Connect with us

Tulang Bawang

Bupati Qudrotul Ikhwan Launching Program RTLH di Talang Tembesu, Kecamatan Menggala

Published

on

Alteripost Tulang Bawang – Bupati Tulangbawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M menghadiri launching program rumah tinggal layak huni (RTLH) dan relokasi rumah korban tanah longsor. Kegiatan launching ini digelar di lingkungan Talang Tembesu, Kelurahan Ujung Gunung, Menggala, Senin (6/7/2026).

Hadir juga pada kesempatan itu, Wakil Bupati Tulangbawang Hankam Hasan, Sekda Ferli Yuledi, Ketua Baznas Tulangbawang Rudi Jala Atiek, serta sejumlah pejabat setempat lainnya dilingkup Pemkab setempat.

Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan saat sambutannya menuturkan Rumah yang layak huni merupakan kebutuhan bagi setiap orang.

Rumah yang layak huni bukan hanya sekadar bangunan yang berfungsi untuk tempat berlindung, lebih dari itu juga merupakan tempat untuk berbagi kasih sayang, membentuk karakter generasi penerus, dan lain-lain.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah daerah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS dan KORPRI Kabupaten Tulangbawang yang telah memberikan bantuan rumah layak huni bagi Anggota KORPRI maupun masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor,” ucapnya.

Menurutnya, Kolaborasi BAZNAS dan KORPRI pada program ini menunjukkan bahwa ketika potensi zakat, infak, sedekah, dan kepedulian sosial dikelola secara bersama-sama, maka manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Saya harap apa yang telah dilakukan BAZNAS dan KORPRI ini dapat menjadi contoh bagi organisasi lainnya. Dan Saya yakin apabila seluruh pihak terus bersinergi, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan optimal dan langkah tersebut juga tentunya akan semakin mempercepat terwujudnya Tulangbawang sebagai Kabupaten UDANG MANIS,” tandasnya. (Can)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Tulang Bawang

Sekda Tuba Ferli Yuledi Raih Gelar Doktor, Hasilkan Model Tipologi Implementasi Kebijakan P4GN Berbasis Kearifan Lokal

Published

on

Alteripost Tulang Bawang – Sekretaris Daerah Kabupaten Tulangbawang, Ferli Yuledi, berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor Program Studi Doktor Studi Pembangunan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung, Rabu (15/7/2026).

Dalam sidang terbuka tersebut, Ferli Yuledi mengangkat disertasi berjudul Tipologi dan Model Implementasi Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Berbasis Kearifan Lokal di Provinsi Lampung.

Sidang promosi dipimpin oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M. selaku Ketua Tim Penguji. Penguji eksterna adalah Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Tim penguji juga terdiri atas Dr. Arif Sugiono, S.Sos., M.Si., Prof. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D., Dr. Suripto, S.Sos., M.AB., Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, S.I.P., M.A., dan Dr. Dra. Dian Keagungan, M.H. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. sebagai promotor dan Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si. sebagai ko-promotor.

Ujian promosi turut dihadiri Bupati Tulangbawang beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Tulangbawang sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia aparatur pemerintah.

Kontribusi utama disertasi ini adalah menghasilkan tipologi implementasi kebijakan P4GN yang menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan penegakan hukum, tetapi juga oleh tingkat integrasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan kearifan lokal.

Penelitian ini merumuskan model implementasi kebijakan P4GN berbasis kearifan lokal yang menempatkan nilai-nilai budaya, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, lembaga pendidikan, serta organisasi sosial sebagai bagian integral dari sistem pencegahan narkotika. Model tersebut memperkuat pendekatan kolaboratif (collaborative governance), sehingga kebijakan P4GN tidak lagi bersifat sektoral, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Secara akademik, disertasi ini memberikan kontribusi berupa pengembangan teori implementasi kebijakan melalui penyusunan tipologi implementasi yang mempertimbangkan karakteristik sosial, budaya, dan kelembagaan daerah. Sementara secara praktis, model yang dihasilkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta para pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan P4GN yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

Disertasi ini juga menjadi salah satu kajian doktoral yang secara khusus membahas implementasi kebijakan P4GN berbasis kearifan lokal di Provinsi Lampung, sehingga diharapkan mampu memperkaya khazanah ilmu kebijakan publik sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan strategi penanggulangan narkotika di Indonesia. (Can)

Facebook Comments Box
Continue Reading