Connect with us

Lampung Selatan

Peringatan Hari Guru 2024, Bupati Lamsel: Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Guru

Published

on

Alteripost Kalianda – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai dan tidak melupakan jasa guru.

Pesan itu disampaikan Nanang Ermanto saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-79 PGRI tahun 2024 tingkat Kabupaten Lampung Selatan, yang digelar di Lapangan Korpri, Kalianda, Komplek Pemkab Lamsel. Senin (22/11/2024).

Nanang mengatakan, guru adalah pahlawan-pahlawan bangsa, walau tanpa tanda jasa. Menurutnya, seluruh masyarakat wajib mengingat jasa, dedikasi dan pengabdian para guru, sehingga bisa menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.

”Jangan sekali-sekali melupakan jasa guru. Jasa mereka harus terpatri membekas di sanubari kita,” kata Nanang Ermanto saat memimpin upacara.

Nanang menuturkan, guru adalah manusia mulia, yang bekerja dengan penuh pengabdian, penuh ketulusan, dan ikhlas ditempatkan bekerja dimana pun, di pelosok-pelosok desa, dengan sarana prasarana yang terbatas, sehingga jasa-jasanya tak terlupakan.

“Kita sepakat, semua guru tanpa terkecuali, adalah pahlawan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita harus bangga, dan berterimakasih kepada guru,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, peran guru tidak akan pernah tergantikan. Untuk itu, dalam momen tersebut, dirinya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada guru-guru yang telah memberikan darmabahaktinya bagi Bumi Khagom Mufakat.

”Tidak ada orang cerdas dan cendikiawan, tidak ada presiden, menteri, gubernur, bupati, dan tidak ada pejabat di negeri ini, jika tidak ada guru yang mendidik kita. Mulai dari tingkat pendidikan usia dini, SD, SMP, SLTA, sampai pendidikan tinggi,” kata Nanang.

Sementara, dalam momen Hari Guru Nasional 2024, Nanang Ermanto juga memberikan piagam penghargaan dan sertifikat kepada guru-guru berprestasi yang telah membawa harum nama Kabupaten Lamsel.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Mobilitas dan Ekonomi Warga Lampung Selatan Kian Lancar

Published

on

Alteripost Merbau Mataram – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV yang menghubungkan Desa Talang Jawa dan Desa Neglasari, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, resmi dioperasikan.

Kehadiran jembatan tersebut langsung memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun mengandalkan akses penyeberangan sederhana dan berisiko.

Peresmian dilakukan secara serentak bersama syukuran pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV di wilayah Kodam XXI/Radin Inten yang dipusatkan di Kelurahan Taba Penanjung, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Rabu (24/6/2026).

Di Kabupaten Lampung Selatan, kegiatan peresmian berlangsung di Desa Neglasari dan dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Komunikasi dan Informatika, Camat Merbau Mataram, Camat Katibung, Kepala Desa Neglasari, serta Kepala Desa Talang Jawa.

Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual melalui Zoom Meeting, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda dibiayai sepenuhnya melalui anggaran Pemerintah Pusat sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ini adalah bukti nyata perhatian Presiden untuk mensejahterakan masyarakat. Kehadiran jembatan ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi warga,” ujar Kristomei.

Ia menambahkan, jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung utama antara Desa Talang Jawa dan Desa Neglasari. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas umum tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Manfaat pembangunan jembatan itu pun langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya Markamah (71), warga Desa Talang Jawa, yang mengaku terharu dengan hadirnya jembatan permanen tersebut.

Selama puluhan tahun, Markamah harus melintasi jembatan bambu untuk mengunjungi rumah anaknya yang berada di seberang sungai. Kondisi tersebut sering kali membuat dirinya merasa khawatir karena faktor keamanan.

“Dulu saya takut sekali menyeberang ke rumah anak saya di seberang. Sekarang sudah ada jembatan yang kokoh, saya jadi lebih tenang. Saya juga berterima kasih kepada Bupati Radityo Egi Pratama yang telah memberikan bantuan perbaikan rumah untuk saya,” ungkapnya.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Merbau Mataram.

Rangkaian kegiatan peresmian ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada warga penerima manfaat sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading