Bandar Lampung
Bandar Lampung Usia 344 Tahun, Kolaborasi Pemkot dan Pemprov Ditekankan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Grahapost Bandar Lampung – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, selama 344 tahun perjalanan sejarahnya, Bandar Lampung telah berkembang menjadi gerbang Pulau Sumatra yang strategis sekaligus pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan kebudayaan di Provinsi Lampung.
Menurut Eva, capaian pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat serta para pemangku kepentingan yang terus berkontribusi bagi kemajuan kota.
Pada HUT ke-344 tahun ini, Pemkot Bandar Lampung mengusung tema *“Dengan Semangat Bandar Lampung Bersinar, Kita Wujudkan Indonesia Emas.”* Tema tersebut mencerminkan tekad menjadikan Bandar Lampung sebagai kota yang berdaya saing, inovatif, nyaman, aman, dan sejahtera.
“Indonesia Emas bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” kata Eva.
Ia menegaskan, berbagai program pembangunan terus dilakukan, mulai dari peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga transformasi digital pemerintahan.
Sementara itu, Gubernur Lampung memberikan apresiasi atas perjalanan panjang Kota Bandar Lampung yang kini memasuki usia ke-344 tahun. Menurutnya, Bandar Lampung telah menjadi wajah kemajuan Provinsi Lampung sekaligus simbol perkembangan daerah di Pulau Sumatra.
“Kota Bandar Lampung menjadi wajah yang baik bagi Provinsi Lampung, simbol kemajuan dan rumah bagi seluruh warga,” ujarnya.
Gubernur berharap Bandar Lampung terus berkembang menjadi kota yang nyaman, aman, dan ramah bagi masyarakat maupun pendatang. Ia juga menilai Bandar Lampung sebagai salah satu kota paling maju di Sumatra yang membutuhkan pembangunan berkelanjutan untuk menjawab berbagai tantangan perkotaan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Serta memperluas lapangan pekerjaan, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tandas. (*)
Bandar Lampung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran
Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).
Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.
Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.
“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.
Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

