Lampung
Besok, Gubernur Arinal Buka Lampung Craft 2023
Alteripost.co Bandar Lampung – Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi, direncanakan membuka Lampung Craft 2023 (pameran kerajinan), di Graha Wangsa Bumi Waras Bandarlampung, besok Selasa (6/6/2023).
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, Wakil Ketua Mamiyani Fahrizal, Sekretaris Dekranasda Rusdiyana Adi, Ketua Panitia Syamsurizal dan panitia, Senin (5/6), telah melakukan geladi resik di Graha Wangsa.
Riana Sari Arinal menjelaskan, pelaksanaan Lampung Craft 2023 tahun ke-4 ini akan berlangsung pada 6-10 Juni 2023.
Riana Sari istri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengharapkan pelaksanaan Lampung Craft tahun keempat ini lebih berkualitas. Beberapa item atau materi acara yang ditampilkan juga berkualitas. Ini terlihat dari beberapa stand yang ada ada stand kain Lampung Lawas, ada Wastra Lampung Kini dan Nanti serta kerajinan dari berbagai daerah di Lampung.
Riana Sari juga berharap pameran dalam Lampung Craft 2023 juga menggambarkan kiprah Dekranasda sehingga capaian-capaian Dekranasda, pencapaian perajin bisa tergambarkan dalam kegiatan ini.
Sebagai Ketua Dekranasda Lampung, Riana Sari juga mengharapkan agar Tapis Lampung terus dikembangkan. Riana menuturkan, Dekranasda selalu bekerja sama dengan desainer-desainer nasional. Karena akan ada banyak keuntungan dengan melibatkan mereka.
Kebanyakan pengrajin, menurut Riana, hanya bisa membuat. Sedangkan bagaimana kain ini mempunyai nilai lebih itu ada di tangan desainer. “Oleh karena itu kami menghadirkan Oskar Lawalata di Lampung Craft kedua dan Poppy Karim di Lampung Craft ketiga. Dan di tahun keempat ini akan ada Didiet Maulana,” ujar Riana Sari.
“Dan desainer nasional itu sudah memiliki banyak konsumen ditambah follower instaragm mereka sudah ratusan ribu. Jadi saat mereka memakai tapis, saat mereka promosikan Madu Aro, akan banyak sekali yang pesan.” katanya.
“Semoga dalam penyelenggaran Lampung Craft 2023 ini akan lebih meningkat lagi promosi dan penjualannya. Karena kebetulan pula berbarengan dengan acara Teknologi Tepat Guna Nasional (TTGN), acara nasional yang dipusatkan di Lampung,” ujar Riana Sari istri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Syamsurizal Ari menyampaikan, Stand Lampung Craft 2023 sebanyak 44 unit. Lampung Craft pameran kerajinan Lampung dan Wastra Lampung berlangsung dari tanggal 6-10 Juni 2023.
Syamsurizal menjelaskan, Lampung Craft 2023 dengan Icon Kabupaten Lampung Tengah. Selama kegiatan berlangsung dari hari pertama sampai terakhir akan diisi dengan berbagai kegiatan.
Pada hari pertama, akan ada Musik (Musisi Anak Muda Lampung/ambyar). Ada Talkshow dengan Didit Maulana (Desainer). Kemudian ada
Talkshow dari Bank Indonesia dan Budayawan yang pesertanya mahasiswa.
Lalu pada hari kedua, ada pemutaran Film Kulak Kukut dan Dialog Budaya. Talkshow QRIS dan Fashion Show Didit Maulana.
Ada juga penampilan Dekranasda Tubaba, penampilan Dekranasda Tulangbawang. Yang tak kalah menarik ada fashion show Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional Tema “Mulai dari Desa” yang diisi oleh Dinas PMDT.
Kemudian ada fashion show para Camat dan Kepala Kampung dari Lampung Tengah. Ada juga flexing produk lokal, fashion Show Tapis Lampung, demo Tapis, Fun Games dan IG Live dari Ketua Dekranasda Lampung. (*).
Lampung
Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global Bagi Generasi Muda
Alteripoat Bandar Lampung – Gubernur Lampung tegaskan dukungan pemerintah provinsi Lampung dalam membuka akses bagi generasi muda untuk meraih peluang di tingkat global.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung dalam kegiatan Halal Bihalal sekaligus pelepasan Mahasiswa Nusadaya Academy dalam program magang di Taiwan bertempat di Nusadaya Academy, Selasa (21/04/2026).
Dukungan Pemerintah Provinsi Lampung diwujudkan melalui penguatan pendidikan vokasi, penyediaan pelatihan bahasa yang terjangkau, hingga fasilitasi pembiayaan keberangkatan, sehingga generasi muda Lampung memiliki kesiapan dan daya saing untuk menembus dunia kerja internasional.
“Kami juga dari pemerintah Provinsi Lampung mendorong pendidikan vokasi supaya apa yang dipelajari di sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hari ini ada program namanya Vokasi Migran di sekolah ada program vokasi. Saya juga terus mendorong lembaga-lembaga pendidikan, semua tempat-tempat bahasa Itu saya dorong untuk buat les-lesnya dan yang paling penting harus murah,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan sekitar 1.000 lulusan SMA dapat diberangkatkan ke luar negeri setelah melalui pelatihan bahasa. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap.
“Di perbankan juga saya dorong bagaimana memberikan dana talangan untuk tenaga kerja migran kita dan insya Allah Kami targetkan Tahun ini Ada hampir mungkin ada 1000 orang Yang akan kita berangkatkan dari jenjang SMA dari 7.500 yang kita latih bahasa selama setahun. Target kami untuk ke Jepang aja dalam 2-3 tahun ke depan mngkin setiap tahun 10 sampai dengan 15 ribu orang diberangkatkan untuk ke Jepang,” tambahnya.
Gubernur menilai pelepasan ini merupakan momen yang dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung karena kembali mengirim generasi muda untuk menimba pengalaman di tingkat internasional sekaligus membawa nama baik daerah.
Lampung memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia (SDM). Dengan sekitar 71 persen populasi berada pada usia produktif, provinsi ini memiliki kekuatan demografi yang signifikan untuk mendorong pembangunan. Namun demikian, ia menyoroti masih terbatasnya daya tampung pendidikan tinggi yang hanya mampu menampung sekitar 10 persen lulusan SMA/SMK setiap tahun.
Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci kemajuan daerah dan negara. Ia mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak akan berarti tanpa didukung oleh SDM yang unggul dan berkarakter.
Dalam konteks global, Gubernur menjelaskan bahwa banyak negara maju seperti Jepang dan Taiwan saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja akibat berakhirnya bonus demografi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Lampung, untuk mengisi kebutuhan tersebut.
“Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga karakter. SDM Indonesia dikenal ramah, adaptif, dan memiliki etos kerja yang baik. Ini menjadi keunggulan yang harus dijaga,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Lampung memiliki karakter kuat hasil perpaduan budaya yang telah terbangun sejak lama, seperti semangat gotong royong dan nilai ‘Piil Pesenggiri’. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting dalam bersaing di kancah global.
Gubernur berharap para mahasiswa yang berangkat tidak hanya berperan sebagai peserta magang, tetapi juga sebagai duta daerah dan bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama berada di luar negeri karena akan mencerminkan citra Indonesia di mata dunia.
“Jadilah representasi terbaik Indonesia. Jika kalian menunjukkan kualitas dan sikap yang baik, maka peluang bagi generasi berikutnya akan semakin terbuka,” pesannya.
Gubernur berharap setelah menyelesaikan progam ini, mahasiswa dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.
Sementara itu, Direktur Nusadaya Academy, Radep Riyantoro, menjelaskan bahwa mahasiswa dari program magang ini akan menjalani program magang sekaligus studi selama kurang lebih 18 bulan di Taiwan. Selama di sana, mereka tetap berstatus sebagai mahasiswa aktif, mendapatkan pengalaman kerja internasional.
“Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan pengalaman global, penguatan bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin, serta kesiapan menjadi SDM berkelas dunia,” jelasnya.
Radep menambahkan, setelah menyelesaikan program, mahasiswa akan kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan studi dan diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar menjaga nama baik daerah, bangsa, dan almamater selama menjalani program di luar negeri.
“Kalian disana berangkat untuk studi, pertukaran budaya, belajar dan mengambil manfaat-manfaat yang baik yang bisa diterapkan di Indonesia nanti,” pesannya.(*)

