Connect with us

Lampung

Sekdaprov Lampung Pimpin Rapat Pembahasan Penyampaian Laporan Kegiatan dan Keuangan KORPRI Tahun 2022

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto memimpin rapat pembahasan penyampaian laporan kegiatan dan laporan keuangan KORPRI Tahun 2022, di ruang Sakai Sambayan Rabu (1/2/2023).

Rapat dibuka dengan pembahasan Laporan keuangan dan kegiatan tahun 2022 sekaligus penyampaian rencana program kegiatan KORPRI 2023.

Beberapa kegiatan yang telah dijalankan selama tahun 2022 antara lain : penyerahan tali asih dan santunan bagi anggota KORPRI yang memasuki masa purna bhakti, pembekalan kewirausahaan bagi anggota KORPRI yang akan memasuki masa purna bhakti, keikutsertaan dalam MTQ tingkat nasional di Padang, rangkaian acara HUT KORPRi dengan puncak kegiatan pada peringatan HUT KORPRi Tahun 2022, kunjungan pembelajaran ke Jawa Barat dan pembinaan lembaga antar Kabupaten/Kota.

Selanjutnya untuk rencana kegiatan 2023 yang sudah diagendakan antara lain : Pembentukan Lembaga Konsultasi dan Bantuan hukum bagi anggota KORPRI, Penataan kepengurusan, seleksi Pekan olah raga Nasional di Jawa tengah, pemberian tali asih bagi purna bhakti, pemberian uang duka, KORPRI Peduli (program umroh, santunan kematian, bantuan bagi anggota KORPRI yang sakit, pengumpulan pakaian layak pakai bagi yang membutuhkan, bazar murah sembako).

Dalam arahannya Fahrizal Darminto memberikan beberapa saran perbaikan untuk kegiatan-kegiatan yang nanti akan dilaksanakan pada tahun 2023 ini sekaligus menyampaikan agar dalam hal laporan keauangan untuk di publikasikan secara internal.

“Dalam kaitannya dengan kegiatan motivasi dan siraman rohani, coba diajak juga para anggota yang sudah pensiun sebagai bentuk penghargaan dan sarana menjalin silaturahim,” ucap Fahrizal Darminto.

Selanjutnya Fahrizal Darminto mengharapkan agar KORPRI dapat memberikan mafaat sebesar-besarnya bagi angota.

“Iuran dari anggota maka harus dikembalikan manfaatnya sebesar-besarnya untuk anggota,” tutup Fahrizal. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Pengukuhan Bunda Literasi Keuangan Jadi Langkah OJK Tingkatkan Inklusi Keuangan di Lampung

Published

on

Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung mengukuhkan Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung serta Bunda Literasi Keuangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung pada puncak Festival Literasi yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Lampung. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai aktivitas keuangan ilegal.

Dalam sambutan Kepala OJK Provinsi Lampung yang dibacakan Deputi Direktur Pengawasan Market Conduct, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kemitraan dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, disampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi Keuangan merupakan amanah mulia dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

“Ibu-ibu adalah agent of change, sosok penggerak yang akan merangkul para perempuan, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM agar semakin cerdas dan cermat dalam mengelola keuangan. Literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan tangguh secara ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, literasi keuangan bukan hanya memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang bijak. Kehadiran Bunda Literasi Keuangan di setiap kabupaten dan kota diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi hingga tingkat keluarga dan komunitas.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi sinergi antara OJK, pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, lembaga jasa keuangan, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung GENCARKAN dan peningkatan literasi keuangan di Lampung.

Menurutnya, Bunda Literasi diharapkan hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui keluarga, sekolah, desa, taman bacaan, hingga komunitas.

“Budaya membaca tidak lahir dari ruang-ruang besar, tetapi tumbuh dari rumah, dari pelukan seorang ibu yang membacakan cerita kepada anaknya, dari guru yang menghidupkan rasa ingin tahu muridnya, dan dari masyarakat yang saling mengajak untuk terus belajar,” kata Jihan.

Dalam kegiatan tersebut, Purnama Wulan Sari Mirza dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung, bersama 15 Bunda Literasi Keuangan dari kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung, termasuk Eva Dwiana (Kota Bandar Lampung), Zita Anjani (Lampung Selatan), Ayu Asalasiyah (Way Kanan), Herlinawati Qudrotul (Tulang Bawang), Elfianah (Mesuji), Partinia (Lampung Barat), Meri Farida Hamartoni (Lampung Utara), Dian Hardiyanti (Pesisir Barat), Rahayu Sri Astutik (Pringsewu), Ni Ketut Dewi Nadi (Lampung Tengah), Eni Sumiati Bambang (Kota Metro), Siti Mahmudah (Tanggamus), Aria Sandi (Pesawaran), Huzaimah Azwar Hadi (Lampung Timur), dan Novianti Novriawan (Tulang Bawang Barat).

Selain prosesi pengukuhan, OJK Provinsi Lampung juga memberikan pembekalan literasi keuangan kepada para Bunda Literasi Keuangan, menggelar talkshow edukasi keuangan bagi pelajar dan mahasiswa, membuka layanan konsultasi konsumen, layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta menghadirkan Pojok Literasi Keuangan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai jasa keuangan.

Melalui pengukuhan ini, para Bunda Literasi Keuangan diharapkan mampu menginisiasi berbagai program edukasi yang menyasar perempuan, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, pekerja, petani, nelayan, penyandang disabilitas, lansia, hingga kelompok masyarakat prioritas lainnya.

OJK menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Lampung yang semakin cerdas, tangguh, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading