Lampung Selatan
Bupati Egi Dampingi Dirjen Kemdiktisaintek Tinjau Lokasi SMA Unggul Garuda
Alteripost Kalianda – Komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas di Bumi Khagom Mufakat terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Hal itu ditandai dengan visitasi Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Ahmad Najib Burhani, ke calon lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda di Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (10/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari tahapan penilaian awal untuk melihat secara langsung kesiapan lahan yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda. Selain meninjau kondisi lapangan, visitasi juga dilakukan guna mengidentifikasi berbagai aspek teknis yang menjadi syarat dalam proses penetapan lokasi.
Dalam kunjungannya, Ahmad Najib Burhani disambut langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten, Supriyanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.
Selama peninjauan, rombongan meninjau sejumlah titik di area calon lokasi Pembangunan SMA Unggul Garuda. Berbagai kondisi lapangan menjadi bahan evaluasi bersama, termasuk sejumlah catatan teknis yang nantinya akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lebih lanjut antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa hal yang perlu dikaji dan dikoordinasikan sebelum proses berikutnya dapat dilanjutkan.
“Masih ada catatan teknis yang perlu ditindaklanjuti dan dikaji lebih lanjut. Kami berharap seluruh prosesnya dapat berjalan lancar,” ujar Ahmad Najib.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan selama proses visitasi.
Menurutnya, setiap rekomendasi yang diberikan akan menjadi perhatian serius sebagai bagian dari upaya memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan dalam penyiapan calon lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda.
“Berbagai catatan dan masukan yang telah disampaikan tentu menjadi perhatian kami untuk ditindaklanjuti. Harapannya, seluruh proses ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Bupati Egi.
Bupati Egi meyakini, kehadiran SMA Unggul Garuda di Kabupaten Lampung Selatan akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus melahirkan generasi muda yang unggul, khususnya di bidang sains dan teknologi.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga berharap seluruh tahapan penyiapan calon lokasi dapat berjalan sesuai ketentuan, sehingga membuka peluang bagi daerah ini menjadi salah satu lokasi pengembangan SMA Unggul Garuda sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (*)
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

