Lampung
Pemprov Lampung Gelar Rapat Persiapan Kunker Pj. Gubernur Samsudin ke Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus
Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar rapat persiapan kunjungan kerja Pj. Gubernur Lampung Samsudin ke Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus, yang dijadwalkan pada 3-4 Oktober 2024.
Rapat dipimpin Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung M. Firsada di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur, Bandar Lampung, Senin (30/9/2024).
Rapat tersebut turut dihadiri Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung atau yang mewakili, dan Pejabat Pemkab Pringsewu dan jajaran Pemkab Tanggamus.
Firsada menuturkan bahwa Pj. Gubernur Samsudin sudah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, Mesuji, Lampung Timur, Lampung Barat dan Pesisir Barat.
“Dan esok lusa Pj. Gubernur Samsudin dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Tanggamus,” ujar Firsada.
Firsada menuturkan bahwa adapun objek-objek yang akan dikunjungi dan menjadi perhatian Bapak Pj. Gubernur, yakni terkait dengan inflasi, bagaimana Pemerintah memonitor harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar. “Kemudian terkait stunting, bagaimana pelayanan di posyandu dan puskesmas itu bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Firsada, dua hal ini yang menjadi fokus utama Pj. Gubernur, disamping terkait kemiskinan dan pelayanan publik.
Dalam rencana kunjungan itu juga, Pj. Gubernur akan melakukan Briefing Netralitas ASN, dan penyerahan sejumlah bantuan. “Oleh karena itu, jajaran Pemkab Pringsewu dan Tanggamus harus menyiapkan rencana kunjungan ini dengan sebaik mungkin,” ujar Firsada.
Dalam kesempatan itu, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Lampung Yudy Hermanto menyampaikan secara detail rundown kunjungan kerja Pj. Gubernur Lampung Samsudin ke Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus.
Ia berharap seluruh satker terkait dapat mempersiapkan dengan baik hal-hal yang diperlukan dalam kunjungan Pj. Gubernur ke Pringsewu dan Tanggamus.
Hal serupa juga diharapkan agar Pemkab Pringsewu dan Tanggamus dapat menyiapkan kunjungan ini dengan sebaik-baiknya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi menyampaikan ucapan terimakasih atas rencana kunjungan Kerja Pj. Gubernur Lampung Samsudin ke Kabupaten Pringsewu.
Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih atas sejumlah bantuan-bantuan yang akan diberikan untuk Pemkab dan Masyarakat Pringsewu.
“Tentunya kami akan mempersiapkan yang terbaik terkait rencana kunjungan ini,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Asisten II Kabupaten Tanggamus Hendra Wijaya, bahwa Pemkab Tanggamus menyampaikan ucapan terimakasih atas rencana kunjungan dan pemberian sejumlah bantuan yang akan diberikan untuk Pemkab Tanggamus.
“Dan kami akan mempersiapkan yang terbaik terkait rencana kunjungan Pj. Gubernur Samsudin ke Kabupaten Tanggamus,” ujarnya.(*)
Lampung
Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Internal, Optimis Tata Kelola Pemerintahan Lebih Efektif dan Bersih
Alteripost.co, Bandarlampung- Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi membuka kegiatan Capacity Building Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP-T) menuju efektivitas dan efisiensi Rencana dan Anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan perangkat daerah dan narasumber Kepala BPKP Lampung tersebut berlangsung di Gedung Pusiban, Senin (25/5/2026).
Dalam arahannya, Wagub Jihan Nurlela menegaskan bahwa posisi pemerintah saat ini berada di ruang terbuka yang diawasi secara langsung oleh seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengubah pola pikir dalam penyusunan program kerja kedinasan.
”Kita hari ini sebagai pemerintah tidak boleh membuat suatu program yang penting buat program, tapi membuat program yang penting,” tegas Jihan Nurlela saat memberikan arahan.
Ia memandang momentum capacity building ini sangat strategis sebagai langkah evaluasi sekaligus persiapan menghadapi penilaian maturitas SPIP terintegrasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia mengimbau agar SPIP tidak lagi dianggap sebagai gugus kewajiban administratif, melainkan diinternalisasi menjadi ideologi dan budaya kerja harian.

Guna mempercepat perbaikan sistem pengendalian tersebut, Wagub menyampaikan lima poin arahan utama yang wajib diimplementasikan oleh seluruh jajaran perangkat daerah. Poin pertama yang ditekankan secara lugas adalah mengenai penguatan komitmen pimpinan sebagai motor penggerak instansi.
Ia menekankan bahwa seorang pimpinan daerah harus memiliki rasa memiliki (owning) yang tinggi terhadap sistem dan instansi yang dipimpinnya.
Selanjutnya, Wagub Jihan menjabarkan empat arahan lainnya, yakni pentingnya mengedepankan integritas dalam kesatuan perencanaan dan kinerja agar tidak berjalan secara parsial; penerapan manajemen risiko yang efektif dan berkelanjutan pada tiap program; optimalisasi peran APIP (Inspektorat) sebagai quality assurance dan consulting partner; serta penanaman budaya integritas dan akuntabilitas di sanubari setiap Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di akhir arahannya, Wagub Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan BPKP Provinsi Lampung yang terus konsisten mendorong penguatan SPIP-T di lingkungan pemerintah daerah.
Sementara itu, Inspektur Provinsi Lampung, Bayana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi para asesor serta memperkuat komitmen kepala daerah beserta jajaran kepala OPD dalam memitigasi risiko program kerja.
Inspektur Bayana melaporkan, tingkat kematangan (maturitas) SPIP Provinsi Lampung berada pada Level 3 (Terdefinisi) dengan skor 3.200, sementara indeks manajemen risiko berada pada angka 3,073. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan kualitas pengawasan internal secara berkala agar indeks efektivitas pengendalian korupsi dapat terus dioptimalkan.
Di sisi lain, Pemprov Lampung terus bergerak maraton dalam menyelesaikan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) temuan BPK serta menggenjot perbaikan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) yang pada tahun 2025 lalu mencatatkan skor 69. Kerja keras jajaran pengawasan internal dalam dua bulan terakhir menunjukkan progres signifikan, di mana pengembalian kerugian keuangan negara berhasil dioptimalkan hingga mencapai hampir Rp7 Miliar.
Guna menyelesaikan temuan menahun yang sulit ditindaklanjuti secara faktual, seperti kendala subjek yang telah meninggal dunia atau ketidakjelasan objek, Pemprov Lampung bekerja sama dengan BPK dan Asisten Datun akan menempuh mekanisme Sidang Tuntutan Ganti Rugi (TGR) untuk penghapusan administrasi keuangan sesuai jalur hukum yang berlaku.
Langkah tegas juga diupayakan dalam perluasan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Setelah kesuksesan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung meraih predikat ZI, Pemprov Lampung kini tengah mempersiapkan sejumlah OPD pelayanan publik lainnya, termasuk jajaran Dinas Pendidikan yang sosialisasinya akan mulai diakselerasi pada awal Juni mendatang.
Melalui penguatan kapasitas asesor dan komitmen kepemimpinan di setiap instansi, Pemprov Lampung optimistis seluruh target capaian akuntabilitas, penurunan risiko program, hingga pembersihan aspek administrasi pihak ketiga dapat diselesaikan secara tuntas pada tahun anggaran 2026 untuk menjaga marwah dan wibawa pembangunan daerah. (Red)

