Tulang Bawang
Total 3.921 KPM, Dente Teladas Jadi Wilayah Terbanyak Penyaluran Bantuan Pangan Beras 2024 di Tuba
Alteripost Tulang Bawang – Kecamatan Dente Teladas menjadi wilayah dengan penyaluran bantuan pangan beras tahun 2024 terbanyak di Kabupaten Tulang Bawang (Tuba).
Adapun jumlah keseluruhan penyaluran bantuan di Dente Teladas tersebut sebanyak 3.921 Keluarga Penerimaan Manfaat (KPM).
“Kecamatan Dente Teladas merupakan wilayah penyaluran terbanyak bantuan pangan beras tahun 2024 dari 15 kecamatan yang ada di Tulangbawang,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulangbawang Hariyanto, Selasa (27/2/2024).
Sedangkan untuk penyaluran paling rendah berada di Kecamatan Rawa Jitu Timur dengan total penyaluran bantuan sebanyak 461 KPM.
Selain Kecamatan Dente Teladas dan Rawa Jitu Timur terdapat juga 13 kecamatan lainnya yang menjadi prioritas penyaluran bantuan, antara lain Kecamatan Banjar Agung sebanyak 2,696 KPM.
Kecamatan Banjar Baru 1.087 KPM, Kecamatan Banjar Margo 2.939 KPM, Kecamatan Gedung Aji 1.617 KPM, Kecamatan Gedung Aji Baru 1.690 KPM, Kecamatan Gedung Meneng, 2.941 KPM, Kecamatan Menggala 3.657 KPM.
Serta Kecamatan Menggala Timur sebanyak 1.748 KPM, Kecamatan Meraksa Aji 1.431 KPM, Kecamatan Penawar Aji 1.595 KPM, Kecamatan Penawar Tama 2.589 KPM, Kecamatan Rawa Jitu Selatan 1.391 KPM, dan Kecamatan Rawa Pitu 1.120 KPM.
“Jadi total keseluruhan jumlah penerima bantuan pangan beras Kabupaten Tulangbawang tahun 2024 ini sebanyak 30.883 KPM,” paparnya.
Ia mengungkapkan untuk data KPM sendiri bersumber dari data By Name By Address (BNBA) pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim (P3KE) dari kementerian koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (Kemenko PMK) RI.
“Dikarenakan data KPM bersumber dari Kemenko PMK RI Dinas sosial tidak terkait langsung dengan data KPM, namun perangkat atau petugas sosial yang di lapangan yang terkait dengan singkronisasi data KPM dan kondisi di lapangan,” terangnya.
Hariyanto juga menuturkan terkait penyaluran direncanakan akan berlangsung selama 6 bulan terhitung sejak Januari hingga Juni 2024.
“Untuk setiap KPM ini mendapatkan bantuan 10 kg beras setiap bulannya,” ungkapnya.
Ia berharap dengan adanya bantuan pangan beras tahun 2024 ini bisa ikut serta membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari kedepannya. (Can).
Tulang Bawang
Jelang HUT RI ke-81, Pemkab Tuba Gelar Rapat Persiapan Giat Pawai dan Seni Budaya
Alteripost Tulang Bawang – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang menggelar rapat persiapan Pawai dan Seni Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Rapat tersebut digelar di aula rapat lantai II Bupati setempat, Kamis (06/08/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Antoni. Hadir juga pada kesempatan itu, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Sekolah, serta perwakilan komunitas seni se-Kabupaten Tulangbawang.
Dalam pawai budaya tersebut nantinya direncanakan akan menampilkan beragam penampilan, salah satunya lomba Drum band dari Tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-kabupaten Tulangbawang
Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang menyampaikan bahwa salah satu agenda utama adalah pawai dramband yang akan dilaksanakan di Kota Menggala Rute Tangga Raja – Aspol Menggala.
“Untuk peserta dramband kita libatkan total 16 grup. Rinciannya 6 dari SD, 6 dari SMP, dan 4 dari SMA yang memiliki ekstrakurikuler dramband di Kabupaten Tulangbawang,” ungkapnya.
Menurutnya, Kegiatan pawai ini bukan hanya hiburan. Ini bentuk syukur kemerdekaan. Saya harap semua peserta tampil maksimal, tertib, dan menjadi contoh yang baik,” tuturnya.
Selain pawai dramband, rapat juga membahas persiapan pertunjukan seni budaya, penentuan rute, jadwal, serta unsur pengamanan dan ketertiban.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan meminta seluruh OPD, sekolah, dan komunitas terkait untuk berkoordinasi dengan baik.
“Kita ingin HUT RI ke-81 di Tulangbawang ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menampilkan kekayaan budaya daerah yang ada,” terang Antoni. (Can)

