Connect with us

Lampung

SMSI Lampung Raih Anugerah Unila Be Strong 2026

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung kembali meraih anugerah atau penghargaan sebagai mitra organisasi media dari Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM, ASEAN Eng. Penghargaan diberikan pada malam Dies Natalis ke 61 Tahun Universitas Lampung di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila), Selasa (22/9/2026) malam.

Acara malam Anugerah Unila Be Strong 2026 tersebut bertemakan 61 Tahun Berkarya, Bersinergi Menjadi Pusat Inovasi Berdampak, Unila Hadir Untuk Lampung, Indonesia dan Dunia.

Penghargaan diserahkan oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM, ASEAN Eng diterima Sekretaris SMSI Lampung, H. Senen, S.I.Kom. Selain SMSI, ada organisasi media massa lain yang mendapat anugerah dari Rektor Unila yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO).

Selain kategori organisasi media, Rektor Unila juga memberikan anugerah kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten/Kota, sejumlah perusahaan swasta, BUMN. Serta institusi di internal Unila mulai dari dekan, fakultas hingga petugas kebersihan di lingkungan Unila.

Ketua SMSI Lampung, Donny Irawan, SE mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unila atas anugerah yang diberikan kepada SMSI. Atas anugerah ini, semoga ke depan dapat meningkatkan hubungan kemitraan antara Unila dan SMSI sehingga sinergi antara kedua pihak dapat terjalin untuk kemajuan pendidikan di Provinsi Lampung.

Acara prestisius ini dihadiri secara langsung oleh Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., bersama Ketua Senat Unila, Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd. beserta jajaran Anggota Senat, dan para mantan Rektor Unila terdahulu. Dari unsur pemerintahan daerah, Gubernur Lampung yang diwakili oleh Yurnalis, S.IP., M.Si. selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung, serta jajaran Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung.

Kehadiran dari internal universitas diperkuat oleh empat Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, serta seluruh jajaran Dekan Fakultas, pimpinan biro, lembaga, UPA, unit kerja, Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unila, tokoh masyarakat, organisasi media massa, perwakilan purnabakti, dosen, tenaga kependidikan, organisasi kemahasiswaan, serta para penerima Anugerah berprestasi.

Malam penganugerahan ini berlangsung semarak, diawali dengan sambutan, penampilan tarian kreasi budaya yang memukau disusul dengan penyerahan apresiasi bergengsi bagi fakultas-fakultas terbaik di berbagai kategori prestasi. Kemeriahan auditorium pun pecah hingga akhir acara saat band legendaris asal Lampung, The Potter’s, naik ke atas panggung dan sukses membakar energi penonton lewat aksi panggung yang spektakuler.

Rektor Unila dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Malam Anugerah BE STRONG 2026 menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berdedikasi bagi Unila. Ia menyampaikan bahwa perjalanan Unila hingga memasuki usia 61 tahun tidak terlepas dari kerja keras, kinerja, kreativitas, dan pengabdian dari sivitas akademika, serta kepercayaan, dukungan, dan sinergi dari para mitra dan stakeholder eksternal.

“Tema besar kita adalah BE STRONG. BE STRONG bukan sekadar slogan, melainkan fondasi kelembagaan kita, mulai dari riset, pendidikan, hingga kemitraan yang solid. Namun lebih dari itu, esensi utama BE STRONG yang ingin kita teguhkan malam ini adalah bagaimana kekuatan itu kita ubah menjadi dampak nyata dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, setiap karya dan kontribusi yang diberikan untuk Unila, baik di ruang kelas, laboratorium, lapangan, maupun di tengah masyarakat, menjadi bagian penting dalam perjalanan Unila untuk terus tumbuh dan memberikan dampak.

“Acara Anugerah BE STRONG ini hadir sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghormatan Unila atas setiap tetes keringat, gagasan inovatif, dan kolaborasi indah yang telah kita ukir bersama,” tuturnya.

Rektor Unila juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh nominator dan penerima anugerah. Ia berharap para penerima penghargaan dapat terus menginspirasi dan melahirkan karya-karya terbaik. Sementara itu, bagi pihak yang belum menerima penghargaan, malam anugerah tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya dan berkolaborasi.

Ajang prestisius ini menjadi bukti nyata lompatan inovasi universitas sekaligus penegat komitmen dalam mencetak generasi unggul yang mendunia. Melalui selebrasi akbar ini, seluruh civitas akademika diharapkan terus memperkuat kolaborasi demi memacu prestasi yang jauh lebih gemilang di masa depan.(Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Gubernur Lampung Dorong Samsat Lebih Ramah, Mudah dan Transparan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan masyarakat sebagai fokus utama dalam mendorong transformasi pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Pelayanan yang mudah, cepat, ramah, transparan, dan memberikan kepastian dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Samsat Provinsi Lampung Tahun 2026 di Ballroom Hotel Novotel, Selasa (22/9/2026).

Rakorda mengusung tema “Sinergi Kolaboratif untuk Transformasi Layanan Kesamsatan yang Berkelanjutan dan Peningkatan Kepatuhan.”

Gubernur mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan Samsat menjadi bagian penting dalam membangun dan memperkuat kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Menurutnya, Samsat merupakan salah satu layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam jumlah besar setiap harinya. Dengan rata-rata sekitar 5.000 masyarakat yang dilayani setiap hari, kualitas pelayanan di setiap titik Samsat turut membentuk persepsi masyarakat terhadap pemerintah.

“5.000 itu puas, dia akan cerita puas. 5.000 tidak puas, dia akan cerita tidak puas. Sampai akhirnya terbentuk persepsi pelayanan publik,” katanya.

Karena itu, Gubernur menegaskan bahwa peningkatan kepatuhan masyarakat membayar pajak harus diawali dengan pembenahan kualitas pelayanan pemerintah.

“Kalau kita nggak bicara ke kepatuhan orang bayar pajak, kita bicara diri kita dulu. Salah kita. Bukan salah masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta aparatur Samsat menjalankan tugas secara profesional dan mengedepankan budaya melayani masyarakat.

“Abdi negara itu pelayan negara, negara tugasnya melayani masyarakat, ya kita pelayan. Bukan disuruh nerima duit, tapi disuruh melayani,” tegasnya.

Gubernur juga mengaitkan kualitas pelayanan dengan pertumbuhan ekosistem ekonomi daerah. Menurutnya, budaya melayani yang baik dapat mendukung perkembangan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, UMKM hingga perhotelan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut menekankan pentingnya optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk mendukung pembangunan Lampung.

Ia menyebut Lampung merupakan provinsi dengan karakteristik ekonomi pertanian dan memiliki jaringan jalan provinsi sekitar 1.700 kilometer. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang besar untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

“Jadi teman-teman Samsat, Bapenda, kalau malas, kalau nggak mau kerja, korbannya rakyat banyak Bapak Ibu sekalian,” tegasnya.

Menurut Gubernur, optimalisasi penerimaan pajak harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan. Ia mendorong Samsat dan Bapenda memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, kepolisian, Jasa Raharja, serta pemangku kepentingan lainnya.

Penguatan inovasi, penyederhanaan birokrasi, evaluasi berkala, peningkatan kualitas pelayanan dan percepatan digitalisasi juga menjadi perhatian.

“Ke depan pelayanan di 2027, kalau kita nggak dorong tingkatan pendapatan ya agak susah. Tingkatkan pelayanan, tingkatkan kualitas, evaluasi, sederhanakan birokrasi, dan digitalisasi,” ujarnya.

Gubernur mengapresiasi Polda Lampung dan Jasa Raharja yang selama ini turut mendukung inovasi pelayanan Samsat.

“PKB dan STNK adalah pendapatan utama Provinsi Lampung. Kita harus melayani masyarakat, kesehatan harus dilayani, pendidikan harus dilayani, jalan harus dilayani, dan dilayani itu harus dengan anggaran. Anggaran itu dengan bayar pajak. Pajak dengan pelayanan dan kemudahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Tim Pembina Samsat Tingkat Provinsi Lampung sekaligus Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Saipul, mengatakan Rakorda Samsat 2026 bukan sekadar forum administratif dan evaluasi rutin, melainkan forum strategis untuk menyatukan perspektif seluruh unsur Samsat.

“Rakorda pada hari ini kami tempatkan bukan semata-mata sebagai forum administratif dan evaluasi rutin, tetapi sebagai strategic forum dari Tim Pembina Samsat Provinsi Lampung untuk menyatukan perspektif, mengevaluasi capaian dan tantangan, serta merumuskan langkah kolaboratif dalam pembangunan pelayanan Samsat yang semakin profesional,” ujar Saipul.

Ia berharap Rakorda menghasilkan kesamaan langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan, mendorong kepatuhan masyarakat secara berkelanjutan, serta mengoptimalkan penerimaan PKB, BBNKB, Opsen PKB, Opsen BBNKB, SWDKLLJ dan PNBP melalui sinergi seluruh unsur Samsat di Provinsi Lampung. (Agus)

Facebook Comments Box
Continue Reading