Lampung Selatan
Bupati Egi Ajak TP PKK Jadi Motor Penggerak Gema HELAU di Lampung Selatan
Alteripost Kalianda – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mendorong Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lampung Selatan menjadi garda terdepan dalam menyukseskan Gerakan Bersama Hijau, Elok, Lestari, Aman, Unggul (Gema HELAU) melalui aksi nyata yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Egi saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK Kabupaten Lampung Selatan bertema “Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas” di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (21/7/2026).
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, dan Wakil Ketua TP PKK Rheni Apriyani, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan, Ratna Yanuana Supriyanto, Kepala BNN Kabupaten Lampung Selatan, AKBP Rahmad Hidayat, serta jajaran pengurus TP PKK tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.
Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Karena itu, peran TP PKK dinilai sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
“Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak-anak kita yang akan menjadi generasi penerus. Karena itu, peran bapak dan ibu menjadi sesuatu yang sangat penting,” ujar Egi.
Berdasarkan data yang dimiliki Pemkab Lampung Selatan, terdapat sekitar 366.811 keluarga yang menjadi potensi besar dalam mendukung terwujudnya pembangunan daerah. Menurut Bupati Egi, potensi tersebut akan memberikan dampak nyata apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, termasuk TP PKK beserta seluruh kadernya.
Sejalan dengan itu, Bupati Egi mengajak TP PKK Kabupaten Lampung Selatan untuk mengintegrasikan setiap program kerja dengan Gerakan Bersama HELAU sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
“Lampung Selatan memiliki program prioritas, yaitu HELAU. Saya berharap TP PKK dapat bersinergi dengan program ini dan menjadi duta HELAU melalui gerakan serta aksi nyata. Pengurus PKK harus lebih proaktif dan berinisiatif dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Bupati Egi juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK beserta seluruh jajaran, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa, atas kontribusi dan kolaborasi yang selama ini terus diberikan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Saya berharap PKK dapat menjadi garda terdepan dan duta HELAU dalam mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan HELAU melalui Gerakan Bersama HELAU,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, menegaskan bahwa semangat yang disampaikan Bupati Egi harus diwujudkan melalui kehadiran nyata kader PKK di tengah masyarakat. Menurutnya, pengabdian tidak selalu harus diawali dengan program besar, melainkan dapat dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kita ingin PKK betul-betul menginspirasi ibu-ibu. Berbuat baik tidak harus menunggu adanya program ataupun sesuatu yang besar. Bantuan sekecil apa pun, apabila dilakukan dengan niat yang baik, akan memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Zita.
Ia mengajak seluruh kader TP PKK memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta lebih aktif turun langsung ke masyarakat untuk memberikan manfaat melalui berbagai aksi sederhana namun berdampak.
Zita juga mengingatkan bahwa amanah dalam organisasi maupun pemerintahan merupakan titipan yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, nilai yang akan dikenang bukanlah jabatan, melainkan kebaikan yang ditinggalkan bagi masyarakat.
“Jabatan hanya titipan. Yang akan kita tinggalkan adalah kebaikan. Karena itu, mari kita berbuat yang terbaik untuk Kabupaten Lampung Selatan dan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Zita mengajak seluruh jajaran TP PKK Kabupaten Lampung Selatan mengedepankan kesederhanaan, empati, dan semangat gotong royong sebagai landasan dalam menjalankan setiap program organisasi.
“Tidak harus selalu tentang uang atau program besar. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa berbuat baik dan memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Ada atau tidak ada program, kita harus tetap turun ke masyarakat,” katanya.
Melalui Rakerda tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap seluruh jajaran TP PKK semakin solid menyelaraskan program kerja dengan arah pembangunan daerah, sehingga mampu memperkuat Gerakan Bersama HELAU sekaligus mendukung terwujudnya Asta Cita menuju Indonesia Emas dari tingkat keluarga. (*)
Lampung Selatan
GAK Turun Level, BPBD Lampung Selatan Ingatkan Warga Tetap Waspada
Alteripost Kalianda – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda menunjukkan kecenderungan menurun setelah lebih dari dua bulan berada pada Level III (Siaga).
Kondisi tersebut mendorong Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status GAK menjadi Level II (Waspada) mulai Senin (21/9/2026) pukul 18.30 WIB.
Meski demikian, penurunan status tidak berarti seluruh pembatasan keselamatan dicabut. Badan Geologi tetap melarang masyarakat, wisatawan, maupun pendaki melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sebelumnya, saat berstatus Level III (Siaga), radius larangan ditetapkan sejauh 3 kilometer. Penyesuaian menjadi 2 kilometer dilakukan berdasarkan hasil pemantauan yang menunjukkan aktivitas vulkanik GAK cenderung menurun hingga 20 September 2026.
Perubahan status tersebut turut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). BPBD Lampung Selatan terus melakukan koordinasi sekaligus menyosialisasikan perubahan status dan ketentuan keselamatan yang masih berlaku kepada masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, menyampaikan bahwa masyarakat tetap diminta berhati-hati meskipun status aktivitas GAK telah diturunkan.
Imbauan itu terutama ditujukan kepada masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir, termasuk wisatawan dan nelayan.
“Kami tetap mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk berhati-hati serta mengikuti ketentuan dan arahan yang telah ditetapkan,” ujar Maturidi, Selasa (22/9/2026).
BPBD Lampung Selatan juga mengingatkan agar penurunan status tidak dijadikan alasan untuk mengabaikan batas aman yang telah ditetapkan. Aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas GAK masih dilarang sesuai rekomendasi Badan Geologi.
Berdasarkan laporan Badan Geologi, penurunan status dilakukan setelah hasil analisis dan evaluasi menunjukkan adanya kecenderungan penurunan aktivitas vulkanik yang diperkuat oleh data deformasi berupa deflasi. Pada 20 September 2026 tercatat satu kali gempa low frequency dan tremor menerus dengan amplitudo rata-rata sekitar 2 milimeter.
Sebelumnya, GAK berada pada Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Selama periode tersebut, tercatat 224 kali erupsi hingga 3 September 2026 serta erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada 4-6 September 2026.
Meski aktivitas vulkanik menunjukkan tren penurunan, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, serta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan BPBD Lampung Selatan.(*)

