Connect with us

Lampung Selatan

Halo Lamsel Masuk Tahap Uji Coba, Pemkab Lampung Selatan Siapkan Layanan Digital Terintegrasi

Published

on

Alteripost Kalianda – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat transformasi pelayanan publik berbasis digital melalui optimalisasi layanan Halo Lamsel. Inovasi tersebut dihadirkan untuk memberikan layanan pemerintah yang lebih cepat, responsif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Penguatan layanan Halo Lamsel menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi mingguan Pemkab Lampung Selatan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (29/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, memaparkan perkembangan implementasi Halo Lamsel yang kini telah memasuki tahap uji coba sebelum diluncurkan secara resmi.

Hendry menjelaskan, masyarakat sudah dapat memanfaatkan layanan Halo Lamsel melalui aplikasi WhatsApp di nomor 0821-2880-0800 untuk menyampaikan permohonan layanan maupun pengaduan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Setiap laporan yang masuk akan terintegrasi ke dalam sistem Halo Lamsel dan langsung diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.

Menurut Hendry, sistem tersebut dirancang guna mempercepat penanganan laporan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas dan transparansi pelayanan publik. Seluruh perkembangan tindak lanjut juga dapat dipantau langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Sekretaris Daerah, serta para asisten, sehingga setiap laporan dipastikan memperoleh penanganan secara optimal.

Selain itu, Diskominfo akan melaksanakan uji coba tahap kedua untuk memastikan seluruh fitur Halo Lamsel berfungsi secara maksimal sebelum peluncuran resmi. Tahapan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan masukan sebagai bahan penyempurnaan layanan.

Hendry mengingatkan seluruh operator perangkat daerah agar memberikan respons yang cepat, ramah, sopan, dan profesional terhadap setiap laporan maupun permohonan layanan. Menurutnya, kualitas komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik berbasis digital.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menegaskan bahwa keberhasilan Halo Lamsel tidak hanya bergantung pada sistem yang dibangun, tetapi juga pada komitmen seluruh perangkat daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jangan sampai ada respons yang kurang baik kepada masyarakat. Apa yang dilakukan oleh satu perangkat daerah akan menjadi cerminan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan secara keseluruhan. Karena itu, berikan pelayanan yang cepat, responsif, dan profesional,” tegas Supriyanto.

Melalui optimalisasi Halo Lamsel, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap masyarakat semakin mudah mengakses berbagai layanan pemerintah, menyampaikan aspirasi maupun pengaduan secara digital, sehingga terwujud pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan berkualitas.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading