Connect with us

Lampung

Pemprov Lampung Gelar Acara Pelepasan Pj. Gubernur Lampung Samsudin dan Pj. Ketua TP PKK

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar acara pelepasan Pj. Gubernur Lampung Samsudin dan Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Maidawati Retnoningsih yang dipimpin Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fredy, di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Selasa (18/2/2025).

Pj. Sekdaprov Fredy memberi apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Samsudin dan Ibu Maidawati yang telah menjalankan tugas sebagai Pj. Gubernur Lampung dan Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung.

“Apresiasi dan penghormatan kita semua kepada Bapak Samsudin dan Ibu Maidawati atas dedikasi, kepemimpinan dan kontribusi yang luar biasa yang telah diberikan selama menjabat di Provinsi Lampung,” ujar Fredy.

Fredy menyebutkan berkat profesionalitas kepemimpinan Samsudin, banyak ilmu dan pembelajaran yang diperoleh, meski hanya menjabat selama 8 bulan.

“Namun pertemuan ini telah menghadirkan suasana seperti keluarga. Kami merasakan kedekatan, kehangatan dan perhatian dari Bapak Samsudin dan Ibu yang selalu memotivasi kami untuk terus bekerja keras demi mewujudkan Lampung yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Menurutnya, selama masa kepemimpinan Pj. Gubernur Samsudin, banyak capaian yang telah diraih oleh Provinsi Lampung.

“Baik dalam bidang pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pj. Gubernur Lampung Samsudin mengucapkan ucapan terima kasih atas dukungan dari seluruh masyarakat selama dirinya mengemban amanah di Provinsi Lampung.

“Ini adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar yang tidak pernah akan kami lupakan dan juga kami merasa sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengabdi di Provinsi Lampung,” ujar Samsudin.

Samsudin menuturkan dirinya bersama istri memohon pamit untuk kembali bertugas di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Saya beserta istri, kami mohon izin pamit untuk kembali ke Jakarta. Terima kasih bapak ibu yang telah bersama kami, semoga bapak ibu selalu ada di dalam hati,” katanya.

Samsudin mengapresiasi jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, Forkopimda, Perguruan Tinggi, Instansi Vertikal, Pers dan seluruh stakeholder yang telah membersamai dirinya selama 8 bulan untuk menjadikan Lampung semakin terdepan.

“Semuanya sangat cinta dan sayang dengan Provinsi Lampung sehingga pembangunan akan terus dilanjutkan untuk mewujudkan Lampung yang maju, terdepan dan sejahtera,” ujarnya.

Dia menjelaskan selama masa tugas bersama jajaran Pemprov Lampung, telah menjalankan banyak program yang diamanahkan diantaranya program pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, dan pengendalian inflasi.

Samsudin mengatakan berkat dukungan dari semua pihak, pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024 di Provinsi Lampung juga berlangsung sukses dan damai.

“Pilkada berlangsung dengan aman, damai, kondusif serta harmoni yang ada di masyarakat Lampung. Saya yakin pencapaian-pecapaian ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dan kerja keras dari bapak ibu semua,” katanya.

Terakhir, Samsudin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat adat Lampung atas dukungannya terkhusus kepada Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL).

“Pada saat yang lalu saya beserta istri diberi gelar dari MPAL sebagai Pangeran Sejati dan Ibu Maidawati sebagai Pengeran Permaisuri, ini kebanggaan yang tidak terhingga,” ujarnya.

Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Maidawati Retnoningsih menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bekerja mendukung sang suami selama menjabat sebagai Pj. Gubernur Lampung.

“Dari saya sebagai istri yang begitu merasa disayang oleh masyarakat Lampung, sehingga suami saya tercinta didukung pekerjaannya untuk melaksanakan tugas di Lampung. Alhamdulillah Bapak Samsudin dikelilingi oleh orang-orang hebat dari masyarakat Lampung yang Allah pertemukan di tim Pemprov Lampung ini,” ujar Maidawati.

Seperti diketahui, Samsudin akan kembali ke Jakarta mengemban tugasnya sebagai Staf Ahli Bidang Hukum Olahraga Kemenpora.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading