Connect with us

Lampung

Seleksi Calon Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto membuka secara resmi seleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024 di Gedung Pusiban, Senin (13/5/2024).

Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Dinas Pemuda dan Olah raga Provinsi Lampung ini akan dilaksanakan mulai dari tanggal 12 Mei 2024 sampai dengan 17 Mei 2024 yang bertujuan untuk mengarustamakan Pancasila dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR)I nelalui pembinaan ideologi berkelanjutan.

Gubernur Lampung dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto menyampaikan salam hormat dan apresiasinya atas perjuangan para calon anggota Paskibraka tahun 2024 hingga sampai di seleksi tingkat Provinsi.

“Saya ucapkan selamat dan bangga kepada adik-adik semua, sudah bisa hadir disini untuk menjadi anggota Paskibraka tingkat Provinsi Lampung merupakan perjuangan yang luar biasa,” ungkapnya.

Seleksi ini dilaksanakan untuk mencari yang terbaik dan betul-betul siap, baik secara fisik, mental dan kecerdasan untuk menjadi anggota Paskibraka Provinsi Tahun 2024, bahkan dari peserta terpilih nantinya akan dipilih peserta untuk mewakili Provinsi Lampung menjadi Paskibraka tingkat Nasional yang direncanakan akan dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan akan menjadi upacara pengibaran bendera pertama di Ibu Kota Negara yang baru.

Gubernur Lampung juga mengatakan bahwa bagi peserta terpilih akan mendapatkan pembinaan lanjutan berupa wawasan kebangsaan, ideologi pancasila dan parade kesamaptaan yang diharapkan dapat memahami secara utuh makna dari pengibaran bendera yang hakiki.

Paskibraka bukan hanya sekadar menaikkan bendera, namun lebih jauh dari itu bendera merupakan simbol kedaulatan dan eksistensi suatu negara, hal tersebut sudah ditunjukkan oleh para pemuda pejuang terdahulu dalam aksi heroiknya saat mengibarkan bendera merah putih di atas Hotel Yamato yang dikenal dengan peristiwa 10 Nopember yang diperingati sebagai hari Pahlawan.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu contoh agar para anggota Paskibraka Provinsi Lampung yang terpilih nantinya dapat menjadi raw model atau contoh bagi pemuda dan pelajar lainnya dalam membangun semangat kebangsaan dan penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Adik-adik harus bisa menjadi contoh yang baik bagi pemuda yang lainnya, tidak hanya saat menjadi Paskibraka namun nanti setelah menjadi Purna Paskibraka dengan tetap menjaga nama baik dan identitas sebagai anggota Paskibraka,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya Gubernur Lampung mengatakan bahwa pada tahun 2045 merupakan 100 tahun perayaan kemerdekaan Republik Indonesia dan menjadi target untuk menjadikan momen negara Indonesia sebagai Indonesia Emas 2045 yang setara dengan negara-negara maju.

“Untuk itu para anggota paskibraka yang saat ini berusia di kisaran 17 dan 18 tahun diharapkan sudah menjadi sosok-sosok pemimpin dan pembaharu yang sukses dalam bidangnya masing-masing diusianya yang mencapa 38 sampai 40 tahun di tahun 2045 mendatang,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Lampung Herman Saleh dalam laporannya menyampaikan bahwa para peserta seleksi calon anggota Paskibraka Provinsi Lampung pada tahun 2024 berjumlah 83 orang peserta yang terdiri dari pelajar SMA dan SMK yang merupakan hasil seleksi tingkat Kabupaten/Kota se-Provunsi Lampung.

Peresmian seleksi calon Anggota Paskibraka Provinsi Lampung tahun 2024 ditandai dengan penyematan Tanda Peserta seleksi calon anggota Paskibraka Provinsi Lampung Tahun 2024 kepada dua perwakilan peserta oleh Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga Provinsi Lampung Descatama Paksi Moeda dan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung yang diwakili oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Lampung Herman Saleh. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Pemprov Lampung Sabet Penghargaan atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Jakarta-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan kepada Provinsi Lampung. Penghargaan ini diberikan atas penguatan pendidikan antikorupsi melalui implementasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) pada muatan lokal.

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 bertajuk “Membangun Pendidikan Antikorupsi, Mewujudkan Indonesia Berintegritas” di Gedung Juang, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi KPK terhadap upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengimplementasikan Pendidikan Antikorupsi sebagai bagian dari pembelajaran di satuan pendidikan.

Di Provinsi Lampung, Pendidikan Antikorupsi telah diterapkan sebagai bagian dari muatan lokal pada jenjang pendidikan menengah melalui Peraturan Gubernur. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan integritas peserta didik di lingkungan sekolah.

Penguatan Pendidikan Antikorupsi di Lampung tidak hanya diarahkan pada pemahaman peserta didik mengenai korupsi. Tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja keras, kepedulian dan keberanian.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan pendidikan antikorupsi perlu dimulai dari ruang kelas. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu membedakan hal yang baik dan buruk serta memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Setyo, penguatan pendidikan antikorupsi merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah. Karena itu, pendidikan antikorupsi perlu dibangun sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan tidak berjalan secara sektoral.

Dalam kesempatan tersebut, Setyo secara khusus mengapresiasi langkah Provinsi Lampung yang menerapkan pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal.

“Seperti Gubernur Lampung, ya, ada muatan lokal, kurikulum muatan lokal untuk SMA dan SMK yang sudah diinstruksikan supaya diajarkan,” kata Setyo.

Menurut Setyo, penerapan Pendidikan Antikorupsi sebagai muatan lokal di Lampung dapat menjadi langkah awal sekaligus contoh yang dapat dikembangkan oleh daerah lain dalam memperkuat pendidikan antikorupsi.

“Meskipun ini sifatnya muatan lokal, tapi setidaknya itu bisa dijadikan sebagai pilot project. Sebagai awal untuk melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Setyo berharap praktik baik yang telah dilakukan Provinsi Lampung dapat ditularkan kepada daerah lainnya. Menurutnya, daerah yang telah memiliki praktik baik dalam penguatan integritas pendidikan dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya untuk bersama-sama meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

“Harapannya ini menyebar ke semuanya. Kepala daerah, gubernur, semuanya ikut dengan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah yang lain yang sudah bagus,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan pendidikan antikorupsi sebagai kebiasaan atau gaya hidup, sehingga nilai-nilai integritas dapat tumbuh sejak peserta didik berada di lingkungan pendidikan.

Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya KPK memetakan kondisi integritas pendidikan di Indonesia melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan.

SPI Pendidikan mencakup aspek karakter peserta didik, ekosistem pendidikan serta tata kelola pendidikan. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi KPK dalam menyusun rekomendasi penguatan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi.

SPI Pendidikan telah dilaksanakan sejak 2021. Pada tahap awal, Lampung menjadi salah satu dari tiga provinsi yang menjadi lokasi uji coba instrumen SPI Pendidikan bersama DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya Provinsi Lampung dalam memperkuat pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal sekaligus mendorong tumbuhnya budaya integritas sejak lingkungan pendidikan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading