oleh wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Chalim dan jajaran. Hadir juga pada kesempatan itu Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan, wakil Bupati Hankam Hasan, serta sejumlah unsur Forkompinda lainnya dilingkup setempat.
Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan mengungkapkan bahwa penyusunan RKPD Kabupaten Tulangbawang Tahun 2027 merupakan tahapan strategis dalam siklus perencanaan pembangunan daerah.
“Dokumen ini menjadi penjabaran tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tulangbawang Tahun 2025-2029, yang memuat prioritas pembangunan daerah, program, serta kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun perencanaan,” paparnya.
Dirinya juga menjelaskan RKPD Tahun 2027 ini disusun dengan berpedoman pada RPJPD Kabupaten Tulangbawang Tahun 2025-2045 serta mengacu pada RPJMD Kabupaten Tulangbawang Tahun 2025-2029.
Selain itu, penyusunannya juga memperhatikan arah kebijakan pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN Tahun 2025-2029 serta RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2025-2029.
Oleh karena itu, seluruh proses perencanaan pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan secara terarah, terpadu, dan selaras dengan kebijakan pembangunan nasional dan provinsi, serta mendukung terwujudnya visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
“Perlu kami sampaikan juga bahwa Pelaksanaan pembangunan Kabupaten Tulangbawang pada tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator makro pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif,” ungkapnya.
Pihaknya meyakini bahwa dengan dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Tulangbawang akan mampu berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pangan dan kelautan di Provinsi Lampung.
“Oleh karena itu, melalui forum Musrenbang ini kami berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan yang konstruktif sehingga perencanaan pembangunan daerah yang kita susun benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat kedepannya,” tandasnya. (Can)
Lampung
Pemprov Lampung Terus Memperkuat Pengembangan Kawasan Industri
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pengembangan sejumlah kawasan industri strategis sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas penyerapan tenaga kerja, meningkatkan ekspor, serta memperkuat daya saing daerah. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Kawasan Industri Katibung yang diproyeksikan mendukung penguatan industri hilir dan kemandirian energi nasional.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kawasan Industri bertempat di Ruang Pepadun Kantor Gubernur, Jumat (16/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa percepatan pengembangan kawasan industri membutuhkan sinergi seluruh pihak yang tergabung dalam tim percepatan, sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Ia meminta seluruh anggota tim mengawal proses pengembangan secara terpadu, mulai dari pemenuhan persyaratan, koordinasi dengan pemerintah pusat, hingga penjajakan kerja sama dengan calon investor.
“Pada saatnya nanti, ini tidak bisa berjalan secara parsial. Kita harus bersama-sama mengawal proses ini sesuai dengan tugas masing-masing dan terus melaporkan perkembangannya kepada Pak Gubernur,” ujar Marindo.
Marindo juga mendorong agar peluang pengembangan kawasan industri dipromosikan melalui Lampung Forum Investment (FOILA), yang diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pemilik potensi investasi dan calon investor.
Melalui forum tersebut, Pemprov Lampung berharap dapat menarik minat investor yang bersedia menjadi anchor investor atau investor utama untuk mendukung pengembangan kawasan industri. Persiapan promosi, termasuk penyediaan materi informasi dan publikasi, akan dilakukan menjelang pelaksanaan FOILA mendatang.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa investasi menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melengkapi upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian, pengembangan industri hilir, dan penguatan sektor jasa, termasuk pariwisata.
Menurutnya, investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, serta memperkuat struktur ekonomi Lampung yang lebih produktif.
Dalam rapat tersebut, Mulyadi menyampaikan perkembangan sejumlah rencana pengembangan kawasan industri, termasuk kawasan industri Mayapada dan PISEL, yang ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama/ groundbreaking pada Desember 2026.
Ia juga menyoroti pengembangan Kawasan Industri Katibung yang telah ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Lampung dan PT Minamas. Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu penggerak pengembangan industri hilir sekaligus mendukung agenda kemandirian energi nasional.
Mulyadi menjelaskan bahwa penyelesaian studi kelayakan feasibility study/FS menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan rencana pengembangan kawasan tersebut. Kajian itu diharapkan mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga dapat menjadi dasar pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah pusat.
“Kita berharap finalisasi feasibility study ini bisa diselesaikan sebelum Desember, sehingga menjadi bahan bagi Pemprov Lampung untuk melaporkan kesiapan daerah dalam mendukung cita-cita kemandirian energi nasional,” ujarnya.
Dalam rencana pengembangannya, Kawasan Industri Katibung diarahkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan minyak mentah refinery, industri hilir oleokimia, serta industri kimia lainnya. Kawasan ini juga direncanakan memiliki terminal khusus guna mendukung kegiatan logistik dan distribusi.
Pengembangan Katibung juga ditempatkan dalam konteks kebutuhan energi nasional dan dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan serta distribusi bahan bakar. Karena itu, kajian pengembangan kawasan diharapkan dapat memperkuat kesiapan Lampung dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi dan pengembangan industri hilir.
Selain pengembangan kawasan industri, rapat tersebut membahas perkembangan Kawasan Industri Lampung (KAIL) dan rencana pengembangan tahap berikutnya. Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar pengembangan kawasan industri sesuai dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra usaha, Pemprov Lampung mendorong agar setiap tahapan pengembangan kawasan industri dapat berjalan terarah, mulai dari penyelesaian kajian, kesiapan lahan dan infrastruktur, hingga promosi kepada calon investor.
Upaya ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi, memperkuat hilirisasi sumber daya alam, serta menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam penguatan industri dan ketahanan energi nasional. (Red)

