Bandar Lampung
Giat Reses, Yuni Karnelis Tampung Aspirasi Guru Yang Mengeluh Soal Insentif
Alteripost.co, Bandarlampung-
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Yuni Karnelis kembali melakukan kegiatan reses dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Srikandi PKS dari daerah pemilihan (dapil) I yang meliputi Teluk Betung Utara, Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Barat dan Teluk Betung Timur menerima keluhan dari guru honor terkait belum keluarnya insentif mereka.
Yuni Karnelis menerima keluhan perihal guru honorer yang belum menerima insentif guru honor. Dimana nilai honor tersebut, sebesar Rp300 ribu perbulan dan dibayarkan setiap semester. Dan dana tersebut belum dicairkan Juli-Desember 2020. Padahal sudah dijanjikan oleh Wali Kota terdahulu akan dicairkan sebelum pilwakot 2020.
“Saya menerima keluhan ada guru honor yang belum menerima hak mereka. Adapun haknya berupa insentif dari kota Bandar Lampung pada tahun 2020. Padahal ini sangat membantu para guru honorer tersebut dapat ditunaikan saat ini juga,” kata Yuni, Sabtu, (24/1/2021).
Salah satu peserta reses juga menyampaikan bahwa honor guru sekolah negeri sudah dikeluarkan sampai dengan April tahun ini tetapi nilainya tidak sama, yang seharusnya 1.200.000/bulan tenyata dibayarkan hanya 600.000/bulan dengan menggunakan dana BOS.
Yuni meminta, Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menyegerakan membayar insentif para guru honor yang tergabung dalam persatuan guru honor murni (PGHM) dan menindak tegas kepala sekolah kepala sekolah yang memberikan gaji honor guru-guru dengan menyunat gaji honor guru-guru honor sekolah negeri yang menggunakan dana BOS.
Yuni berharap, Pemkot melalui Dinas Pendidikan bisa menyelesaikan hal-hal diatas. Apalagi di masa pandemi ini terasa sekali efeknya terhadap semua profesi pekerjaan. Di bidang pendidikan efek yang terkena terutama guru swasta maupun guru honorer di sekolah negeri.
Efek pertama adalah saat ini banyak guru-guru di sekolah swasta maupun guru honorer yang terdampak Covid-19 secara langsung pada sisi ekonomi. Efek kedua, bahwa guru-guru di sekolah swasta konsep honorariumnya, berdasarkan jumlah jam mengajar yang nominalnya sangat kecil sekali.
Belum lagi pembelajaran yang dilakukan secara dalam jaringan (daring) yang diberikan kepada para siswa dan guru-guru dirasa sangat memberatkan. Hal ini dikarenakan, antara siswa dan guru saling ketergantungan dengan kuota internet. Yang terkadang tetap saja guru-guru ini mengeluarkan dana dari kantong sendiri.
“Perlu kiranya disiapkan anggaran untuk jaringan pengaman sosial, bagi segmen guru seperti ini. Termasuk akan pentingnya paket sembako, yang disiapkan oleh Satuan Tugas Covid-19 untuk guru-guru yang terdampak,” pungkas Yuni. (Rls)
Bandar Lampung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran
Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).
Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.
Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.
“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.
Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

