Connect with us

Lampung

Arinal Djunaidi Hadiri Halalbihalal Keluarga Besar Sungkay Bunga Mayang

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Gubernur Arinal Djunaidi menghadiri acara Halalbihalal Tahun 2023 /1444 H bersama Keluarga Besar Sungkay Bunga Mayang, di Gedung Bagas Raya, Kamis (18/05/2023).

Adapun tema yang diangkat dalam acara Halalbihalal ini, yaitu “Ram Jadiko Halal Bihalal Hiji Ranglaya Petungga Menuju Gunom Ragom Betik Sapon”. Gubernur Arinal Djunaidi mengungkapkan, makna tema tersebut adalah semangat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.

Gubernur menjelaskan, “Ram Jadiko Halal Bihalal Hiji, Ranglaya Petungga” memiliki makna ajakan untuk menjadikan tradisi halalbihalal sebagai pondasi dalam menjalin hubungan yang harmonis dan saling menghormati dalam keberagaman yang harus dijaga dan diperkuat. Sementara “Gunom Ragom Betik Sapon”, lanjut Gubernur, terkandung harapan untuk bersama-sama mencapai kemajuan dan keberhasilan di segala bidang.

“Masyarakat Sungkay Bunga Mayang memiliki tempat yang istimewa dalam hati saya. Kehangatan, keramahan, dan semangat gotong royong yang ada di antara kita telah membantu memperkuat persatuan dan kesatuan di wilayah ini,” kata Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal berharap kepada keluarga besar Sungkay Bunga Mayang untuk tetap menjaga silaturahmi, rasa kekeluargaan, solidaritas dan pengabdian dalam mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung yang saat ini terus dilaksanakan.

“Ayo kita sambut masa depan dengan semangat positif dan tekad yang kuat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik bagi semua masyarakat di Provinsi Lampung Sai Bumi Ruwa Jurai yang sama-sama kita cintai,” ucap Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sungkay Bunga Mayang yang telah berkontribusi dalam pembangunan serta dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di Provinsi Lampung.

“Mari kita perkuat persatuan, saling menghormati, dan menjaga kerukunan di tengah perbedaan yang ada. Bersama, kita telah mencapai banyak prestasi dan akan terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas hidup kita semua menuju “Rakyat Lampung Berjaya,” pungkas Gubernur Arinal.

Hadir dalam acara Kaban Kesbangpol M. Firsada, Kepala Bappeda Mulyadi Irsan, Plh. Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Achmad Saefulloh. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading