Politik
Yunika Pilih Partai Gerindra Karena Jatuh Hati Pada Prabowo Subianto
Alteripost.co, Bandarlampung-
Yunika Indahayati seorang pengusaha muda kepincut maju jadi Calon Legislatif (Caleg) melalui perahu Gerindra di Kota Bandarlampung Dapil Tanjung Senang, Sukarame dan Sukabumi, karena jatuh hati pada sosok Prabowo Subianto.
Selain itu, Ibu dari tiga anak itu memilih perahu Partai Gerindra Bandarlampung untuk berkontribusi menyuarakan aspirasi rakyat di parlemen.
“Pada Pileg 2024, saya akan maju dari Partai Gerindra Kota Bandarlampung. Karena saya jatuh hati pada sosok Pak Prabowo Subianto. Sehingga saya memantapkan diri untuk bergabung di Partai Gerindra,” cetus Yunika.
Ibu muda cantik ini juga mengaku ketertarikan terhadap sosok Prabowo Subianto dimulai sejak sang ketua Partai Gerindra tersebut maju Pilpres bergandengan dengan Hatta Rajasa.
“Sosok kenegarawanan, kewibawaan dan ketegasan dari Pak Prabowo ini tentunya menjadi faktor saya jatuh hati kepada Pak Prabowo. Tentunya saya menilai Pak Prabowo adalah solusi bagi Indonesia, bagaimana nanti di 2024 mendatang, kita bersama-sama dapat mewujudkan Indonesia yang Adil dan Makmur,” pungkasnya.
Ia pun menuturkan, prinsipnya pada pemilu Tahun 2024 ini dirinya akan bekerja keras memenangkan Pak Prabowo sebagai presiden dan juga Partai Gerindra di Pileg nanti.
Sambung Yunika, sebagai perwakilan dari milenial, ia ingin berbuat dan berjuang untuk kepentingan masyarakat. Karena politik itu dapat merubah arah kebijakan.
“Saya mewakili generasi Milenial, ingin berbuat yang terbaik di kursi Legislatif. Karena ketika jadi nantinya, tentunya saya bakal berbuat untuk rakyat di dapil saya,” tegas Yunika.
Sebab, saat ini Yunika sudah memiliki panggung sebagai pengusaha muda dan mewakili generasi Milenial.
“Jadi segmentasi kaum Milenial ini jadi salah satu suara yang akan kita ambil bagiannya, karena suara pemuda juga harus didengarkan apa saja keluhannya,” kata Yunika.
“Semoga niat baik saya ini menuai hasil sesuai yang diharapkan dan bisa duduk sebagai anggota DPRD Bandarlampung mewakili kaum Milenial,” harap Yunika. (Gus)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

