Tulang Bawang
Dihadiri Bupati, TP-PKK Tuba Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Pada Seluruh Kader
Alteripost Tulang Bawang – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tulangbawang melaksanakan pelatihan pengelolaan sampah kepada seluruh kader PKK, Pramuka serta KNPI di Sai Bumi Nengah Nyapur.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Tulangbawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M itu digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Menggala, Senin (22/6/2026).
Ketua TP-PKK Kabupaten Tulangbawang Herlinawati Qudrotul mengungkapkan terkait permasalahan sampah, saat ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi hampir di setiap daerah. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas masyarakat, volume sampah yang dihasilkan pun semakin meningkat.
“Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan, lingkungan, maupun kualitas hidup masyarakat,” terangnya.
Selain itu, persoalan sampah menjadi tantangan bersama, sehingga memerlukan perhatian dan tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat. Pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif dari keluarga, masyarakat, dan generasi muda.
“Oleh karena itu, pada kesempatan ini Tim Pengerak PKK Kabupaten Tulangbawang akan melaksanakan Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah yang melibatkan kader PKK, Pramuka, dan KNPI. Ketiga unsur ini memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ucap Herlinawati.
Melalui pelatihan ini, dirinya berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kebijakan dan teknis pengelolaan sampah, tentang bank sampah dan pemanfaatan kembali sampah yang masih bernilai ekonomis, serta berbagai inovasi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
Ditempat yang sama saat sambutannya Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan mengungkapkan bahwa permasalahan terkait sampah telah menjadi isu yang harus menjadi perhatian serius dari seluruh pihak.
Menurutnya sampah bukan lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, tetapi telah menjadi persoalan sosial, kesehatan, ekonomi, bahkan pembangunan daerah yang apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat.
“Dalam mengatasi permasalahan sampah tentu membutuhkan kesadaran kolektif, perubahan pola pikir, dan perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah. Kita harus memandang sampah bukan semata-mata sebagai barang buangan, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan baik,” ungkap Qudrotul.
Maka dari itu, pemerintah daerah menilai bahwa pelatihan ini memiliki makna yang sangat strategis dan relevan karena melalui pelatihan ini para peserta tidak hanya akan belajar mengelola sampah, tapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Kami juga tentunya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TP PKK Kabupaten Tulangbawang yang mana, telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini,” tuturnya.
Dirinya berharap TP PKK harus bisa menjadi motor penggerak kampanye 3R di tengah masyarakat Kabupaten Tulangbawang.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, saya berharap para peserta dapat menjadi pelopor atau teladan pelaksanaan 3R, memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah dari sumbernya, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemanfaatan sampah organik, serta pengembangan bank sampah perlu terus digalakkan hingga menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya. (Can)
Tulang Bawang
Jelang HUT RI ke-81, Pemkab Tuba Gelar Rapat Persiapan Giat Pawai dan Seni Budaya
Alteripost Tulang Bawang – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang menggelar rapat persiapan Pawai dan Seni Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Rapat tersebut digelar di aula rapat lantai II Bupati setempat, Kamis (06/08/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Antoni. Hadir juga pada kesempatan itu, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Sekolah, serta perwakilan komunitas seni se-Kabupaten Tulangbawang.
Dalam pawai budaya tersebut nantinya direncanakan akan menampilkan beragam penampilan, salah satunya lomba Drum band dari Tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-kabupaten Tulangbawang
Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang menyampaikan bahwa salah satu agenda utama adalah pawai dramband yang akan dilaksanakan di Kota Menggala Rute Tangga Raja – Aspol Menggala.
“Untuk peserta dramband kita libatkan total 16 grup. Rinciannya 6 dari SD, 6 dari SMP, dan 4 dari SMA yang memiliki ekstrakurikuler dramband di Kabupaten Tulangbawang,” ungkapnya.
Menurutnya, Kegiatan pawai ini bukan hanya hiburan. Ini bentuk syukur kemerdekaan. Saya harap semua peserta tampil maksimal, tertib, dan menjadi contoh yang baik,” tuturnya.
Selain pawai dramband, rapat juga membahas persiapan pertunjukan seni budaya, penentuan rute, jadwal, serta unsur pengamanan dan ketertiban.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan meminta seluruh OPD, sekolah, dan komunitas terkait untuk berkoordinasi dengan baik.
“Kita ingin HUT RI ke-81 di Tulangbawang ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menampilkan kekayaan budaya daerah yang ada,” terang Antoni. (Can)

