Lampung
Gubernur Lampung Gaungkan Semangat Pelestarian Burung di Indonesia
Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka Pameran dan Lomba Burung Berkicau Gubernur Lampung Cup 2024, yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Minggu (12/5/2024).
Dalam sambutannya, Gubernur Arinal menjelaskan bahwa memelihara burung merupakan salah satu hobi yang banyak ditekuni oleh masyarakat Indonesia. Berangkat dari banyaknya masyarakat yang memelihara burung, maka diadakan perlombaan burung di Indonesia. Namun, Gubernur berpesan agar hobi ini diimbangi dengan semangat pelestarian burung di Indonesia.
Menurut Arinal, di belahan barat, orang lebih fokus pada penelitian tentang burung, kemudian menghitung populasi burung tersebut.
“Sementara di Indonesia, penggemar burung yang dikenal dengan sebutan kicau mania lebih memperhatikan estetika suara yang dikeluarkan burung, serta bentuk atau postur tubuh burung,” jelas Gubernur Arinal.
Kebiasaan masyarakat Indonesia memelihara burung sudah ada sejak lama. Saat itu, burung kicau hanya dijadikan sebagai klangenan, di mana burung dipelihara untuk kebutuhan hiasan rumah saja.
Bahkan di tahun 1973, terbentuklah PBI (Pelestarian Burung Indonesia). PBI merupakan cikal bakal terselenggaranya lomba, hingga organisasi perburungan. Tiga tahun kemudian, kontes burung berkicau pertama kali diadakan, yaitu pada 1976.
“Saat itu, tujuan dilakukannya kontes adalah untuk meramaikan pasar burung, merangsang penggemar baru, hingga meningkatkan penjualan burung yang dipasarkan,” jelasnya.
Saat ini, jelas Gubernur Arinal, habitat ratusan burung di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung terancam punah. Penyebab utama, antara lain ekosistem dan kelestarian mulai terganggu. Hal tersebut menyebabkan populasi burung tidak dapat bereproduksi secara wajar. Padahal dengan melestarikan burung maka diperoleh manfaat yang tidak kecil.
Kegemaran/hobby untuk memelihara burung berkicau dari waktu ke waktu terus meningkat peminatnya. Hal ini disebabkan kegemaran dan hobby terhadap satwa, tumbuh dan berkembang mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat, tidak hanya ditingkat Kabupaten/Kota tetapi juga ditingkat nasional, sehingga tidaklah mengherankan apabila dukungan serta semangat untuk mengadakan perlombaan, terhadap Burung Kicauan sangat tinggi di kalangan masyarakat, khususnya lomba jenis burung seperti, Burung Murai Batu, Kacer, Lovebird, Kenari, cucak ijo dan Konin.
“Kesukaan seseorang terhadap burung antara lain karena suaranya, warna bulu, kecepatannya, bisa dilatih sesuai keinginan pemilik dan mudah cara merawat/ memeliharanya. Kesemuanya ini memberikan kebanggaan tersendiri, terlebih-lebih apabila burung tersebut benar-benar memiliki karakter dan kualitas yang baik, sehingga meningkatkan prestise bagi pemiliknya, sekaligus meningkatkan nilai jual dari burung tersebut,” jelasnya.
Lomba burung yang dilaksanakan hari ini, harap Gubernur Arinal, bukan hanya menjadi ajang penyalur hobi semata, tapi juga menjadi aktivitas ekonomi yang bisa diandalkan. Namun, semangatnya tetap semangat pelestarian.
“Pemerintah Provinsi Lampung sangat mengapresiasi panitia pelaksana lomba burung ini, tentu lomba burung ini diharapkan akan menjadi agenda tahunan yang terus dapat dilaksanakan,”
“Lampung sebagai Provinsi dengan luas hutan yang cukup luas, tentu memiliki ragam flora dan fauna yang harus tetap kita jaga. Namun, pengelolaan dan pemeliharaan yang bernilai ekonomis juga tetap bisa dijalankan. Harapannya itu bisa seiring sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Lampung Berjaya,” ujar Gubernur Arinal.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Sempati Indonesia, Suryono, melaporkan bahwa Lomba Pameran Burung Berkicau Gubernur Lampung Cup 2024 yang dalam rangka HUT Pemerintah Provinsi Lampung ke-60 ini terdiri atas 24 kelas yang akan memperebutkan di kelas utama piala Gubernur Lampung.
“Dengan hadiah uang tunai dan tropi yang sangat mewah merupakan ungkapan kepedulian Bapak Gubernur dan Provinsi Lampung terhadap kami kicau mania di Provinsi Lampung, umumnya di Indonesia,” ujarnya.
“Alhamdulillah tiket yang sudah terjual sampai kemarin, 90% sudah terjual. Jadi 738 tiket terjual dari total 820 burung atau peserta. Insya Allah nanti mudah-mudahan sampai dengan akhir lomba semuanya berjalan lancar,” ucapnya.
Ia melaporkan bahwa Lomba ini yang sudah terdaftar dari kami dari seluruh Provinsi Lampung. Kemudian ada dari Baturaja, Palembang, Tangerang, dan Serang.
“event ini akan selalu dikenang oleh kami para kicau mania dengan event yang benar-benar eksklusif,” ungkapnya.
Adapun kelas-kelas yang dipertandingkan nanti adalah Burung Murai Batu, Kacer, Kenari, cucak ijo, dan Konin. (*)
Lampung
Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Rancangan KUA-PPAS TA 2027
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Marindo Kurniawan memimpin rapat pembahasan Rancangan Awal Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2027 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Jumat (3/7/2026).
Rapat tersebut membahas penyelesaian dokumen perencanaan sekaligus memastikan Rancangan Awal KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 dapat disampaikan kepada DPRD Provinsi Lampung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam pembahasan tersebut, disepakati tema pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2027, yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas Melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri Berbasis Potensi Daerah.” Tema tersebut menjadi arah kebijakan pembangunan yang akan diterjemahkan ke dalam prioritas program dan penganggaran seluruh perangkat daerah.

Sekdaprov Marindo menekankan pentingnya menjaga konsistensi antara dokumen perencanaan tahunan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Menurutnya, seluruh indikator makro yang tercantum dalam KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 harus mengacu pada RPJMD agar pembahasan bersama DPRD dapat berjalan efektif serta selaras dengan arah pembangunan daerah.
Selain itu, Marindo meminta agar setiap program dan subkegiatan yang disusun memiliki keterkaitan langsung dengan pencapaian target pembangunan daerah, khususnya indikator makro seperti penurunan angka kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran terbuka, peningkatan pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rapat juga membahas optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah. Penggunaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) serta sistem evaluasi berbasis aplikasi terus didorong guna meningkatkan efektivitas, akurasi, transparansi, dan akuntabilitas penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran.
Melalui pembahasan ini, Pemprov Lampung berharap penyusunan Rancangan Awal KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 dapat diselesaikan secara tepat waktu, berkualitas, dan menjadi landasan yang kuat bagi penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 guna mendukung tercapainya target pembangunan Provinsi Lampung. (Rls)

