Connect with us

Lampung

Pj. Gubernur Samsudin Terima Kunjungan Aspotmar Kasal Mayjen TNI Mar Hermanto

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pj. Gubernur Lampung Samsudin menerima kunjungan Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Kasal Mayjen TNI Mar Hermanto terkait kegiatan Ketahanan Pangan di Piabung, Pesawaran 10 juli mendatang, di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Kantor Gubernur, Bandarlampung, Jum’at (5/7/2024).

Kegiatan tersebut akan dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut dan Menteri Pertanian RI.

Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Mar Hermanto menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan Ketahanan Pangan tersebut akan dilakukan sejumlah kegiatan diantaranya pelaksanaan panen padi dan penanaman padi.

Dalam kesempatan itu juga akan terdapat penyerahan Alsintan, makan bergizi gratis, peninjauan bakti sosial dan bakti kesehatan serta peninjauan UMKM.

Mayjen TNI Mar Hermanto berharap Pj. Gubernur Lampung dapat menghadiri acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Pj. Gubernur Lampung Samsudin sangat mendukung kegiatan ketahanan pangan yang akan dilaksanakan di Brigif 4 Mar/Bs.

Dirinya juga berencana akan menghadiri langsung acara tersebut.

Terkait dengan ketahanan pangan, Pj. Gubernur Samsudin menyampaikan bahwa ini salah satu program prioritas Presiden, selain dari pada stunting, pengendalian inflasi, dan kemiskinan ekstrim.

“Ini bagian dari untuk meningkatkan ketahanan pangan, dan efeknya nanti adalah bagaimana bisa membantu masyarakat untuk lebih dioptimalkan diberdayakan kesejahteraan juga semakin meningkat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Kadispot Maral, Brigjen TNI Mar Gatot; Danpuslatpur, Letkol Mar Toripin.

Kemudian, Asisten Administrasi Umum Provinsi Lampung Senen Mustakim, Kadis Kominfotik Provinsi Lampung Achmad Saefulloh, Kasat Pol PP Provinsi Lampung Zulkarnain.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

PKD ke-5 Lampung Satukan Ragam Budaya Nusantara

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) ke-5 Provinsi Lampung Tahun 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Provinsi Lampung, Bandarlampung. Berlangsung pada 19 hingga 25 Oktober 2026, kegiatan ini tidak hanya menampilkan kesenian Lampung, tetapi juga memberikan ruang bagi beragam budaya Nusantara yang hidup di provinsi tersebut.

Arak-arakan budaya khas Lampung, Pincak Khakot, menandai pembukaan PKD ke-5. Diiringi payung putih dan kuning, prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi daerah kepada masyarakat.

Mengusung tema “Harmoni Budaya Bumi Lampung Menuju Indonesia Emas”, PKD berlangsung selama tujuh hari dengan menghadirkan beragam pertunjukan dan kegiatan kebudayaan.

Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung, Melly Ayunda, menjelaskan bahwa PKD tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi komunitas, sanggar, seniman, serta perwakilan kerukunan daerah untuk memperkenalkan budaya masing-masing.

Berbagai agenda disiapkan untuk memeriahkan pekan budaya ini, mulai dari pameran seni rupa, lomba tari kreasi Nusantara, Pesona Talenta Anak, gelar seni budaya, hingga permainan tradisional.

Panitia juga menghadirkan Panggung Talenta Istimewa sebagai ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas dan anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

Melly berharap keterlibatan berbagai komunitas tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal, mencintai, dan menghargai warisan budaya.

Keberagaman PKD ke-5 juga terlihat dari keikutsertaan perwakilan daerah di luar Lampung. Salah satunya penampil dari Sumatera Barat yang akan membawakan tradisi Malam Bainai pada 22 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB.

Perwakilan penampil, Hj. Hanifah, menjelaskan bahwa Malam Bainai merupakan bagian dari adat menjelang pernikahan masyarakat Minangkabau. Tradisi ini juga mengandung makna memohon restu kepada orang tua sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Menurut Hanifah, keikutsertaan dalam PKD menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tradisi Minangkabau kepada masyarakat Lampung, termasuk warga keturunan Minang yang menetap di provinsi ini.

Selain Sumatera Barat, PKD ke-5 juga menghadirkan penampilan budaya Bali dari Taman Mini Indonesia Indah.

Kehadiran perwakilan berbagai daerah tersebut memperkuat pesan bahwa Lampung bukan hanya menjadi tempat tumbuhnya budaya lokal, tetapi juga ruang hidup bersama bagi beragam tradisi Nusantara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, menyoroti pentingnya pelestarian budaya, termasuk penggunaan bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Thomas, penggunaan bahasa Lampung mulai berkurang, termasuk di lingkungan keluarga. Karena itu, upaya pelestarian perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.

Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Ruchyansyah, turut menekankan pentingnya menjaga keberagaman serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi seni dan budaya.

Melalui PKD ke-5, masyarakat diajak memperkuat toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarkelompok di tengah keberagaman budaya.

Bagi Melly, keberhasilan PKD tidak hanya diukur dari ramainya pertunjukan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat bersedia datang, mengenal, dan ikut menjaga kebudayaan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga dan teman menyaksikan rangkaian kegiatan PKD ke-5 di Taman Budaya Provinsi Lampung.

Pekan Kebudayaan Daerah ini diharapkan menjadi ruang pertemuan ant budaya sekaligus menjaga agar tradisi tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading