Connect with us

Bandar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Menjalin Sinergitas Dengan Pemkot Tanggerang

Published

on

Alteripost.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menjalin sinergitas dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tanggerang didasarkan sistem tata kelola pemerintahan khususnya dalam hal sistem kepegawaian yang dikemas dalam SIM ASN (Sistem Informasi Manajemen Aparatur Sipil Negara), di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (7/6/2023).

Sinergitas dengan Pemkot Tanggerang, dikarenakan Pengelolaan pemerintahan dengan konsep smart city serta Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diusung oleh Pemerintah Kota Tangerang menarik perhatian dari berbagai instansi dan juga pemerintah daerah, termasuk Pemkot Bandar Lampung.

Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana bersama Walikota Tanggerang H. Arief R. Wismansyah melakukan penandatangan sebagai simbol atas kerjasama antara Pemkot Bandar Lampung dengan Pemkot Tanggerang, yang meliputi sejumlah bidang terutama, Pengembangan sistem smart city.

Diketahui sudah hampir 40 Kota dan Kabupaten sudah bekerjasama dengan Pemkot Tanggerang terkait pengembangan smart city dan e-goverment.

Walikota Tanggerang Bapak H. Arief menerangkan Aplikasi SIM ASN membuat data kepegawaian saling berintergritas dan digunakan seluruh ASN untuk membantu proses kepegawaian di Kota Tanggerang dan dapat membantu evaluasi kepegawaian hingga proses jenjang karier pegawai ASN.

Sementara Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana menyambut baik kerjasama tersebut dan berharap agar aplikasi yang diadopsi ini dapat membantu tata kelola pemerintahan dan kepegawaian di Kota Bandar Lampung serta dapat membawa prestasi di Kota Bandar Lampung.(*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

Bandar Lampung Usia 344 Tahun, Kolaborasi Pemkot dan Pemprov Ditekankan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Published

on

Grahapost Bandar Lampung – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, selama 344 tahun perjalanan sejarahnya, Bandar Lampung telah berkembang menjadi gerbang Pulau Sumatra yang strategis sekaligus pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan kebudayaan di Provinsi Lampung.

Menurut Eva, capaian pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat serta para pemangku kepentingan yang terus berkontribusi bagi kemajuan kota.

Pada HUT ke-344 tahun ini, Pemkot Bandar Lampung mengusung tema *“Dengan Semangat Bandar Lampung Bersinar, Kita Wujudkan Indonesia Emas.”* Tema tersebut mencerminkan tekad menjadikan Bandar Lampung sebagai kota yang berdaya saing, inovatif, nyaman, aman, dan sejahtera.

“Indonesia Emas bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” kata Eva.

Ia menegaskan, berbagai program pembangunan terus dilakukan, mulai dari peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga transformasi digital pemerintahan.

Sementara itu, Gubernur Lampung memberikan apresiasi atas perjalanan panjang Kota Bandar Lampung yang kini memasuki usia ke-344 tahun. Menurutnya, Bandar Lampung telah menjadi wajah kemajuan Provinsi Lampung sekaligus simbol perkembangan daerah di Pulau Sumatra.

“Kota Bandar Lampung menjadi wajah yang baik bagi Provinsi Lampung, simbol kemajuan dan rumah bagi seluruh warga,” ujarnya.

Gubernur berharap Bandar Lampung terus berkembang menjadi kota yang nyaman, aman, dan ramah bagi masyarakat maupun pendatang. Ia juga menilai Bandar Lampung sebagai salah satu kota paling maju di Sumatra yang membutuhkan pembangunan berkelanjutan untuk menjawab berbagai tantangan perkotaan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Serta memperluas lapangan pekerjaan, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tandas. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading