Connect with us

Lampung

Pemprov Lampung Terus Bergerak Benahi Jalan Rusak

Published

on

Foto: Gubernur Mirza saat meninjau dan melakukan groundbreaking perbaikan Ruas kalirejo-bangun rejo di Kabupaten Lampung Tengah

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi memulai program perbaikan jalan Tahun Anggaran (TA) 2026 sebagai langkah nyata meningkatkan konektivitas dan kenyamanan masyarakat. Dimulainya program ini ditandai dengan groundbreaking oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di ruas Kalirejo–Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (3/4/2026).

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang akrab disapa Mirza, menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan jalan telah mulai berjalan sejak 1 April 2026 melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung.

“Sejak 1 April, perbaikan jalan sudah mulai dilakukan. Ini merupakan bagian dari kontrak yang telah direncanakan sebelumnya, khususnya untuk wilayah Lampung Tengah. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditentukan” ujar Mirza.

Ia menjelaskan, langkah ini sebagai jawaban bahwa Pemprov Lampung terus bergerak dalam membenahi jalan rusak yang domainnya berada di Provinsi. Kemudian, dalam program ini terdapat tiga ruas prioritas yang akan ditangani, yaitu Bangunrejo–Kalirejo sepanjang sekitar 7 kilometer, Kalirejo–Padang Ratu sepanjang 6 kilometer, serta Padang Ratu–Pekurun Udik sepanjang 4 kilometer.

“Total penanganan mencapai kurang lebih 16 kilometer. Seluruh ruas akan dibangun menggunakan konstruksi rigid beton agar lebih kuat, tahan lama, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.

Mirza menegaskan bahwa selain percepatan pembangunan, Pemprov Lampung juga menempatkan kualitas sebagai prioritas utama. Setiap tahapan pekerjaan akan dilaksanakan sesuai standar teknis yang ketat serta terdokumentasi secara transparan.

“Kami ingin memastikan setiap proses berjalan sesuai spesifikasi. Dengan sistem dokumentasi yang baik, kualitas pekerjaan bisa terjaga dan mudah ditelusuri jika diperlukan evaluasi,” tegasnya.

Untuk menjaga mutu pembangunan, pengawasan dilakukan secara komprehensif melalui pengujian material di laboratorium serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Pemprov juga melibatkan berbagai pihak guna memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel.

“Kualitas material dan pekerjaan menjadi perhatian utama. Pengujian akan dilakukan secara berkala agar hasilnya benar-benar optimal,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza juga menyampaikan bahwa perbaikan jalan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun infrastruktur yang lebih baik. Pemprov Lampung turut mendorong solusi terpadu, termasuk penguatan sistem drainase serta pengelolaan distribusi angkutan agar lebih efisien.

Salah satunya melalui peningkatan nilai tambah komoditas di tingkat desa, seperti pengeringan hasil pertanian sebelum didistribusikan. Langkah ini dinilai dapat mengurangi beban angkutan sekaligus meningkatkan efisiensi logistik.

“Dengan pengelolaan yang lebih baik dari hulu, kita tidak hanya menjaga jalan tetap awet, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Mirza berharap program ini dapat menjawab harapan masyarakat terhadap infrastruktur jalan yang lebih baik, nyaman, dan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat Lampung dapat segera merasakan manfaat jalan yang lebih baik. Ini adalah komitmen kami untuk terus menghadirkan pembangunan yang berkualitas dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Pemprov Lampung Terus Memperkuat Pengembangan Kawasan Industri

Published

on

Foto: Sekdaprov Marindo saat memimpin Rakor percepatan pembangunan kawasan industri

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pengembangan sejumlah kawasan industri strategis sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas penyerapan tenaga kerja, meningkatkan ekspor, serta memperkuat daya saing daerah. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Kawasan Industri Katibung yang diproyeksikan mendukung penguatan industri hilir dan kemandirian energi nasional.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kawasan Industri bertempat di Ruang Pepadun Kantor Gubernur, Jumat (16/10/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa percepatan pengembangan kawasan industri membutuhkan sinergi seluruh pihak yang tergabung dalam tim percepatan, sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Ia meminta seluruh anggota tim mengawal proses pengembangan secara terpadu, mulai dari pemenuhan persyaratan, koordinasi dengan pemerintah pusat, hingga penjajakan kerja sama dengan calon investor.

“Pada saatnya nanti, ini tidak bisa berjalan secara parsial. Kita harus bersama-sama mengawal proses ini sesuai dengan tugas masing-masing dan terus melaporkan perkembangannya kepada Pak Gubernur,” ujar Marindo.

Marindo juga mendorong agar peluang pengembangan kawasan industri dipromosikan melalui Lampung Forum Investment (FOILA), yang diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pemilik potensi investasi dan calon investor.

Melalui forum tersebut, Pemprov Lampung berharap dapat menarik minat investor yang bersedia menjadi anchor investor atau investor utama untuk mendukung pengembangan kawasan industri. Persiapan promosi, termasuk penyediaan materi informasi dan publikasi, akan dilakukan menjelang pelaksanaan FOILA mendatang.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa investasi menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melengkapi upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian, pengembangan industri hilir, dan penguatan sektor jasa, termasuk pariwisata.

Menurutnya, investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, serta memperkuat struktur ekonomi Lampung yang lebih produktif.

Dalam rapat tersebut, Mulyadi menyampaikan perkembangan sejumlah rencana pengembangan kawasan industri, termasuk kawasan industri Mayapada dan PISEL, yang ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama/ groundbreaking pada Desember 2026.

Ia juga menyoroti pengembangan Kawasan Industri Katibung yang telah ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Lampung dan PT Minamas. Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu penggerak pengembangan industri hilir sekaligus mendukung agenda kemandirian energi nasional.

Mulyadi menjelaskan bahwa penyelesaian studi kelayakan feasibility study/FS menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan rencana pengembangan kawasan tersebut. Kajian itu diharapkan mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga dapat menjadi dasar pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah pusat.

“Kita berharap finalisasi feasibility study ini bisa diselesaikan sebelum Desember, sehingga menjadi bahan bagi Pemprov Lampung untuk melaporkan kesiapan daerah dalam mendukung cita-cita kemandirian energi nasional,” ujarnya.

Dalam rencana pengembangannya, Kawasan Industri Katibung diarahkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan minyak mentah refinery, industri hilir oleokimia, serta industri kimia lainnya. Kawasan ini juga direncanakan memiliki terminal khusus guna mendukung kegiatan logistik dan distribusi.

Pengembangan Katibung juga ditempatkan dalam konteks kebutuhan energi nasional dan dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan serta distribusi bahan bakar. Karena itu, kajian pengembangan kawasan diharapkan dapat memperkuat kesiapan Lampung dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi dan pengembangan industri hilir.

Selain pengembangan kawasan industri, rapat tersebut membahas perkembangan Kawasan Industri Lampung (KAIL) dan rencana pengembangan tahap berikutnya. Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar pengembangan kawasan industri sesuai dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).

Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra usaha, Pemprov Lampung mendorong agar setiap tahapan pengembangan kawasan industri dapat berjalan terarah, mulai dari penyelesaian kajian, kesiapan lahan dan infrastruktur, hingga promosi kepada calon investor.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi, memperkuat hilirisasi sumber daya alam, serta menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam penguatan industri dan ketahanan energi nasional. (Red)

Facebook Comments Box
Continue Reading