Lampung
Arinal dan Riana Bersama Ribuan Peserta Ramaikan Lampung Half Marathon 2024
Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Ibu Riana Sari Arinal serta Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto meramaikan Lampung Half Marathon 2024 bersama sedikitnya 5000 peserta dari lokal, nasional dan internasional di Gerbang Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Minggu (28/4/2024).
Acara tersebut dilepas langsung oleh Gubernur dengan rute jalan raya di seputaran Kota Bandar Lampung. Gubernur Arinal dan Ibu Riana ikut lari di kategori 3K. Sedangkan Sekdaprov Fahrizal ikut 10K.
Pada saat melepas peserta Lampung Half Marathon, Gubernur Arinal menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung pelaksanaan Lampung Half Marathon 2024. Serta mendukung agar kedepannya Lampung Half Marathon dapat terlaksana lebih baik lagi.
Pelaksanaan Lampung Half Marathon 2024 ini, jelas Gubernur Arinal dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi lampung yang ke-60 yang akan membawa masyarakat sehat untuk Lampung Berjaya.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Saya juga ikut yang kategori 3K,” ujar Gubernur Arinal.
Gubernur Arinal menyampaikan bahwa Lampung Half Marathon merupakan event olahraga berskala nasional yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Lampung.
Pada tahun ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Lampung ke-60 dan Hari Jadi Bank Lampung ke-58 dengan misi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergaya hidup sehat dengan berolahraga sekaligus menikmati pemandangan alam yang indah di lokasi wisata Provinsi Lampung.
Selain bisa berolahraga dan berprestasi, kegiatan ini juga memiliki nilai rekreatif karena para peserta dapat menikmati keindahan alam sekaligus menyaksikan seni budaya lokal serta merasakan langsung nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat.
Gubernur Arinal menyampaikan ucapan terimakasih atas keikutsertaan seluruh peserta kegiatan Lampung Half Marathon Tahun 2024. “Ucapan selamat dan penghargaan saya sampaikan kepada seluruh Peserta baik dari dalam daerah Provinsi Lampung, maupun dari luar daerah Provinsi Lampung yang telah mengikuti rancangan kegiatan dari awal hingga selesai dengan gembira dan sportivitas,” ujar Gubernur Arinal.
Gubernur Arinal berharap kegiatan ini memberikan kontribusi positif untuk tumbuh kembang prestasi olahraga dan ekonomi berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Bumi Ruwa Jurai ini.
“Dan marilah bersama-sama untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas dan senantiasa bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia Maju dan Lampung Berjaya,” ujar Gubernur Arinal.
Kegiatan ini semakin menarik karena turut diikuti oleh artis nasional seperti Soraya Larasati dan Ricky Perdana, yang juga turut lari pada Kategori 5K dan 3K.
Adapun peraih juara pada masing-masing Kategori yaitu:
– Kategori 21K Putra
Juara 1, Robi (1 jam 11 menit 35 detik); Juara 2, Samson (1 jam 13 menit 50 detik); dan Juara3, Dennis (1 jam 21 menit 10 detik).
– Kategori 21K Putri.
Juara 1, Angelina (1 jam 39 menit 50 detik); Juara 2, Cilpia (1 jam 42 menit 44 detik); dan Juara 3, Julia (1 jam 57 menit 20 detik).
– Kategori 10 K Putra
Juara 1, Asep (36 menit 55 detik); Juara 2, Rudi Febri (36 menit 58 detik); dan Juara 3, Hendrik (37 menit, 09 detik).
– Kategori 10 K Putri
Juara 1, Anjasari (44 menit 10 detik); Juara 2, Wahyu Subianatari (44 menit 34 detik); dan Juara 3, Ajeng (50 menit 11 detik).
– Kategori 5K Putra
Juara 1, Dodi ( 17 menit 24 detik); Juara 2, Febri (17 menit 25 detik); dan Juara 3, Jauhari (18 menit, 20 detik).
– Kategori 5K Putri
Juara 1, Nabil (20 menit 18 detik); Juara 2, Soraya Larasati (21 menit 40 detik); dan Juara 3, Feni Dwi Pranasari (22 menit 10 detik).
– Kategori 3K Putra
Juara 1, Permaina Laila (7 menit 5 detik); Juara 2, Rizki (7 menit 07 detik); dan Juara3, Eko (7 menit, 18 detik).
– Kategori 3K Putri
Juara 1, Rachel (9 menit 16 detik); Juara 2, Febriana Ulfa (9 menit 20 detik); dan Juara 3, Novi Anggun (9 menit 53 detik).
Masing-masing juara mendapatkan medali dan uang tunai.(*)
Lampung
PKD ke-5 Lampung Satukan Ragam Budaya Nusantara
Alteripost Bandar Lampung – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) ke-5 Provinsi Lampung Tahun 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Provinsi Lampung, Bandarlampung. Berlangsung pada 19 hingga 25 Oktober 2026, kegiatan ini tidak hanya menampilkan kesenian Lampung, tetapi juga memberikan ruang bagi beragam budaya Nusantara yang hidup di provinsi tersebut.
Arak-arakan budaya khas Lampung, Pincak Khakot, menandai pembukaan PKD ke-5. Diiringi payung putih dan kuning, prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi daerah kepada masyarakat.
Mengusung tema “Harmoni Budaya Bumi Lampung Menuju Indonesia Emas”, PKD berlangsung selama tujuh hari dengan menghadirkan beragam pertunjukan dan kegiatan kebudayaan.
Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung, Melly Ayunda, menjelaskan bahwa PKD tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi komunitas, sanggar, seniman, serta perwakilan kerukunan daerah untuk memperkenalkan budaya masing-masing.
Berbagai agenda disiapkan untuk memeriahkan pekan budaya ini, mulai dari pameran seni rupa, lomba tari kreasi Nusantara, Pesona Talenta Anak, gelar seni budaya, hingga permainan tradisional.
Panitia juga menghadirkan Panggung Talenta Istimewa sebagai ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas dan anak-anak yang berhadapan dengan hukum.
Melly berharap keterlibatan berbagai komunitas tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal, mencintai, dan menghargai warisan budaya.
Keberagaman PKD ke-5 juga terlihat dari keikutsertaan perwakilan daerah di luar Lampung. Salah satunya penampil dari Sumatera Barat yang akan membawakan tradisi Malam Bainai pada 22 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB.
Perwakilan penampil, Hj. Hanifah, menjelaskan bahwa Malam Bainai merupakan bagian dari adat menjelang pernikahan masyarakat Minangkabau. Tradisi ini juga mengandung makna memohon restu kepada orang tua sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Menurut Hanifah, keikutsertaan dalam PKD menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tradisi Minangkabau kepada masyarakat Lampung, termasuk warga keturunan Minang yang menetap di provinsi ini.
Selain Sumatera Barat, PKD ke-5 juga menghadirkan penampilan budaya Bali dari Taman Mini Indonesia Indah.
Kehadiran perwakilan berbagai daerah tersebut memperkuat pesan bahwa Lampung bukan hanya menjadi tempat tumbuhnya budaya lokal, tetapi juga ruang hidup bersama bagi beragam tradisi Nusantara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, menyoroti pentingnya pelestarian budaya, termasuk penggunaan bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Thomas, penggunaan bahasa Lampung mulai berkurang, termasuk di lingkungan keluarga. Karena itu, upaya pelestarian perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Ruchyansyah, turut menekankan pentingnya menjaga keberagaman serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi seni dan budaya.
Melalui PKD ke-5, masyarakat diajak memperkuat toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarkelompok di tengah keberagaman budaya.
Bagi Melly, keberhasilan PKD tidak hanya diukur dari ramainya pertunjukan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat bersedia datang, mengenal, dan ikut menjaga kebudayaan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga dan teman menyaksikan rangkaian kegiatan PKD ke-5 di Taman Budaya Provinsi Lampung.
Pekan Kebudayaan Daerah ini diharapkan menjadi ruang pertemuan ant budaya sekaligus menjaga agar tradisi tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Yan)

