Connect with us

Lampung

Pembangunan Bidang Kesehatan di Provinsi Lampung Terus Didorong Guna Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Zainal Abidin, menjadi pembina apel mingguan di lingkungan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Lampung, di Lapangan Korpri, Senin (03/06/2024).

Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli bidang Ekubang menyebutkan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan dilakukan dengan berkolaborasi dan melibatkan berbagai pihak terkait yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat agar bisa lebih produktif sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian yang akan menjadikan Indonesia lebih maju.

Sistem kesehatan yang kuat diwujudkan dengan transformasi melalui 6 pilar. Adapun fokus 6 pilar transformasi kesehatan sebagai berikut :
1) Transformasi layanan primer,
2) Transfomasi layanan rujukan,
3) Transformasi sistem ketahanan kesehatan,
4) Transformasi kesehatan, sistem pembiayaan
5) Transformasi Sumber Daya Manusia kesehatan, dan
6) Transformasi teknologi kesehatan.

Pemerintah Provinsi Lampung memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penguatan sistem kesehatan di berbagai sektor, sehingga seluruh komponen masyarakat dapat kembali produktif dan sehat.

Permasalahan kesehatan sangatlah kompleks dan bervariatif: adanya kematian (Kematian ibu, kematian bayi), kesakitan Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular dan status gizi (stunting, wasting, underweight, overweight). Pelayanan primer harus memberikan akses layanan kesehatan dasar kepada seluruh masyarakat dengan mengedepankan layanan promotif dan preventif berdasarkan siklus hidup manusia.

Indeks pembangunan manusia Provinsi Lampung tahun 2023 menunjukan pencapaian yang sangat baik dengan nilai 72,48 dan salah satu indeks kompositnya yang menunjukan peningkatannya adalah Angka Harapan Hidup (AHH) sebesar 74,17 tahun.

Pencapaian ini diikuti dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama bidang kesehatan (kematian ibu, kematian bayi, prevalensi stunting dan angka keberhasilan pengobatan Tuberkulosis) dengan katagori: baik. Universal Health Coverage (UHC)/Jaminan kesehatan semesta Provinsi Lampung tercapai sebesar 97,78%. Optimis, Rakyat Lampung Sehat Berjaya tercapai.

Dalam kesempatan ini, Gubernur berharap agar seluruh stakeholder terus memperbaiki kinerja pembangunan kesehatan kedepannya dengan pemenuhan akses dan mutu pelayanan kesehatan, penurunan angka kematian ibu dan bayi, perbaikan status gizi masyarakat, pengendalian penyakit menular dan penyakit tidak menular serta penguatan Universal Health coverage (UHC).

“Saya berharap mari kita bekerja bersama-sama, bahu – membahu dengan semua lintas program dan lintas sektor berupaya untuk melakukan transformasi kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang tinggi, khususnya di Provinsi Lampung.” tutup Gubernur. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Lantik Sejumlah Pejabat Administrator, Pesan Sekdaprov Marindo, Jaga Profesionalisme dan Integritas

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 13 Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Rabu (28/10/2026).

Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/3795/VI.04/2026 dan Nomor 800.1.3.3/3826/VI.04/2026.

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan menyampaikan bahwa rotasi dan promosi jabatan ini merupakan realisasi dari evaluasi berkala dan penataan manajemen talenta aparatur sipil negara.

“Prosesi pelantikan yang Saudara ikuti pada hari ini merupakan muara dari sebuah proses evaluasi, penilaian kinerja, dan penataan administrasi kepegawaian yang terus kita dorong agar semakin objektif dan berbasis kompetensi,” ujar Gubernur.

Pejabat administrator, kata Gubernur, memegang posisi strategis sebagai perpanjangan tangan pimpinan untuk menerjemahkan kebijakan makro ke dalam ranah teknis operasional. Oleh karena itu, kecakapan intelektual dan administratif dinilai belum mencukupi tanpa adanya landasan integritas yang kuat.

“Saudara adalah jembatan dari setiap kebijakan pimpinan dengan teknis di lapangan. Saudara mengelola sumber daya manusia dan turut mengendalikan pelaksanaan anggaran yang bersumber dari masyarakat. Oleh karena itu hal paling mendasar yang menjadi pondasi mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam bekerja adalah integritas,” lanjutnya.

Dalam arahannya, Gubernur juga memberikan instruksi tegas terkait tata kelola anggaran daerah agar terbebas dari penyimpangan hukum serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya meminta dengan sungguh-sungguh, jaga amanah ini dengan kejujuran yang utuh. Tutup rapat-rapat segala celah penyimpangan. Jauhi segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Setiap rupiah anggaran pendapatan dan belanja daerah yang Saudara kelola harus bermuara pada satu tujuan, yaitu kesejahteraan masyarakat Lampung,” tegas Gubernur.

Menutup amanatnya, Gubernur mengingatkan para pejabat yang dilantik untuk senantiasa menjaga kode etik aparatur sipil negara, baik saat bertugas maupun di kehidupan sosial, mengingat transparansi publik menuntut keteladanan moral aparatur demi menjaga citra Pemerintah Provinsi Lampung. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading