Lampung
PWI Lampung Matangkan Persiapan Jelang Porwanas 2027
Alteripost.co, Bandarlampung-
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung mulai mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Tahun 2027.
Selain menargetkan sukses sebagai tuan rumah, PWI Lampung juga membidik prestasi sebagai juara umum Porwanas.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Diskusi Olahraga bertema “Menuju Porwanas XV Tahun 2027: Membangun Sinergi Prestasi Olahraga” yang digelar PWI Provinsi Lampung, Selasa (29/04/2026).
Ketua SIWO PWI Lampung, Muslim Pranata, mengatakan seminar tersebut digelar sebagai bagian dari langkah awal mempersiapkan atlet, insan pers, serta seluruh elemen pendukung menjelang Porwanas 2027.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan tentang pentingnya olahraga, khususnya bagi kalangan jurnalis dan atlet yang nantinya akan berlaga.
“Jelang Porwanas 2027, kita harus mempersiapkan segala hal secara matang. Di sinilah pentingnya berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan belajar dari pengalaman para ahli,” jelasnya.
Ia berharap seminar tersebut dapat menjadi momentum memperkuat hubungan antarinsan pers sekaligus meningkatkan pemahaman tentang peran media dalam dunia olahraga.
Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah menambahkan, Porwanas bukan sekadar ajang olahraga antarwartawan. Tetapi juga bagian dari persiapan wartawan olahraga untuk meliput ajang besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Porwanas ini adalah ajang seleksi wartawan olahraga untuk mempersiapkan liputan di PON. Jadi bukan hanya olahraga, tetapi juga peningkatan kualitas jurnalistik olahraga,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, terakhir kali Lampung menjadi tuan rumah Porwanas terjadi pada tahun 1993. Karena itu, penyelenggaraan Porwanas 2027 menjadi momentum besar yang harus dimanfaatkan dengan maksimal.
Menurut dia, sekitar 5.000 wartawan dari seluruh Indonesia diperkirakan akan hadir di Lampung dalam gelaran tersebut, seiring pelaksanaan Porwanas yang berbarengan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN).
“Dampaknya bukan hanya olahraga, tetapi juga ekonomi daerah dan promosi wisata Lampung secara nasional bahkan internasional,” sebutnya.
PWI Lampung pun berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung serta seluruh pemangku kepentingan agar target “dua sukses”, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi, dapat terwujud pada Porwanas XV Tahun 2027.
Sementara, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukumdan Politik Yanyan Ruchyansyah menegaskan, kepercayaan menjadikan Lampung sebagai tuan rumah Porwanas XV 2027 merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
Menurut dia, Lampung dituntut siap dalam dua hal sekaligus, yakni sukses sebagai penyelenggara dan mampu menorehkan prestasi sebagai peserta.
“Provinsi Lampung dipercaya menjadi tuan rumah Porwanas ke-15 tahun 2027 yang akan dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Pers Nasional 2027. Kepercayaan ini tentu membawa tanggung jawab besar,” kata Yanyan saat membacakan sambutan Gubernur Lampung.
Ia menekankan, evaluasi kondisi atlet, kesiapan fisik, strategi latihan, hingga dukungan manajemen organisasi menjadi langkah penting yang harus dilakukan sejak dini.
“Sinergi menjadi kunci utama antara atlet, pelatih, pengurus PWI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang kuat, setiap potensi dapat disatukan menjadi sebuah kekuatan yang utuh,” jelasnya.
Yanyan juga menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara profesional, terukur, dan tidak bisa dilakukan secara instan.
“Dibutuhkan disiplin, konsistensi, dan komitmen tinggi dari seluruh pihak agar Lampung tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu meraih prestasi yang membanggakan,” tegasnya. (Rls)
Lampung
Pemprov Lampung Terus Memperkuat Pengembangan Kawasan Industri
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pengembangan sejumlah kawasan industri strategis sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas penyerapan tenaga kerja, meningkatkan ekspor, serta memperkuat daya saing daerah. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Kawasan Industri Katibung yang diproyeksikan mendukung penguatan industri hilir dan kemandirian energi nasional.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kawasan Industri bertempat di Ruang Pepadun Kantor Gubernur, Jumat (16/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa percepatan pengembangan kawasan industri membutuhkan sinergi seluruh pihak yang tergabung dalam tim percepatan, sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Ia meminta seluruh anggota tim mengawal proses pengembangan secara terpadu, mulai dari pemenuhan persyaratan, koordinasi dengan pemerintah pusat, hingga penjajakan kerja sama dengan calon investor.
“Pada saatnya nanti, ini tidak bisa berjalan secara parsial. Kita harus bersama-sama mengawal proses ini sesuai dengan tugas masing-masing dan terus melaporkan perkembangannya kepada Pak Gubernur,” ujar Marindo.
Marindo juga mendorong agar peluang pengembangan kawasan industri dipromosikan melalui Lampung Forum Investment (FOILA), yang diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pemilik potensi investasi dan calon investor.
Melalui forum tersebut, Pemprov Lampung berharap dapat menarik minat investor yang bersedia menjadi anchor investor atau investor utama untuk mendukung pengembangan kawasan industri. Persiapan promosi, termasuk penyediaan materi informasi dan publikasi, akan dilakukan menjelang pelaksanaan FOILA mendatang.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa investasi menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melengkapi upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian, pengembangan industri hilir, dan penguatan sektor jasa, termasuk pariwisata.
Menurutnya, investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, serta memperkuat struktur ekonomi Lampung yang lebih produktif.
Dalam rapat tersebut, Mulyadi menyampaikan perkembangan sejumlah rencana pengembangan kawasan industri, termasuk kawasan industri Mayapada dan PISEL, yang ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama/ groundbreaking pada Desember 2026.
Ia juga menyoroti pengembangan Kawasan Industri Katibung yang telah ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Lampung dan PT Minamas. Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu penggerak pengembangan industri hilir sekaligus mendukung agenda kemandirian energi nasional.
Mulyadi menjelaskan bahwa penyelesaian studi kelayakan feasibility study/FS menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan rencana pengembangan kawasan tersebut. Kajian itu diharapkan mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga dapat menjadi dasar pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah pusat.
“Kita berharap finalisasi feasibility study ini bisa diselesaikan sebelum Desember, sehingga menjadi bahan bagi Pemprov Lampung untuk melaporkan kesiapan daerah dalam mendukung cita-cita kemandirian energi nasional,” ujarnya.
Dalam rencana pengembangannya, Kawasan Industri Katibung diarahkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan minyak mentah refinery, industri hilir oleokimia, serta industri kimia lainnya. Kawasan ini juga direncanakan memiliki terminal khusus guna mendukung kegiatan logistik dan distribusi.
Pengembangan Katibung juga ditempatkan dalam konteks kebutuhan energi nasional dan dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan serta distribusi bahan bakar. Karena itu, kajian pengembangan kawasan diharapkan dapat memperkuat kesiapan Lampung dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi dan pengembangan industri hilir.
Selain pengembangan kawasan industri, rapat tersebut membahas perkembangan Kawasan Industri Lampung (KAIL) dan rencana pengembangan tahap berikutnya. Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar pengembangan kawasan industri sesuai dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra usaha, Pemprov Lampung mendorong agar setiap tahapan pengembangan kawasan industri dapat berjalan terarah, mulai dari penyelesaian kajian, kesiapan lahan dan infrastruktur, hingga promosi kepada calon investor.
Upaya ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi, memperkuat hilirisasi sumber daya alam, serta menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam penguatan industri dan ketahanan energi nasional. (Red)

