Lampung
Halal Bihalal Bersama Masyarakat Kabupaten Lampura, Gubernur Arinal Ajak Masyarakat Bergotong Royong
Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak masyarakat Kabupaten Lampung Utara bergotong royong membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, berdaya saing dan berjaya.
Hal itu disampaikan Gubernur Arinal saat menghadiri Halal Bihalal Bersama Masyarakat Kabupaten Lampung Utara Tahun 2024 di Stadion Sukung Kotabumi, Sabtu (27/4/2024) malam.
“Mari kita saling bersinergi, Lampung Utara maju, Lampung Berjaya,” ujar Arinal.
Acara ini turut dimeriahkan penampilan Kangen Band dan pembagian doorprize. Ribuan masyarakat Lampung Utara antusias memadati Stadion Sukung Kotabumi.
Arinal mengatakan Lampung Utara telah mengalami kemajuan pembangunan yang signifikan, didukung oleh potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan jasa.
Menurutnya, dengan optimalisasi sumber daya alam, pemanfaatan teknologi, serta promosi dan pemasaran yang baik, sektor-sektor unggulan Lampung Utara akan terus berkembang pesat.
“Yang pada akhirnya akan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh warga Lampung khususnya Lampung Utara,” katanya.
Arinal menjelaskan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan, harus dipersiapkan bekal berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia salah satunya literasi digital.
“Transformasi digital sebagai peluang besar untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital di tingkat global,” ujarnya.
Hal ini selaras dengan program yang diluncurkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yaitu pengembangan sumber daya manusia talenta digital.
“Saya yakin Lampung Utara akan menjadi bagian dari Indonesia Makin Cakap Digital,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Arinal menyebutkan Lampung Utara menjadi salah satu Kabupaten yang diprioritaskan Pemerintah Provinsi Lampung didalam dukungan pembangunan.
Bahkan dirinya berkeinginan untuk membuka ruas jalan baru antara Tulang Bawang Barat – Lampung Utara.
“Mohon doanya agar Lampung Utara bisa bangkit pada masa yang akan datang dan akan saya dorong. Mari kita bersama berjuang,” ujarnya.
Selain itu, Arinal mengatakan Lampung Utara sebagai penghasil komoditi lada, kopi dan singkong, pada masa depan juga harus memiliki industrinya.
“Doakan saya agar selalu memberikan kontribusi dimasa depan. Saya akan dukung penuh kemajuan Lampung Utara, baik infrastruktur jalan dan lainnya,” katanya.
Kegiatan halal bihalal ini sekaligus Sosialisasi Literasi Digital yang diselenggarakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dengan Kemenkominfo.
Sementara itu, Pj. Bupati Lampung Utara Aswarodi mengatakan melalui momentum halal bihalal ini untuk saling memaafkan dengan tetap menjaga kerukunan dan kedamaian.
“Semoga kita semua senantiasa menjadi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT,” ujar Aswarodi.
Aswarodi menuturkan bahwa Gubernur Arinal terus memberikan perhatian demi kemajuan Lampung Utara.
Seperti pada tahun 2024 ini, digelontorkannya anggaran sebesar Rp74 Miliar untuk memperbaiki 7 ruas jalan Provinsi di Kabupaten Lampung Utara.
“Terima kasih untuk Bapak Gubernur,” katanya.
Pada acara ini, Gubernur Arinal ikut menyumbangkan lagu berduet bersama Kangen Band.(*)
Lampung
PKD ke-5 Lampung Satukan Ragam Budaya Nusantara
Alteripost Bandar Lampung – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) ke-5 Provinsi Lampung Tahun 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Provinsi Lampung, Bandarlampung. Berlangsung pada 19 hingga 25 Oktober 2026, kegiatan ini tidak hanya menampilkan kesenian Lampung, tetapi juga memberikan ruang bagi beragam budaya Nusantara yang hidup di provinsi tersebut.
Arak-arakan budaya khas Lampung, Pincak Khakot, menandai pembukaan PKD ke-5. Diiringi payung putih dan kuning, prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi daerah kepada masyarakat.
Mengusung tema “Harmoni Budaya Bumi Lampung Menuju Indonesia Emas”, PKD berlangsung selama tujuh hari dengan menghadirkan beragam pertunjukan dan kegiatan kebudayaan.
Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung, Melly Ayunda, menjelaskan bahwa PKD tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi komunitas, sanggar, seniman, serta perwakilan kerukunan daerah untuk memperkenalkan budaya masing-masing.
Berbagai agenda disiapkan untuk memeriahkan pekan budaya ini, mulai dari pameran seni rupa, lomba tari kreasi Nusantara, Pesona Talenta Anak, gelar seni budaya, hingga permainan tradisional.
Panitia juga menghadirkan Panggung Talenta Istimewa sebagai ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas dan anak-anak yang berhadapan dengan hukum.
Melly berharap keterlibatan berbagai komunitas tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal, mencintai, dan menghargai warisan budaya.
Keberagaman PKD ke-5 juga terlihat dari keikutsertaan perwakilan daerah di luar Lampung. Salah satunya penampil dari Sumatera Barat yang akan membawakan tradisi Malam Bainai pada 22 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB.
Perwakilan penampil, Hj. Hanifah, menjelaskan bahwa Malam Bainai merupakan bagian dari adat menjelang pernikahan masyarakat Minangkabau. Tradisi ini juga mengandung makna memohon restu kepada orang tua sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Menurut Hanifah, keikutsertaan dalam PKD menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tradisi Minangkabau kepada masyarakat Lampung, termasuk warga keturunan Minang yang menetap di provinsi ini.
Selain Sumatera Barat, PKD ke-5 juga menghadirkan penampilan budaya Bali dari Taman Mini Indonesia Indah.
Kehadiran perwakilan berbagai daerah tersebut memperkuat pesan bahwa Lampung bukan hanya menjadi tempat tumbuhnya budaya lokal, tetapi juga ruang hidup bersama bagi beragam tradisi Nusantara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, menyoroti pentingnya pelestarian budaya, termasuk penggunaan bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Thomas, penggunaan bahasa Lampung mulai berkurang, termasuk di lingkungan keluarga. Karena itu, upaya pelestarian perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Ruchyansyah, turut menekankan pentingnya menjaga keberagaman serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi seni dan budaya.
Melalui PKD ke-5, masyarakat diajak memperkuat toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarkelompok di tengah keberagaman budaya.
Bagi Melly, keberhasilan PKD tidak hanya diukur dari ramainya pertunjukan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat bersedia datang, mengenal, dan ikut menjaga kebudayaan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga dan teman menyaksikan rangkaian kegiatan PKD ke-5 di Taman Budaya Provinsi Lampung.
Pekan Kebudayaan Daerah ini diharapkan menjadi ruang pertemuan ant budaya sekaligus menjaga agar tradisi tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Yan)

