Lampung
Gubernur Arinal Buka Lampung Craft IV 2023, Ciptakan Terobosan
Alteripost.co Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal secara resmi membuka Lampung Craft IV Tahun 2023, di Graha Wangsa, Bumi Waras, Bandar Lampung, Selasa (6/6/2023).
Lampung Craft 2023 ini akan berlangsung mulai dari tanggal 6 Juni sampai 10 Juni 2023. Dikuti oleh 44 Stan terdiri dari Stan Dekranasda Provinsi Lampung dan Dekranasda Kabupaten Kota, OPD terkait Provinsi Lampung, BUMN, Perbankan dan UMKM baik yang berasal dari Lampung maupun luar Provinsi Lampung
Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi terselenggaranya ajang promosi kerajinan terbesar dan terlengkap di Provinsi Lampung ini. Dia berharap dapat mendorong pembangunan ekonomi kreatif sekaligus menjaga dan mengembangkan adat-istiadat sebagai warisan budaya Lampung yang dibanggakan masyarakat Lampung.
“Saya berharap, ajang Lampung Craft, akan mendorong masyarakat Lampung, yang merupakan pangsa pasar utama dan potensial untuk mencintai dan membeli produk-produk daerah kita sendiri. Saya juga berharap ke depan produk UMKM Lampung dapat menembus pasar nasional bahkan hingga pasar Internasional,” ujar Gubernur Arinal.
Oleh karena itu, kepada para pelaku UMKM, Gubernur Arinal meminta untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu produk, mulai dari desain produk, bahan/material serta teknik pengerjaan, sehingga memiliki daya saing yang tinggi untuk berkompetisi dengan produk-produk di tingkat nasional, regional bahkan internasional.
Gubernur Arinal menjelaskan Lampung Craft merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung, dalam membangkitkan semangat kriya dan wastra serta salah satu strategi agar peningkatan daya saing UMKM Lampung dapat kita wujudkan.
Sejalan dengan upaya Pemerintah Daerah untuk meningkatkan daya saing UMKM, Dekranasda Provinsi Lampung sebagai mitra Pemerintah Provinsi Lampung menyelenggarakan ke – 4 kalinya even Lampung Craft dan Kabupaten Lampung Tengah menjadi ikon dalam gelaran event tahun ini.
Gubernur Arinal meminta agar kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial tahunan saja, tetapi menjadi wadah untuk menciptakan terobosan dan ide kreatif yang dapat meningkatkan daya saing, sehingga produk dan karya para perajin dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Kegiatan Lampung Craft terasa istimewa karena bersamaan waktunya dengan Pelaksanaan Gelar Teknologi Tepat Guna tahun 2023 di Provinsi Lampung, yang akan dihadiri sekitar 3.000 peserta dari berbagai Provinsi di Indonesia. Dan Lampung Craft telah ditentukan sebagai salah satu destinasi kunjungan peserta Gelar Teknologi Tepat Guna tersebut.
“Oleh karena itu, saya harapkan momentum ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta Lampung Craft dengan memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk unggulan yang dipamerkan, sehingga dapat lebih memperluas pemasaran produknya, dan dapat lebih dikenal lagi di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga, Gubernur Arinal memberikan apresiasi kepada Dekranasda Provinsi Lampung atas kontribusinya yang begitu besar dalam meningkatkan daya saing UMKM di Provinsi Lampung.
“Saya juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajaran Dekranasda Kabupaten/ Kota se-Provinsi Lampung atas komitmen, kerja keras serta partisipasinya dalam mensukseskan acara pada hari ini,” ujarnya.
Dalam kesempatannya, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal, mnyampaikan bahwa keanekaragaman sumber daya alam dan budaya di Provinsi Lampung menjadi sumber inspirasi para UMKM Lampung untuk menghasilkan produk karya anak bangsa yang mempunyai nilai yang tinggi Produk kerajinan yang kekinian namun tanpa meninggalkan identitas budaya kearifan lokal. “Oleh karena itu, Dekranasda Provinsi Lampung sebagai wadah pembinaaan dan promosi UMKM Lampung, berkomitmen untuk membantu UMKM menghasilkan produk yang berkualitas dan mempunyai nilai yang tinggi. Salah satu wadah untuk fasilitasi promosi kerajinan Lampung adalah Pameran Lampung Craft,” ujar Ibu Riana.
Ibu Riana menuturkan bahwa perkembangan wastra dan kriya Lampung semakin menggeliat. Pameran Lampung Craft yang telah dilaksanakan sejak tahun 2020 hingga saat ini, telah menjadi ajang pameran yang paling ditunggu oleh para pelaku UMKM khususnya kerajinan dan juga para pecinta wastra dan kerajinan lampung yang bukan sebatas masyarakat Lampung saja namun sudah meluas hingga berbagai daerah di Indonesia.
Adapun Pameran Lampung craft tahun ini akan berlangsung selama lima hari mulai tanggal 6 – 10 Juni 2023 dengan tema The Pepadun “Harmony in Diversity of Lampung Tengah”.
“Sebagai ikon Lampung craft 2023 adalah Kabupaten Lampung Tengah dengan warisan adat istiadatnya pepadun yang memberikan warna dan ciri khas tersendiri bagi penyelenggaraan Lampung Craft tahun ini. Pepadun merupakan simbol kehormatan dalam suku budaya Lampung yang ada di Kabupaten Lampung Tengah,” ujar Riana Sari Arinal.
Riana Sari Arinal menyampaikan bahwa Dekranasda Provinsi Lampung akan terus melakukan inovasi dan ide baru untuk mengangkat karya UMKM Lampung ke kancah nasional. Berbagai program kegiatan seperti pelatihan atau bimtek kepada UMKM lokal Lampung bekerjasama dengan para desainer nasional, fasilitasi UMKM Lampung ke dalam pameran craft di berbagai event nasional, Kiprah/Pencapaian tertinggi Dekranasda Provinsi Lampung adalah ketika Lampung menjadi Ikon Kriya Nusa yang diselenggarakan oleh Dekranas Pusat pada tanggal 21-25 September 2022 lalu, di Hall A Jakarta Convention Center (JCC).
.
“Untuk penyelenggaraan pameran lampung craft ke-empat tahun ini, seluruh stan telah dipesan dan terisi penuh jauh hari sebelum pameran dibuka. Ini membuktikan bahwa pameran ini menjadi ajang ditunggu-tunggu bukan hanya oleh perajin di Provinsi Lampung namun juga oleh para perajin diluar Provinsi Lampung,” ujarnya.
Pada pelaksanaan pameran lampung craft tahun ini, jelas Riana, dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) yang pesertanya diperkirakan 3000 peserta dari seluruh Provinsi se-Indonesia, tentunya akan mendorong peningkatan pariwisata Provinsi Lampung sekaligus akan membantu promosi dan pemasaran produk-produk unggulan UMKM Lampung.
“Saya berharap penyelenggaraan Lampung Craft yang ke-4 tahun 2023 dapat lebih sukses, dengan nilai transaksi dan kunjungan yang lebih besar dari penyelenggaraan Lampung Craft tahun-tahun sebelumnya. Semoga dengan terselenggaranya pameran ini akan memperkuat rasa kebanggaan dan identitas masyarakat Lampung serta memupuk semangat cinta akan budaya sendiri,” ujar Riana.
Sebagai informasi, selama kegiatan berlangsung dari hari pertama sampai terakhir, Lampung Craft 2023 akan diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya: Pada hari pertama, akan ada Musik (Musisi Anak Muda Lampung/ambyar). Ada Talkshow dengan Didit Maulana (Desainer). Kemudian ada Talkshow dari Bank Indonesia dan Budayawan yang pesertanya mahasiswa.
Lalu pada hari kedua, ada pemutaran Film Kulak Kukut dan Dialog Budaya. Talkshow QRIS dan Fashion Show Didit Maulana.
Berikutnya, ada juga penampilan Dekranasda Tubaba, penampilan Dekranasda Tulangbawang. Yang tak kalah menarik ada fashion show Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional Tema “Mulai dari Desa” yang diisi oleh Dinas PMDT.
Kemudian, ada fashion show para Camat dan Kepala Kampung dari Lampung Tengah. Ada juga flexing produk lokal, fashion Show Tapis Lampung, demo Tapis, Fun Games dan IG Live dari Ketua Dekranasda Lampung. (*).
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

