Lampung Barat
Sinergi BRI dan Pemkab Lampung Barat: Hadirkan Layanan Optimal untuk Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Alteripost Lampung Barat – Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan terus dilakukan di Kabupaten Lampung Barat. Kamis, 24 September 2026.
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Cabang Liwa melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pemanfaatan jasa layanan perbankan. Kolaborasi yang bertepatan dengan perayaan HUT ke-35 Lampung Barat ini bertujuan untuk memperkuat digitalisasi layanan keuangan serta meningkatkan efektivitas transaksi keuangan pemerintah daerah.
Kali ini , PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Cabang Liwa bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat resmi menandatangani Memorandum of Understanding atau MoU tentang pemanfaatan jasa dan layanan perbankan.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus bersama Pemimpin BRI Kanca Liwa Yudi Syawalman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Area Head Ismet Sarmen, jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat serta jajaran BRI.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemanfaatan layanan perbankan, khususnya dalam mendukung transaksi keuangan pemerintah daerah agar semakin efektif, mudah, aman, dan sesuai dengan kebutuhan.
Melalui kerja sama tersebut, BRI Cabang Liwa juga berkomitmen memberikan dukungan melalui berbagai produk dan layanan perbankan, termasuk penguatan digitalisasi layanan keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.
Pemimpin BRI Kanca Liwa, Yudi Syawalman, mengatakan BRI terbuka untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan sekaligus nilai tambah bagi pemerintah daerah maupun masyarakat.
Sementara itu, Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus menyambut baik kerja sama yang dilakukan bersama BRI.
Menurut Bupati, kolaborasi dengan lembaga perbankan menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU semata, tetapi dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi dan pemanfaatan layanan perbankan.
Dengan sinergi tersebut, BRI Cabang Liwa dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang semakin optimal, sekaligus mendukung aktivitas pemerintahan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat di Bumi Beguai Jejama Sai Betik. (Talim)
Lampung Barat
HUT ke-53, Parosil Paparkan Capaian Ekonomi dan Infrastruktur Lampung Barat
Alteripost Lampung Barat – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah dalam pidato Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Kabupaten Lampung Barat di ruang sidang Makhgasana DPRD Lampung Barat, Rabu (23/9/2026).
Sidang paripurna tersebut dibuka Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial. Dalam pidatonya, Parosil menyampaikan berbagai indikator pembangunan sekaligus mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
Parosil mengangkat tema Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama, yang dimaknai sebagai satu tujuan, satu arah, satu hati, dan maju bersama. Nilai tersebut dikaitkan dengan visi Lampung Barat Hebat dan Setia Menuju Indonesia Emas 2045.
Dari sisi ekonomi, Parosil menyebut sejumlah indikator menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan pada 2025 turun menjadi 9,93 persen dari 10,68 persen pada tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga berkurang sekitar 2.200 jiwa menjadi 31.230 jiwa.
Pertumbuhan ekonomi Lampung Barat mencapai 5,45 persen atau meningkat 1,09 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp10,733 triliun, naik dari Rp9,9 triliun. Pendapatan per kapita tercatat Rp33,77 juta.
Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 44,09 persen. Namun, sejumlah sektor lainnya menunjukkan pertumbuhan, di antaranya industri pengolahan sebesar 11,84 persen, konstruksi 11,57 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,12 persen.
Pada sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Barat mencapai 73,14 poin, meningkat 0,73 poin dan masuk kategori tinggi. Posisi tersebut menempatkan Lampung Barat di peringkat keenam di Provinsi Lampung.
Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 2,11 persen atau sekitar 4.000 orang. Angka tersebut disebut sebagai yang terendah di Provinsi Lampung.
Parosil juga memaparkan sejumlah penghargaan yang diterima pemerintah daerah, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 16 kali berturut-turut, predikat Kabupaten Terinovatif 2025 dalam ajang Innovative Government Award (IGA), LPM Award untuk pemberdayaan masyarakat desa, serta predikat informatif dalam keterbukaan informasi publik.
Di tingkat pekon, sejumlah wilayah disebut mengalami peningkatan status menjadi Desa Mandiri Baru, yakni Sedampah Indah, Way Empulau Ulu, Padang Tambak, Suka Jaya, dan Bandar Agung. Sementara sembilan pekon lainnya masuk klasifikasi Swasembada.
Perhatian terhadap tenaga PPPK paruh waktu juga menjadi bagian dari paparan. Parosil menyebut penghasilan PPPK paruh waktu dinaikkan, dengan lulusan SMA dari Rp500 ribu menjadi Rp750 ribu per bulan, D3 dari Rp600 ribu menjadi Rp900 ribu, dan S1 dari Rp700 ribu menjadi Rp1 juta per bulan.
Di bidang pendidikan, Pemkab Lampung Barat memberikan beasiswa S1 PGSD bagi 30 orang, beasiswa kewirausahaan untuk 30 orang, serta beasiswa POLTRADA Bali bagi lima orang. Pemerintah daerah juga memberikan seragam dan tas gratis kepada 5.957 siswa SD dan 4.828 siswa SMP.
Untuk sektor kesehatan, pemerintah memberikan beasiswa kepada 11 dokter umum dan tiga dokter gigi. Sebagian penerima beasiswa disebut telah kembali mengabdi di Lampung Barat, antara lain di Puskesmas Sekincau dan Batu Brak.
Sementara itu, ekonomi kerakyatan diperkuat melalui 135 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dengan 87 gerai telah terbangun. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga telah membentuk 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersertifikat laik higiene, yang menjangkau 84.625 penerima manfaat dan menyerap 1.161 tenaga kerja.
Komoditas kopi juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah menjalankan program peremajaan tanaman kopi seluas 903 hektare serta memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui Sekolah Kopi.
Di bidang infrastruktur, tingkat kemantapan jalan mencapai 59,5 persen. Sementara kondisi irigasi tercatat 58,47 persen, sanitasi sehat 97,91 persen, dan akses air minum layak mencapai 89,43 persen.
Namun, Parosil mengakui pembangunan infrastruktur masih menghadapi keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pada 2025, misalnya, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di tiga pekon dengan nilai Rp1,6 miliar menjangkau 1.474 jiwa.
Untuk 2026, pagu program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), PAMSIMAS, dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) mencapai Rp7,8 miliar yang dialokasikan di 17 lokasi.
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga mencakup 312 unit rumah dengan anggaran Rp6,24 miliar pada 2025. Sementara pada 2026, sebanyak 444 rumah dengan anggaran Rp8,88 miliar masih dalam proses.
Penataan kawasan kumuh di Fajar Bulan dengan nilai Rp8,058 miliar juga tengah berjalan.
Di akhir pidatonya, Parosil menegaskan pembangunan Lampung Barat tidak dapat hanya mengandalkan APBD. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui program Inpres irigasi, Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun program kementerian perlu dikawal melalui perencanaan yang matang serta kelengkapan dokumen.
“Usulan Inpres irigasi, DAK, dan program kementerian harus dikawal dengan perencanaan matang dan dokumen yang lengkap,” kata Parosil. (Talim)

