Ruwajurai
Hari Keempat Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung Gencarkan Edukasi dan Pencegahan Pelanggaran Lalu Lintas
Alteripost Bandar Lampung – Memasuki hari keempat pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung terus mengintensifkan upaya edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyampaikan, berdasarkan laporan harian Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung pada Kamis (29/10/2026), pelaksanaan operasi menunjukkan peningkatan sejumlah kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dibandingkan dengan Operasi Patuh Krakatau tahun 2025.
Pada bidang preemtif, kegiatan penyuluhan tertib berlalu lintas tercatat sebanyak 945 kegiatan, pembinaan dan penyuluhan publik 769 kegiatan, keselamatan transportasi 427 kegiatan, pelatihan berkendara 125 kegiatan, serta kampanye keselamatan sebanyak 490 kegiatan. Sementara itu, publikasi jalur mencapai 1.327 kegiatan dan klarifikasi informasi sebanyak 130 kegiatan.
Selain itu, edukasi publik tercatat sebanyak 7.662 kegiatan dan edukasi melalui media sebanyak 1.875 kegiatan.
Menurut Kombes Pol Yuni Iswandari, upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui kegiatan preventif. Tercatat sebanyak 4.029 kegiatan patroli terpadu telah dilaksanakan, disertai penempatan personel sebanyak 395 kegiatan, skrining pengemudi 55 kegiatan, pemeriksaan kendaraan 47 kegiatan, serta pemeriksaan kelaikan kendaraan sebanyak 48 kegiatan.
Berbagai kegiatan lainnya juga dilaksanakan, mulai dari pelatihan operator, survei lokasi dan infrastruktur, penanganan hambatan, rekayasa arus lalu lintas, pemberian peringatan bahaya, hingga penanganan gangguan lalu lintas.
Di bidang penegakan hukum, tercatat sebanyak 35 penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 13 penindakan tilang non-ETLE, serta 2.161 teguran kepada pengguna jalan. Dengan demikian, total penindakan dan teguran mencapai 2.209.
Jika dibandingkan dengan pelaksanaan operasi tahun 2025, jumlah penindakan dan teguran secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 26,29 persen. Penindakan tilang non-ETLE juga turun sebesar 97,25 persen, sedangkan penindakan melalui ETLE mengalami peningkatan sebesar 34,62 persen.
Namun demikian, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian. Selama pelaksanaan operasi pada hari keempat, tercatat sebanyak 14 kejadian kecelakaan lalu lintas yang tersebar di delapan wilayah hukum kepolisian.
Rinciannya, Polresta Bandar Lampung sebanyak lima kejadian, Polres Lampung Selatan dua kejadian, Polres Lampung Tengah dua kejadian, serta masing-masing satu kejadian di wilayah hukum Polres Metro, Lampung Utara, Lampung Timur, Way Kanan, dan Mesuji.
Dari keseluruhan kejadian tersebut, tercatat satu orang meninggal dunia, sembilan orang mengalami luka berat, dan sepuluh orang mengalami luka ringan. Sementara kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp12.400.000.
Kabid Humas Polda Lampung menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026 terus mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan represif secara humanis serta profesional.
Ia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung berharap kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan dapat ditekan serta tercipta situasi Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Provinsi Lampung.(*)
Ruwajurai
Perangi Narkoba dan Judi Online, Kapolda Lampung Gandeng Tokoh Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Kapolda Lampung Brigjen Pol. Yustan Alpiani, S.I.K., S.H., M.Hum., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran narkoba dan judi online di Provinsi Lampung.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat memberikan pencerahan kepada masyarakat usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Furqan, Bandar Lampung, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Lampung Brigjen Pol. Yustan Alpiani, Wakapolda Lampung, Kapolresta Bandar Lampung, serta masyarakat yang mengikuti kegiatan salat Jumat di Masjid Al-Furqan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memperkenalkan diri kepada masyarakat Lampung. Ia menyampaikan bahwa dirinya berasal dari Banjarmasin dan berharap dapat menjalin komunikasi serta kerja sama yang baik dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kapolda juga menyoroti persoalan peredaran narkoba di wilayah Bandar Lampung dan Provinsi Lampung secara umum. Menurutnya, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat.
Ia menekankan pentingnya informasi dari masyarakat apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkoba.
Informasi tersebut diharapkan dapat membantu kepolisian melakukan langkah penindakan secara tepat dan cepat.
Kapolda juga menyinggung informasi mengenai jaringan peredaran narkoba yang diduga dikendalikan dari lembaga pemasyarakatan di Palembang. Hal tersebut menjadi perhatian serius dan perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi serta pendalaman oleh aparat kepolisian.
Selain narkoba, Kapolda mengingatkan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan pinjaman online (pinjol), khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda.
Pengawasan orang tua sangat penting agar anak-anak tidak terjerumus dalam praktik judi online maupun penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan mereka.
Kapolda berharap tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi dan mencegah berbagai bentuk penyalahgunaan tersebut.
Ia menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama. (Indra)

